Terbang Nonstop 4 Jam, CN235-110 Angkatan Udara Brunei Tiba dengan Selamat di Bandung

0

MYLESAT.COM – Pagi ini, Rabu (28/10), pesawat CN235-110 TUDB 501 Serial No. 33 milik Angkatan Udara Brunei (RBAF) mendarat dengan selamat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Pesawat diterbangkan test pilot PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Captain Esther Gayatri Saleh dengan kopilot Kapten (L) Anjun. Sementara kru terdiri dari Ir. Nurcholis (flight test engineer), Adrianus (mekanik), Andi (mekanik), dan Saprawi (mekanik).

Seperti diberitakan mylesat.com sebelumnya, PTDI mengirimkan tim kecil ke Brunei untuk mengaktifkan kembali satu-satunya pesawat CN235 yang dibeli Brunei tahun 1997. Pesawat sudah tidak terbang sejak 2017.

Baca Juga:

Menurut keterangan pers PT Dirgantara Indonesia, kedatangan pesawat disambut di depan Apron Hanggar Delivery Center PTDI. Turut menyambut Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI Gita Amperiawan dan Atase Pertahanan Brunei Darussalam, Kolonel Hj. Suhailee.

Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Brunei pagi hari ini, dengan menempuh penerbangan langsung ke Bandung selama 4 jam 30 menit. Pesawat mendarat pukul 11.30 Wib.

Pesawat CN235-110 TUDB 501 Serial No. 33 milik Angkatan Udara Brunei (RBAF). Foto: Capt. Esther

Selama penerbangan cuaca sangat bagus dan pesawat terbang dengan tenang di ketinggian 14.000 kaki. Selain kru PTDI, turut serta beberapa mekanik Angkatan Udara Brunei yang akan melaksanakan refreshing di PTDI.

Kerja sama PTDI dengan RBAF ini adalah bentuk pelayanan maintenance yang merupakan bagian dari program Aircraft Services PTDI kepada RBAF agar pesawat mendapatkan kepastian dalam kondisi layak terbang.

Kehadiran tim ahli PTDI di Brunei sebelumnya adalah dalam rangka menginspeksi dan memperbaiki pesawat.

Pesawat CN235-110 TUDB 501 dijadwalkan akan berada di PTDI selama dua minggu. Sejumlah paket pemeliharaan akan dilaksanakan di PTDI.

Terdiri dari Swing Compass, Replacement Cable Assy of Control Quadrant, Maintenance, Installation of Auto Pilot Computer, Repainting (Anti Erosion dan Anti Lighting) Nose Radome, dan Recurrent Pilot Training.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, tim PTDI berhasil menerbangkan CN235 Brunei yang telah tidak terbang sejak 2017.

Tim bekerja untuk menyiapkan pesawat selama dua minggu. Setelah semua fase pemeriksaan selesai, pesawat berhasil diterbangkan kembali (first flight) oleh Capt. Esther pada 8 Oktober 2020.

Capt. Esther di depan pesawat setibanya di Bandung. Foto: PTDI

Pesawat diterbangkan oleh kru yang terdiri dari PIC Capt. Esther Gayatri Saleh, kopilot Kapten (L) Anjun, Ir Nurcholis (FTE), dan Kapten Adieb sebagai pilot observer dari Angkatan Udara Brunei.

Dalam penerbangan perdana ini, CN235-110 TUDB 501 melaksanakan sejumlah pengujian di ketinggian 8.000 kaki selama 1 jam 45 menit. “Altitude 8.000 due to weather,” jelas Esther saat itu kepada mylesat.com.

Sedianya pesawat dibawa ke Bandung pada Senin kemarin. Saat itu sudah dilaksanakan pelepasan yang dihadiri Panglima RBAF Brigjen (U) Dato Seri Pahlawan Mohd Sharif bin Dato Paduka Haji Ibrahim.

Namun karena kondisi cuaca akibat siklon tropis Molave muncul di Filipina dan berdampak di Brunei, keberangkatan ditunda hingga hari ini.

Kita berharap kedatangan pesawat CN235-110 Angkatan Udara Brunei ini akan menjadi awalan yang baik untuk kerja sama kedua negara.

Share.

About Author

Leave A Reply