KSAU: Perlu Inovasi Ekploitasi EBT Untuk Antisipasi Krisis Energi

MYLESAT.COM – Mengantisipasi krisis energi, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menegaskan, bahwa sudah saatnya Indonesia melakukan inovasi baru dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).

KSAU menyampaikan hal ini membuka Seminar Nasional yang digelar perwira siswa (Pasis) Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-105 di Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Marsekal Yuyu menambahkan, EBT merupakan energi yang berasal dari sumber yang tidak akan habis digunakan secara terus-menerus. Energi terbarukan berasal dari elemen-elemen alam dalam jumlah yang sangat besar.

“Energi baru terbarukan pada umumnya harus dapat diekploitasi guna memenuhi kebutuhan energi bagi kehidupan masyarakat Indonesia, serta mendukung kebutuhan energi industri nasional, sehingga mendukung pertahanan negara di era kemajuan teknologi cyber dan internet,” ucap Yuyu.

Energi baru terbarukan sudah banyak digunakan untuk kebutuhan militer. Seperti bio-fuel dan off-grid power di wilayah perbatasan, serta deployable power system yang dapat dipindahkan ke pangkalan aju militer.

Untuk itu KSAU mengharapkan diperlukan inovasi baru yang menjadi terobosan dalam pengembangan potensi energi baru terbarukan di sekitar wilayah.

Yuuyu memberikan apresiasi karena seminar ini dapat membuka wawasan
50 Pasis Sekkau A-105 mengenai energi baru terbarukan yang kemudian dapat dibagikan dengan satuan tempat para Pasis berdinas.

KSAU berharap hasil seminar dapat memberikan kontribusi positif dalam merumuskan Sistem Pertahanan Negara ke depan.

KSAU meminta diskusi dapat berkembang dan menghasilkan suatu strategi terhadap kebijakan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan, untuk memenuhi kebutuhan sumber energi bagi pembangunan komponen pertahanan negara.

Pada kesempatan yang sama Komandan Sekkau Kolonel Pnb Esron S.B Sinaga mengatakan, Seminar Nasional yang digelar Pasis Sekkau Angkatan 105 tahun 2019 merupakan kontribusi positif untuk memberikan wawasan yang lebih luas tentang sumber energi nasional yang salah satunya berupa energi baru terbarukan.

“Sebagai komponen utama dalam menjalankan tugas-tugas pertahanan, TNI sangat tergantung dengan sumber daya nasional sebagai komponen pendukung, salah satunya ketergantungan terhadap sumber energi dalam melaksanakan tugasnya baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” ujar Dansekkau.

Dansekkau juga mengharapkan, TNI AU harus mampu memberikan perlindungan keamanan terhadap infrastruktur kritis negara termasuk sumber energi nasional.

Seminar nasional yang diselenggarakan sebagai bagian dalam mendukung program pemerintah tentang pentingnya pemanfaatan sumber energi, menghadirkan F.X. Sutijastoto Dirjen EBTKE dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta dua narasumber yakni Ketua Prodi Ketahanan Energi Unhan Dr. Ir. Dony Yusgiantoro, MM., MPA., dan Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, (METI) Dr. Ir. Surya Darma., MBA., dengan moderator Chacha Annisa.

Seminar mengangkat tema “Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan Guna Mendukung Pertahanan Negara Pada Era Revolusi Industri 4.0″.

Seminar diikuti ratusan peserta TNI dari Seskoad, Seskoal, Seskoau, Sekkau, Universitas Pertahanan (Unhan) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Teks: Dispenau/ beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: