Sejumlah Sistem Brazil Ditanam di Gripen E, Bukti Alih Teknologi yang Dijanjikan Saab

Pabrikan pesawat tempur asal Swedia, Saab, mempresentasikan perkembangan terbaru Program Gripen untuk Brazil saat konferensi pers LAAD International Defence & Security Exhibition in Rio de Janeiro, Brazil.

LAAD adalah pameran pertahanan dan keamanan bergengsi yang tengah berlangsung di Brazil dari 2-5 April 2019.

Di hadapan media, Saab mempresentasikan sejumlah pencapaian selama tahun lalu, serta wawasan tentang tonggak pencapaian yang akan datang.

“Tahun lalu telah berhasil untuk program Gripen Brazil. Antara lain, kami telah memasang Wide Area Display (WAD) dan mesin pada Gripen E pertama Brazil. Tahun ini, pesawat pertama Brazil akan dikirim untuk memulai uji terbang di Linköping, Swedia,” ujar Mikael Franzén, kepala unit bisnis Gripen Brazil.

Tahun lalu Angkatan Udara Swedia memutuskan untuk melengkapi pesawat tempur ini dengan WAD, Head-Up Display (HUD) dan Helmet Mounted Display (HMD) yang dikembangkan perusahaan Brazil AEL.

Seperti diketahui, Brazil sepakat membeli sebanyak 36 pesawat tempur Gripen E/F dari Swedia

AEL Sistemas SA berpartisipasi dalam program alih teknologi Gripen NG, dan memasok avionik dengan fitur-fitur inovatif seperti wide area display.

WAD adalah instrumen kokpit layar sentuh berukuran 19 x 8 inci yang mirip dengan layar kokpit panoramik di pesawat tempur Lockheed F-35.

“Pesawat tempur Gripen milik Swedia dan Brazil akan memiliki konfigurasi sama untuk display, menyelaraskan program. Ini berarti penghematan besar untuk pemeliharaan pesawat dan dalam pengembangan perangkat lunak di masa depan. Ini benar-benar contoh yang baik dari kolaborasi sukses antara Saab dan industri pertahanan Brasil,” ungkap Mikael Franzén lagi meyakinkan.

Program alih teknologi yang dijanjikan Swedia kepada Brazil terus melaju. Sejauh ini, 165 insinyur Brazil telah dilatih di Swedia dan menyelesaikan program alih teknologi mereka.

Sebagian besar dari mereka saat ini bekerja di Jaring Pengembangan dan Desain Gripen (GDDN) di São Paulo.

GDDN dirancang untuk berfungsi sebagai pusat pengembangan teknologi Gripen di Brazil untuk Saab, Embraer dan mitra Brazil lainnya. GDDN adalah pusat pekerjaan pengembangan Gripen di Brazil di berbagai bidang seperti sistem wahana, desain badan pesawat dan instalasi sistem, integrasi sistem, avionik, antarmuka manusia-mesin dan komunikasi.

Di GDDN, Gripen F yang merupakan Gripen versi dua tempat duduk, sedang dikembangkan. Saat ini ada 120 insinyur bekerja di GDDN, dalam kerangka kerja sama besar antara Brazil dan Swedia.

Harapan tender masa depan Gripen E ada di Belgia dan Finlandia. AU Swedia menjadi calon pengguna Gripen E, dengan memberikan komitmen membeli 60 Gripen E.

Sementara Brazil memesan 36 pesawat, termasuk 8 versi dua kursi Gripen F untuk keperluan latihan. Pengiriman pesawat untuk Swedia dan Brazil akan dimulai pada tahun 2019.

Selain Brazil yang sudah final, SAAB juga menaruh harapan besar terhadap India yang sebelumnya menyatakan keinginan membeli lebih 100 jet tempur senilai 20 miliar dolar AS.

Termasuk dengan TNI AU, semestinya masih menjadi harapan Saab untuk menawarkan pesawatnya terkait pensiunnya pesawat F-5E/F Tiger II. Meski sudah santer bahwa pengganti F-5 adalah Su-35, namun Saab masih punya harapan untuk mengisi pengganti BAE Hawk 109-209 yang mungkin akan diganti.

Saab memang menjanjikan alih teknologi kepada negara yang membeli pesawat tempurnya seperti halnya Brazil. Penawaran serupa juga dilontarkan Saab kepada TNI AU jika serius melirik Gripen.

Sejarah Gripen diawali pada tahun 1979, ketika pemerintah Swedia memulai studi pembangunan pesawat tempur yang mampu melakukan misi tempur, serangan dan pengintaian untuk menggantikan Saab 35 Draken dan 37 Viggen.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: