Damaikan Dua Suku di Kongo, Satgas TNI Konga Terima 315 Busur dan 550 Anak Panah

Tidak mudah mendamaikan dua suku yang saling bertikai. Namun bukan prajurit TNI namanya jika tidak sanggup mengubah situasi menjadi kondusif.

Dua suku yang sering bertikai di Republik Demokratik Kongo adalah Suku Twa dan Suku Bantu. Namun berkat pendekatan hati ke hati dan sikap bersahabat Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A, kedua suku akhirnya luluh hatinya.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Satgas Konga RDB (Rapidly Deployable Battalion) Monusco (Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo).

Kedua suku dengan sukarela menyerahkan ratusan senjata busur dan anak panah di Head Quarter Monusco wilayah Kampung Kambu, Elia, Kabeke dan Fatuma, Kongo beberapa waktu lalu.

Satgas TNI Konga XXXIX-A di bawah pimpinan Kolonel Inf Dwi Sasongko menyampaikan, operasi pendamaian kedua suku itu itu diberi nama “Operasi Laba-Laba”.

Dilaksanakan dalam Long Range Mission (LRM) bersama staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettlement (DDRRR).

Inilah senjata tradisional yang diserahkan warga kepada Satgas Konga XXXIX-A. Foto: Satgas Konga

Pada operasi ini Konga XXXIX-A RDB Monusco menugaskan sejumlah prajurit dipimpin Kapten Caj Deliyana Yudha Negara dan staf DDRRR dipimpin Jeannot Moluba.

Tim ini melaksanakan kegiatan selama empat hari di beberapa wilayah desa, di antaranya Fatuma, Kambu, Kabeke, Elia, Kabwela, Lioni, dan Mwanza.

“Di masing-masing desa juga dilaksanakan layanan kesehatan gratis dan pendampingan psiko-sosial oleh personel staf Civil and Military Coordination sebagai sarana komunikasi dan interaksi antara personel Satgas bersama warga,” jelas Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Kolonel Inf Dwi Sasongko menambahkan bahwa operasi berhasil mendamaikan dua suku dan mengamankan sejumlah peralatan perang.

Terdiri dari 315 busur, 550 anak panah serta berbagai macam senjata tajam lainnya, yang diserahkan masyarakat kepada Satgas TNI Konga XXXIX-A  RDB Monusco.

Selanjutnya Kolonel Dwi Sasongko menuturkan bahwa penyerahan peralatan perang dari kedua suku dilatarbelakangi niat untuk menghentikan peperangan dan menyatakan sepakat damai.

“Kesepakatan telah dibuat beberapa bulan sebelumnya yang ditandatangani kedua belah pihak, yaitu Byandike Swedi Shambaza pemimpin Suku Bantu dan Kisibwe Ponda Mali pemimpin dari suku Twa,” kata komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco.

Teks: Pen Satgas Konga XXXIX-A/ beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: