Diduga Milik Gurkha Semasa Konfrontasi, Satgas Pamtas Yonarhanud 16 Kostrad Temukan Ribuan Amunisi 7,62mm

0

MYLESAT.COM – Penemuan yang luar biasa dan mengejutkan. Puluhan tahun sejak konfrontasi Indonesia-Malaysia berakhir tahun 1965, Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad temukan ribuan amunisi kaliber 7,62mm yang pernah dipakai saat itu.

Penemuan amunisi ini berawal saat warga menggali tanah untuk memasang jerat babi hutan.

Warga Desa Tau Lumnis atas nama Frangki, Boy, dan Igo ini sedang menggali tanah untuk memasang jerat babi hutan. Tiba-tiba pada kedalaman sekitar 40 cm, mereka menemukan 10 amunisi aktif di hutan Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan. Peristiwa ini terjadi Sabtu (6/2).

Penemuan ini langsung dilaporkan ke Pos Lumbis Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad. Pos Lumbis dipimpin oleh Letda Arh Sutrisno Sitakar S.Tr,Han.

Pengalian di lokasi oleh anggota Satgas Pamtas Yonarhanud 16 Kostrad. Foto: Kostrad

Anggota Pos Lumbis langsung mengamankan amunisi aktif kaliber 7,62mm itu.

Berdasarkan laporan warga, anggota Pos Lumbis dipimpin Letda Arh Sutrisno Sitakar langsung ke lokasi penemuan. Selanjutnya enam anggota pos dibantu tiga pelapor menggali kembali di lokasi tersebut.

Akhirnya ditemukan sekitar 1.191 amunisi aktif yang langsung diamankan ke Pos Lumbis.

Tindakan cepat anggota ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16 Kostrad Mayor Arh Drian Priyambodo, S.E, di Pos Kotis jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan.

Menurut informasi yang didapat dari Tukang yang veteran dan saksi hidup konfrontasi Indonesia dan Malaysia tahun 1965, lokasi penemuan amunisi tersebut adalah tempat persembunyian pasukan Gurkha dan pasukan Inggris pada zaman konfrontasi.

Diduga masih ada sisa-sisa peninggalan konfrontasi di dalam hutan wilayah Lumbis Hulu.

Total ditemukan 1.201 amunisi kaliber 7,62 mm bekas Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Foto: Kostrad

Amunisi dengan kaliber 7,62mm yang ditemukan sampai saat ini yang sudah diamankan mencapai 1.201 butir. Atas penemuan tersebut, personel Satgas melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan.

“Saya perintahkan personel yang di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pendalaman, antisipasi apabila masih tersimpan ataupun masih ada sisa-asisa munisi lainnya ataupun bahan peledak yang masih tertanam. Untuk amunisi masih kami amankan di Pos Satgas,” tutup Dansatgas.

Share.

About Author

Leave A Reply