MYLESAT.COM – Militer Amerika Serikat menyimpan sangat banyak pesawat dengan kemampuan spesial. Salah satunya Boeing E-6 Mercury (sebelumnya Hermes) sebagai pesawat komando terbang pengendali rudal nuklir. Adalah Northrop Grumman yang dipercaya menerima kontrak Integrated Modification and Maintenance dari Angkatan Laut AS yang mengoperasikan E-6B Mercury.
E-6B Mercury adalah pesawat berbadan tambun yang mengadopsi teknologi tinggi. Dengan seabrek sistem di dalamnya, Mercury dapat berkomunikasi dengan aset strategis AS lainnya seperti kapal selam nuklir yang dibangun dengan sistem yang dapat meluncurkan rudal balistik antarbenua.
Northrop Grumman mengatakan bahwa pekerjaan terkait kontrak ini akan dilakukan di Pusat Pemeliharaan dan Pembuatan Pesawat Northrop Grumman di Lake Charles.
“Kami fokus pada laser untuk menyediakan kemampuan yang paling relevan sambil meningkatkan kesiapan misi,” kata Mary Petryszyn, wakil presiden perusahaan dan presiden Sistem Pertahanan di Northrop Grumman.
“Armada E-6B Mercury Angkatan Laut AS adalah contoh dari kemitraan kuat kami dengan Angkatan Laut dalam mencapai tujuan tersebut,” ujarnya tanpa memberikan detail bentuk pekerjaan yang akan dilakukan.
Selama lima tahun ke depan, Northrop Grumman akan melakukan modifikasi pada pesawat E-6B Angkatan Laut AS untuk meningkatkan fungsi komando, kontrol dan komunikasi yang menghubungkan otoritas komando nasional dengan Triad Nuklir Amerika Serikat.
Northrop Grumman akan membentuk lini produksi konsolidasi untuk modifikasi inti yang diperlukan berdasarkan kontrak 111 juta dolar AS. Northrop Grumman juga dapat melakukan modifikasi tambahan lebih kecil
Sebagai bagian dari misi komunikasi strategis TACAMO (Take Charge and Move Out), E-6B Mercury beroperasi di seluruh spektrum frekuensi yang luas untuk mengirim dan menerima informasi suara dan data yang aman dan tidak aman.
Pesawat canggih menyediakan sistem komando, kontrol, dan komunikasi udara yang dapat bertahan, endurable dan reliable untuk mendukung presiden, menteri pertahanan, dan Komando Strategis Amerika Serikat (United States Strategic Command).
Seperti halnya E-3 Sentry Airborne Warning and Control System (AWACS), E-6 Mercury dikembangkan dari pesawat Boeing 707-320. Diluncurkan di Pabrik Renton Boeing pada 18 Desember 1986, E-6 pertama melakukan penerbangan perdana pada 19 Februari 1987. Kemudian diterbangkan ke Boeing Field terdekat di Seattle selatan untuk pemasangan avionik misi.
Pesawat selanjutnya dikirim ke Angkatan Laut AS untuk pengujian pada 22 Juli 1988. Oleh AL AS, E-6B dioperasikan untuk menggantikan EC-130Q.
Saat ini platform yang sering disebut pesawat kiamat (doomsday planes) ini sudah dimodifikasi menjadi standar E-6B, yang membuatnya terhubung ke arsenal berkemampuan nuklir dan rudal balistik.
E-6B Mercury yang digunakan sejak Oktober 1998 ini juga memiliki kemampuan untuk mengontrol ICBM Minuteman dari jarak jauh menggunakan Sistem Kontrol Peluncuran Lintas Udara (Airborne Launch Control System).
Pesawat yang dikendalikan oleh 22 personel ini, dipangkalkan di Tinker Air Force Base, Oklahoma dan dioperasikan oleh Fleet Air Reconnaissance Squadron 3 (VQ-3), VQ-4, and VQ-7.
Pada 2021, salah satu pesawat E-3D Sentry yang telah beroperasi di Royal Air Force dibeli untuk dimodifikasi menjadi pesawat latih E-6. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang umur armada operasional dengan mengurangi beban pelatihan kepada pesawat operasi yang selama ini dilakukan.
Pesawat spesial seperti E-6B Mercury ini disiapkan sebagai pos komando lintas udara dan menjadi pilihan terbaik untuk menyelamatkan presiden AS dalam sebuah serangan nuklir.
Berbeda dengan Air Force One yang seremonial dan berfokus pada kenyamanan, pesawat kiamat (doomsday planes) ini layaknya ruang perang terbang yang dikelola oleh lusinan analis militer, ahli strategi, dan ahli komunikasi yang akan memandu presiden melewati hari-hari pertama perang nuklir.