MYLESAT.COM – Jumat menjadi hari terakhir pelaksanaan Singapore Air Show 2022. Hari ini pula Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU dengan pesawat KT-1B Wong Bee, akan kembali hadir memberikan warna berbeda di hadapan publik dunia. Direncanakan JAT akan tampil pada pukul 11.19 WIB dengan membawakan 14 manuver andalannya. JAT, go……
Baca Juga:
- Hari Kedua yang Menantang, JAT Tunjukkan Kelasnya sebagai Tim Aerobatik Terbaik di Singapore Air Show 2022
- Tergantung Base Cloud, Ini 2 Skenario Manuver Jupiter Aerobatic Team Saat Tampil di SAS 2022
- Reaksi Heboh Dubes RI untuk Singapura di Sosmed: “Ini Bukan Tom Cruise, Saya Beruntung Kedatangan Pilot JAT TNI AU
- JAT Tampil Prima di Singapore Air Show 2022, Asops KSAU Beri Dukungan dengan Hadir di Batam
- Dilepas Danlanud Adi Sutjipto, Jupiter Aerobatic Team Berangkat ke Singapura Pagi Ini
Hingga hari kedua pameran kedirgantaraan Singapore Air Show 2022 di Changi Exhibition Centre, Jupiter Aerobatic Team telah menghadirkan warna tersendiri. Semua mengakuinya, tak terkecuali pihak Singapura. Untuk itu pemerintah Singapura melalui Menteri Pertahanan, Kepala Pasukan Pertahanan, dan Kepala Angkatan Udara memberikan apresiasi yang tinggi.
Boleh dibilang blessing in disguise alias berkah tak terduga. Karena tidak banyak negara bersedia mengirim tim aerobatiknya dalam situasi pandemi saat ini. Sehingga dalam sesi dynamic show, seperti disampaikan panitia penyelenggara Experia, hanya ada empat negara yang menampilkan pesawatnya dalam sesi aerobatic.

Leader JAT Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo memimpin flight briefing di Lanud Hang Nadim, Rabu 16 Februari 2022. Hadir Asops KSAU Marsda TNI Khairil Lubis. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Yaitu tuan rumah Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) menampilkan helikopter serang AH-64D Apache dan aerobatik tunggal jet tempur F-16C Fighting Falcon.
Amerika Serikat diwakili oleh penampilan jet tempur canggih F-35B Lightning II dari Korps Marinir Amerika Serikat. Semula direncanakan hadir pembom B-52 Stratofortress Angkatan Udara AS, namun urung. Juga demo pesawat Boeing B777-9.
Kemudian India menampilkan pesawat tempur kebanggaannya HAL (Hindustan Aeronautics Limited) Tejas. Kehadiran pesawat ini bermula dari program Light Combat Aircraft (LCA) yang dimulai 1980-an untuk menggantikan armada MiG-21. Pada 2003, LCA ini dinamakan Tejas.
Tejas adalah pesawat tempur supersonik kedua yang dikembangkan HAL setelah HF-24 Marut.
Dari ketiga negara itu, hanya Indonesia yang membawa tim aerobatik yaitu Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU dengan enam pesawat KT-1B Wong Bee.
“Jupiter jadi pembeda karena semua peserta tampil single aircraft,” ujar Mayor Pnb Ripdho “Mohawk” Utomo, Jupiter-1 alias Leader JAT dan merupakan Komandan Skadron Pendidikan 102, Lanud Adi Sutjipto. Tentu semata karena pertimbangan kesehatan, banyak yang tidak bisa hadir. Padahal semua tahu, Singapore Air Show adalah salah satu pameran kedirgantaraan paling bergengsi di dunia.
Alumni AAU 2004 ini bukanlah pendatang baru di JAT. Penerbang Hawk 109/209 Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Noerjadin ini sebelumnya adalah Jupiter-2 saat JAT tampil di Singapore Air Show 2014, yang menjadi debut JAT di ajang internasional.
Saat itu Jupiter-1 dipegang oleh Letkol Pnb Feri Yunaldi, yang saat ini menjabat Komandan Wing Pendidikan Terbang dan dipercaya sebagai Mission Commander JAT di Singapore Air Show 2022.

Mayor Pnb Ripdho Utomo, Jupiter-1 sebagai leader JAT dalam SAS 2022. Foto: Dispenau
Ripdho juga tampil bersama JAT di Brunei Darussalam International Defence Exhibition (Bridex) pada 2013.
Setelah mengabdi di Skadik 102 dan member JAT sekian tahun, Ripdho kembali ke satuannya di Pekanbaru. Ia sempat menjadi Kasiops Skadron 12 sebelum perintah untuk memimpin Skadik 102 diterimanya pada November 2021. “Karena kebutuhan organisai dan leader JAT harus mantan anggota JAT, saya ditarik kembali,” ujarnya.
“Ketika tampil di Mandalika saat World Superbike, saya baru seminggu jadi komandan Skadik 102,” ungkap penerbang tempur kelahiran Purbalingga namun berasal dari Purwodadi Grobogan ini tersenyum.
Beruntung mylesat.com bisa mewawancarai Mayor Pnb Ripdho Utomo di Lanud Hang Nadim pada Kamis (17/2/2022). Kebetulan sekali hari itu, JAT libur tampil sehingga wawancara tidak mengganggu kesibukannya dalam mengoordinasikan penerbangan.
Mayor Ripdho, Jupiter-1, adalah alumni AAU 2004 dan lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 72 Tahun 2006. Berikut petikan wawancaranya:
Evaluasi tampilan pada hari 1 dan 2?
Hari pertama itu weather clear cuma awan broken (pecah-pecah) dan angin lebih kencang, hampir 15 knot. Sehingga kadang masuk awan atau menghindari awan yang broken. Enaknya, sih, wind calm. Kemarin (hari kedua) weather mendung namun angin calm sehinga lebih enak manuver.
Dari 14 manuver yang dijagokan, apakah ada yang terbaru?
Manuver yang baru itu adalah Delta Loop dan Eagle to Arrow Head Loop and Break Off. Clover Leaf & Cascade itu juga ada dalam silabi namun jarang ditampilkan. Kita lebih milih bomb burst. Nah, di Singapura ini kita tidak bisa passing dari podium karena di belakang itu active runway. Karena tidak bisa passing podium maka kita modifikasi exercise. Harusnya dari belakang lalu bomb burst maka kita ubah menjadi dari samping dan cascade.
Prosedur apa yang harus dilalui sebelum tampil di SAS 2022?
Ada proses latihan selama dua hari di Batam dan validation. Semua manuver yang akan kita tampilkan, divalidasi oleh panitia sesuai requirement yang mereka keluarkan, karena kita main di active runway, ada traffic, dan spectator sehingga manuver divalidasi untuk memastikan aman dan sesuai SOP yang ada di manual display kita.
Untuk hari Jumat (hari terakhir), kita akan melaksanakan sesuai apa yang kita latihkan dan tampilkan. Karena peserta yang tampil di airshow ini individual dalam arti hanya satu pesawat, sehingga kehadiran JAT cukup memberikan warna berbeda. Kita satu-satunya yang tampil dalam bentuk tim, walaupun tidak ada public day. Itu memberikan energi yang luar biasa.

Mayor Pnb Ripdho Utomo saat flight briefing hari kedua di VIP Room Lanud Hang Nadim. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Tentu mendapat apresiasi, dong, dari pihak Singapura?
Yang jelas KSAU RSAF dan Menhan Singapura mengucapkan terima kasih. Karena Jupiter menjadi pembeda dari semua peserta yang tampil single aircraft, sementara kita enam pesawat dan beda sendiri.
Airshow kali ini sangat berbeda karena berposko di Batam. Seperti apa kerumitan koordinasinya?
Ini unik, mereka pun bilang unik dan tantangannya juga banyak. Ada banyak koordinasi yang harus dilakukan. Dari briefing saja sudah mulai karena briefing itu mandatori, artinya yang tidak ikut briefing tidak ikut terbang. Sehingga banyak sekali agency yang harus kita calling.
Seperti hari kedua (Rabu), tiba-tiba Tejas tidak bisa tampil dan posisinya sebelum JAT. Saya tidak tahu alasan pembatalannya. Namun karena koordinasi sangat cepat, panitia menanyakan apakah JAT bisa langsung masuk. Kita tahu pembatalan dan permintaan untuk segera masuk ini saat sudah terbang. Saya ditanya apakah bisa langsung masuk, saya bilang, bisa! Mereka terima kasih banget kemarin. Koordinasi antar negara baik sekali.
Koordinasi sangat penting karena kita tahu traffic di Changi sangat padat. Sehingga waktu tampil harus on time. Mulai dari berangkat hingga pulang, betul-betul diatur oleh Singapura. Changi itu kan ngontrol FIR dan trafic banyak sekali yang harus dikoordinasikan pihak ATC untuk kita bisa berangkat dan pulang dengan aman selama airshow.
Tantangan lainnya pada hari kedua. Di area (Singapura) cuaca bagus tapi di sini hujan. Decision kita harus benar dan kita koordinasi ketat dengan bagian meteorologi dan Singapura sendiri. Akhirnya kita ambil keputusan go, walaupun saat start engine dalam kondisi gerimis namun kita harus ambil keputusan dengan prediksi yang benar sehingga bisa tampil. Itu tantangan cuaca.
Bagaimana koordinasi dengan Mayor Pnb Oliv Rizando Azka dan Kapten Pnb I Putu S. Kedaton yang menjadi narator sekaligus penghubung JAT di Singapura?
Dia yang meyakinkan kita. Awalnya hari kedua itu kita mau tampil low show karena pertimbangan cuaca, namun Oliv meyakinkan bahwa bisa high show. Saat tampil pada hari kedua itu, ada hujan kecil di Singapura khususnya di laut di depan Exhibition Centre.
Satu hal yang menarik, TNI AU memutuskan JAT berpangkalan di Lanud Hang Nadim. Bisa diceritakan behind the scene-nya?
Menurut saya pertimbangan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo sangat tepat di tengah isu pandemi. KSAU punya kebijaksanaan dengan memberikan kesempatan kepada kita untuk berpartisipasi namun dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan.
Keputusan posko di Batam ini kurang lebih dua minggu sebelum keberangkatan seiring meningkatnya kasus Covid-19. KSAU sangat concern terhadap kesehatan kita, namun KSAU ingin kita tampil sebagai duta bangsa. Untuk itu kita memberikan masukan kepada KSAU bahwa training area kita di Yogya itu sama dengan jarak kita ke Singapura dari Batam. Alhasil secara loiter, jarak, dan endurance tidak ada masalah dan sangat aman untuk melaksanakan show dari Batam.
Endurance banyak sekali dan fuel tidak masalah, masih banyak. Jaraknya persis sama seperti kita latihan di Parang Tritis di Yogya yaitu hanya 20 mil dengan tujuh menit terbang. Jadi kita yakinkan dan KSAU setuju, kita berangkat.

Low pass JAT sebelum mendarat di Lanud Hang Nadim usai tampil pada hari kedua. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Apa sih yang dibutukan seorang penerbang TNI AU untuk menjadi member JAT?
Member JAT itu kan instruktur penerbang, sehingga untuk kemampuan terbang sudah tidak perlu diomongkan lagi. Pasti bagus. Lalu apa yang dibutuhkan? Paling penting adalah chemistry. Ketika ada penerbang baru yang akan direkrut, kita lihat apakah dia bisa kerja sama, punya chemistry nggak dengan kita. Karena kita terbang formasi sehingga kerja sama itu penting sekali, baik di darat maupun di udara. Ada yang terbangnya bagus tapi ketika dalam tim tidak bisa kerja sama. Jadi harus ada kerja sama, chemistry, dan bonding.
Ada rencana khusus untuk tampil pada hari ini?
Tidak ada yang spesial, kita tetap tampil sama dengan yang kita latihkan. Hanya yang jelas dalam sejarah baru kali ini kita mengikuti Singapore Air Show dari Batam.