Australia Akan Terima Pengganti EA-18G Growler yang Total Lost Setelah Terbakar Pada 2018

0

MYLESAT.COM – Australia mengajukan permintaan kepada Amerika Serikat untuk bisa memperoleh pesawat serang elektronik EA-18G Growler sebagai pengganti. Pesawat canggih ini dioperasikan Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara Australia.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) telah memberi tahu Kongres tentang potensi penjualan militer asing (FMS) senilai 125 juta dolar AS dari EA-18G Growler untuk Australia.

Disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, penjualan mencakup pesawat EA-18G (Lot 38 atau lebih baru) dari stok Angkatan Laut AS beserta peralatan terkait.

DSCA menjelaskan bahwa pekerjaan dari kontrak ini meliputi rekayasa dan modifikasi, uji terbang verifikasi dan validasi, dukungan teknis/teknik Pemerintah AS dan kontraktor, dukungan penelitian dan analisis serta bantuan program, teknis dan logistik.

Paket penjualan ini akan digunakan untuk mengubah dan mengonfigurasi Growler milik AS menjadi EA-18G Angkatan Udara Australia (RAAF).

Pengadaan pesawat pengganti ini mencapai 125 juta dolar AS. Foto: airforce.gov.au

Varian peperangan elektronik khusus dari F/A-18F Super Hornet ini dirancang untuk memberikan gangguan taktis dan perlindungan elektronik.

Kehadiran Growler sejak 2015 di Australia adalah untuk meningkatkan kemampuan negara Kangguru dalam upaya koalisi dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS.

DSCA dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa platform tersebut akan berkontribusi pada upaya Australia untuk mempertahankan kemampuan proyeksi kekuatannya saat ini.

Kedatangan satu unit Growler ini sejatinya adalah untuk menggantikan EA-18G yang rusak berat dalam kecelakaan pada Januari 2018.

Pada 29 Januari 2018, EA-18G terbakar setelah lepas landas yang dibatalkan saat mengikuti Latihan Red Flag di Nellis Air Force Base, Nevada.

Departemen Pertahanan Australia mengklasifikasikan pesawat yang rusak sebagai tidak dapat diperbaiki dan ditarik dari layanan setelah penyelidikan.

Pergantian pesawat ini senilai 120 juta dolar AS. Australia saat ini mengoperasikan 11 EA-18G Growler di RAAF Amberley.

Pada 9 Desember 2020, RAAF mengumumkan bahwa 11 EA-18G Growler dan 24 F/A-18F Super Hornet telah dikandangkan menyusul insiden kerusakan yang memaksa penerbang ejected saat menerbangkan F/A-18F.

Australia mengajukan pembelian Growler pada 2008. Ketika itu Pemerintah Australia mengajukan pembelian hingga enam EA-18G, sebagai bagin dari pembelian 24 F/A-18F Super Hornet.

Pada 27 Februari 2009, Kemhan Australia mengumumkan bahwa 12 dari 24 Super Hornet yang dipesan akan digabungkan dengan jalur produksi EA-18G. Biaya tambahan untuk ini mencapai 35 juta dolar Australia.

Lalu pada 23 Agustus 2012, Australia mengumuman bahwa 12 Super Hornet akan dilengkapi dengan kemampuan Growler dengan biaya 1,5 miliar dolar AS. Pengadaan ini menjadikan Australia sebagai satu-satunya militer di luar AS yangmengoperasikan Growler.

Setahun kemudian, Australia membeli tambahan 12 Growler baru untuk memperkuat armada Super Hornet.

Australia menerima pesawat pertama dari 12 pesanan ini pada 29 Juli 2015. Pesawat dioperasikan oleh No. 6 Squadron di RAAF Base Amberley.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply