Efek Larangan Minyak Sawit Eropa, Malaysia Ancam Beli Pesawat Tempur dari Rusia

MYLESAT.COM –  Malaysia tidak tinggal diam menanggapi rencana Uni Eropa untuk membatasi penggunaan minyak kelapa sawit.

Melalui keputusan Parlemen Eropa tahun 2017, ekspor minyak sawit Malaysia (juga Indonesia) ke negara-negara Eropa akan dipersulit untuk melarang penggunaan minyak sawit dalam bahan bakar nabati Eropa pada tahun 2020, dengan alasan masalah lingkungan.

Terkait itu, PM Mahathir Mohammad beberapa waktu lalu (24/3/2019) mengeluarkan ancaman akan membalas rencana Uni Eropa membatasi penggunaan minyak sawit.

Tidak main-main, Mahathir yang terkenal vokal itu mengatakan akan membeli pesawat tempur baru dari China bukan dari perusahaan Eropa.

Mahathir mengatakan pihaknya dapat mencari produsen lain untuk meningkatkan armada tempur MiG-29 Fulcrum dari Rusia. Sebelumnya Malaysia berencana membeli pesawat tempur Rafale dari Perancis atau Eurofighter Typhoon.

Namun demikian, Malaysia tetap berupaya memanfaatkan sumber daya minyak kelapa sawitnya yang ekspansif untuk mendukung pengadaan militer.

Teresa Kok, menteri industri primer Malaysia mengatakan, imbal dagang minyak kelapa sawit dengan material akan menyelamatkan pekerjaan lokal, melestarikan anggaran negara serta meningkatkan kemampuan militer.

“Kami sangat menyambut kesepakatan offset perdagangan semacam itu, yang juga akan menyelamatkan valuta asing sambil meningkatkan penjualan minyak sawit kami,” kata Kok dalam komentar yang dilaporkan media lokal pada 17 April.

Minyak kelapa sawit adalah salah satu komoditas terpenting Malaysia, memberikan kontribusi hampir 5% terhadap PDB dengan ekspor pada tahun 2018 dilaporkan 15 miliar dolar AS.

Pernyataan Kok ini tak lepas dari rencana perundingan pertahanan antara Malaysia dan Rusia selama kunjungan empat hari Menteri Pertahanan Mohamad Sabu ke Moskow pada 20 April.

Rusia adalah salah satu pelanggan ekspor minyak kelapa sawit terbesar Malaysia. Baru-baru ini Rusia menyatakan kesediaannya untuk menerima minyak sawit sebagai imbalan atas peralatan militer.

Selain Rusia, negara lain yang menerima imbal dagang minyak sawit Malaysia adalah China, India, Iran, Pakistan, Turki, Afrika dan negara-negara Timur Tengah.

Soal imbal dagang minyak kelapa sawit juga mengemuka antara Indonesia dan Rusia terkait pembelian pesawat tempur Su-35 Flanker-E.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: