MYLESAT.COM – Kata bijak mengatakan, berbagi adalah bentuk lain dari rasa syukur, berbagilah dengan sesama tanpa mengharapkan apapun. Saling membantu, memberi, dan menebar kebaikan untuk bersama.
Ungkapan itu dihayati betul oleh Satgas Pamtas Indonesia – Papua New Guine (PNG) Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad yang tengah melaksanakan tugas di wilayah Jayapura.
Sikap berbagi itu diwujudkan Satgas sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen raya semangka dari kebun ketahanan pangan Satgas.
Kebun ketahanan pangan dibuat untuk memasok ketersediaan bahan pangan di massa pandemi Covid-19 ini. Hasil panen buah semangka ini didistribusikan ke Pondok Pesantren Hidayatullah dan Gereja GKI Petrus yang berlokasi di Kampung Koya Tengah Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/11).
“Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena hasil panen raya yang kami laksanakan dapat dirasakan masyarakat sekitar wilayah binaan kami,” ujarnya.
Sebelumnya pada 29 Oktober 2020 yang merupakan Hari H pelaksanaan panen, Satgas membagikan semangka kepada masyarakat Kampung Mosso, Skouw Mabo, Skouw Sae, Skouw Yambe dan instansi pemerintahan yang berada di sekitar wilayah binaan.
“Hari ini kami masih bisa menyisihkan hasil panen berupa semangka dan didistribusikan ke Pondok Pesantren Hidayatullah, Gereja GKI Petrus serta segenap masyarakat warga Koya Tengah,” ungkap Mayor Anggun.
Hasil panen raya kebun ketahanan pangan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad berupa semangka 2.100 buah, melon 1.050 buah, dan jagung 1.500 buah.
“Kami sangat berharap hasil panen ini dapat membantu masyarakat sekitar khususnya di masa pandemi Covid-19,” kata Mayor Anggun.
“Kami juga berharap kegiatan kami dapat diikuti masyarakat lainnya dalam upaya menjaga ketersediaan pangan di Distrik Muara Tami Kota Jayapura ini, jika kami hanya bisa menghasilkan panen satu hektar, mungkin masyarakat dapat menghasilkan lebih, karena kita ketahui masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal di Distrik Muara Tami ini,” tambahnya.