Pemerintah AS Setujui Paket Penjualan 16 Unit F-16 Fighting Falcon Senilai $4,2 Miliar untuk Yordania

0

MYLESAT.COM – Pemerintah Amerika Serikat menyetujui paket penjualan 16 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon untuk Angkatan Udara Yordania. Persetujuan itu disampaikan pada Kamis (3/2/2022), yang detailnya terdiri dari 16 pesawat dan peralatan terkait senilai hingga 4,21 miliar dolar AS. Nilai fantastis.

Baca Juga: 

Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui kemungkinan penjualan tambahan suku cadang dan suku cadang perbaikan ke Uni Emirat Arab untuk sistem pertahanan udara yang akan membawa nilainya hingga 65 juta dolar.

Diungkap juga kemungkinan penjualan senilai 23,7 juta dolar ke Arab Saudi untuk sistem komunikasi data dan suara (data and voice communication systems). Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS memberi tahu Kongres pada hari Kamis tentang kemungkinan penjualan militer asing ini.

Yordania ingin membeli sebanyak 12 jet pesawat F-16C dan empat F-16D, semuanya Block 70. Diajukan juga pembelian 21 mesin F100, baik buatan General Electric maupun Pratt & Whitney, lima di antaranya akan menjadi mesin cadangan.

Lockheed Martin di Greenville, Carolina Selatan, akan menjadi kontraktor utama untuk penjualan ini.

Paket senjata akan mencakup berbagai senjata dan sistem. Seperti enam AN/AAQ-33 Sniper Advanced Targeting Pods, 72 peluncur rel rudal LAU-129, 21 meriam M61A1 Vulcan, 100 KMU-556 Joint Direct Attack Munition untuk bom GBU-31 seberat 2.000 pon, 102 KMU-572 JDAM untuk bom laser JDAM GBU-54 seberat 500 pon, 200 MK-84 atau BLU-117 atau badan bom yang setara, 204 MK-82 atau BLU-111 atau badan bom yang setara, amunisi, suar asap, dan selongsong suar.

Yordania juga mengajukan keinginan untuk membeli 31 Link 16 Low-Volume Terminals untuk pesawat dan stasiun darat, radar, komputer misi, sistem navigasi GPS dengan modul anti-spoofing dan beberapa peralatan lainnya.

AS mengatakan bahwa penjualan pesawat tempur akan membantu memodernisasi angkatan udara Yordania, dan memastikan militernya dapat terus bekerja sama dengan AS dan pasukan koalisi untuk tujuan bersama seperti memerangi teroris atau kelompok ekstremis lainnya.

Persetujuan penjualan ini datang beberapa minggu setelah Uni Emirat Arab menggunakan salah satu sistem THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) untuk mencegat rudal balistik selama serangan 17 Januari oleh militan Houthi di Abu Dhabi, yang menandai pertama kalinya THAAD diketahui telah digunakan dalam operasi militer.

Sistem buatan Lockheed Martin menghancurkan rudal balistik jarak menengah yang ditembakkan ke fasilitas minyak Emirat di dekat Pangkalan Udara Al Dhafra, yang menampung pasukan AS dan Perancis.

Arab Saudi juga disetujui untuk membeli 31 Block 2 Multifunctional Information Distribution System-Low Volume Terminals atau MIDS-LVT. Pembelian ini akan ditambahkan ke penjualan sebelumnya senilai 3 juta dolar untuk 11 Block 1 MIDS-LVT.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply