Kontingen Garuda Edukasi Anak-Anak Lebanon Bahaya Ranjau Tak Bertuan di Pemukiman

0

MYLESAT.COM – Perang boleh berakhir, namun warga sipil belum tentu aman dari sisa-sisa perang. Sejak Perang Dunia I, dunia sudah dihantui ancaman mematikan dari ranjau yang ditebar semasa perang. Guna menghindari akibat mematikan terhadap warga sipil, Kontingen Garuda memberikan edukasi kepada anak-anak yang berpotensi menjadi korban.

Prajurit Kontingen Garuda yang tergabung dalam Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-K/UNIFIL, melaksanakan sosialisasi ancaman ini saat mengunjungi Panti Asuhan Asosiasi Almabarat, Desa Jwayya, Sector West Lebanon, Kamis (17/6/2021).

Kunjungan tersebut untuk memberikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan berupa perlengkapan sekolah sekaligus memberikan edukasi tentang profil Satgas dan peran sertanya dalam misi perdamaian UNIFIL.

Kontingen Garuda memberikan edukasi bahaya amunisi aktif kepada anak-anak di Lebanon. Foto: Puspen TNI

Selain memperkenalkan profil Kontingen Garuda dan misi pasukan perdamaian PBB, Kontingen Garuda MCOU XXX-K/UNIFIL juga memberikan penjelasan mengenai blue line, blue barrel serta bahaya ranjau dan UXO (Unexploded Ordnance) atau amunisi aktif tak bertuan yang masih banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka.

Amunisi tersebut adalah peninggalan perang Lebanon dan Israel tahun 2006.

Warga dan anak-anak yang menyambut kedatangan Kontingen Garuda, tampak ceria. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah anak-anak panti asuhan, saat Satgas tiba dan langsung membagikan tas beserta perlengkapan sekolah dan mainan.

Menurut Kapten Laut (E) Agung Budhi S selaku Chief PDMC, kunjungan ini merupakan salah satu tugas yang dimandatkan kepada Satgas MCOU untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara Satgas dengan masyarakat terutama anak-anak di daerah misi.

Foto bersama anak-anak Panti Asuhan Asosiasi Almabarat dengan Kontingen Garuda di Lebanon. Foto: Puspen TNI

“Keterlibatan MCOU ke Panti Asuhan memiliki efek positif pada masyarakat terutama anak-anak karena memberikan pengetahuan tentang keberadaan UNIFIL di Lebanon Selatan,” tutup Agung.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply