MYLESAT.COM – Angkatan Udara Pakistan secara resmi menerima batch pertama pesawat tempur Chengdu J-10C Firebird (julukan NATO, juga disebut Vigorous Dragon) buatan China pada Jumat (11/3/2022). Upacara penyambutan dilaksanakan di Islamabad dihadiri pejabat kedua negara.
Saat upacara penerimaan, beberapa jet terbang di atas podium saat Perdana Menteri Imran Khan menyambut baik pembelian tersebut, yang dilakukan dengan jumlah yang tidak diungkapkan.
Pakistan belum mengatakan berapa banyak pesawat yang dibeli dalam kesepakatan itu, meskipun sebelumnya pihak otoritas menyebutkan hingga 25 jet.
Chengdu J-10 adalah pesawat tempur multiperan berbobot sedang, bermesin tunggal, mampu beroperasi di segala cuaca, dikonfigurasi dengan sayap delta dan desain canard, dengan kontrol penerbangan fly-by-wire.
Pesawat diproduksi Chengdu Aircraft Corporation (CAC) untuk Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), Angkatan Udara Pakistan (PAF), dan Angkatan Udara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLANAF).
J-10 secara khusus dirancang untuk menghadapi pertempuran udara-ke-udara, tetapi juga dapat melakukan misi serangan.
China adalah sekutu lama Pakistan dan telah menjual pesawat militer sebelumnya.
Tanpa menyebut negara tetangga India, Khan mengatakan dalam pidatonya bahwa pesawat buatan China akan memainkan peran penting dalam memperbaiki ketidakseimbangan keamanan di wilayah tersebut.
Upacara dilakukan sehari setelah Pakistan mengatakan sebuah rudal permukaan-ke-permukaan tak bersenjata yang diluncurkan dari India, mendarat di dalam negara itu. Rudal itu merusak tembok di daerah pemukiman tetapi tidak menimbulkan korban.
Menyusul insiden itu, Pakistan pada hari yang hari Jumat itu memanggil seorang diplomat India dan mengajukan protes, menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan India mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa rudal yang berakhir di Pakistan ditembakkan secara tidak sengaja karena kerusakan teknis selama “pemeliharaan rutin” pada hari Rabu. Dikatakan bahwa pemerintah India memerintahkan penyelidikan.
“Meskipun insiden itu sangat disesalkan, pihaknya lega karena tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan itu,” kata India.
Pakistan dan India memiliki sejarah hubungan yang pahit. Mereka telah berperang tiga kali, dengan dua di antaranya memperebutkan wilayah Himalaya Kashmir yang disengketakan, yang terbagi antara keduanya tetapi diklaim oleh keduanya secara keseluruhan.