Maskapainya dalam Tekanan Barat, Rusia Bergegas Luncurkan Produksi Ulang Pesawat Tupolev Tu-214

0

MYLESAT.COM – Industri penerbangan Rusia berencana untuk mulai mengirimkan ke semua maskapai pesawat berbadan sempit (narrow body) Tupolev-214 baru pada 2024. Direncanakan juga untuk mengirimkan total 70 pesawat bermesin ganda dalam waktu enam tahun.

Baca Juga: 

Komitmen itu disampaikan perusahaan negara Rostec, yang mengendalikan semua perusahaan manufaktur pesawat di negara tersebut.

Keputusan ini harus diambil Rusia menyusul keluarnya blokade ekonomi dari Komisi Eropa beberapa waktu yang memasukkan daftar 21 maskapai Rusia ke dalam Daftar Keamanan Udara UE (EU Air Safety List) sebagai buntut perang Rusia-Ukraina.

Dengan keputusan ini, maskapai yang namanya disebutkan akan dilarang terbang di udara Eropa dan akan menghadapi tekanan ekonomi yang sulit.

Amerika Serikat dan Uni Eropa juga menuntut agar semua lessor Eropa mengakhiri hubungan mereka dengan operator Rusia dan maskapai Rusia mengembalikan semua pesawat sewaan kepada pemiliknya di Barat. Total jumlah pesawat yang harus dikembalikan lebih dari 500 unit.

Sebagai langkah antisipatif yang cepat, pekerjaan telah dimulai di Kazan Aviation Production Association (KAPO) pada batch awal untuk 20 badan pesawat. Rencana masa depan akan meminta KAPO untuk memproduksi tipe tersebut pada angka sepuluh pesawat per tahun.

Insinyur Rusia merancang Tu-214 sebagai modifikasi jarak jauh yang lebih berat dari Tu-204, yang terbang untuk pertama kalinya pada 1989. Tu-214 yang jauh lebih baik mengikuti pada 1996 dan memenangkan sertifikasi tipe lokal pada Desember 2000.

Pesawat ini dapat membawa 212 penumpang dalam tata letak kabin kelas tunggal 32 inci, 2.590 nm dalam konfigurasi standar pabrik, yang juga menampung dua dapur dan tiga toilet. Sebuah konfigurasi yang menampilkan kabin dua kelas yang membawa 150 penumpang dapat terbang dengan jangkauan 3.720 nm.

Dua pabrik (di Ulyanovsk dan Kazan) mampu merakit 22 Tu-204/214 pada abad lalu dan meningkat jadi 64 pesawat sejak tahun 2000.

Sejak 2014, pabrikan hanya menyelesaikan sepuluh pesawat baru, yang terakhir dikirimkan KAPO pada 2020. Kementerian pertahanan Rusia memerintahkan semuanya, termasuk varian command-and-control Tu-214SR, versi pengintaian radar Tu-214R, dan iterasi “Open Sky” Tu-214ON.

Keputusan untuk meluncurkan kembali produksi seri Tu-214 datang setelah Amrika Serikat dan Uni Eropa menghentikan semua pengiriman pesawat dan komponen baru ke Rusia.

“Tak lama setelah dimulainya operasi militer di Ukraina, Barat menghentikan pengiriman avionik dan mesin aero untuk jenis pesawat terbaru kami,” kata wakil ketua pemerintah Rusia Yuri Borisov kepada wartawan Rusia pada 19 April. “Sebagai hasilnya, kami perlu mempercepat upaya substitusi impor, sehingga dapat menghasilkan item vendor utama secara lokal.”

Saat ini, Tu-214 adalah satu-satunya jenis pesawat jet yang dapat segera diproduksi pabrik Rusia, tanpa penelitian dan pengembangan serta upaya substitusi impor.

Sebaliknya, MC-21 yang lebih baru dari kelas yang sama dan SSJ100 yang lebih kecil hadir dengan konten Barat yang signifikan. Ditaksir hingga 40 hingga 50 persen berdasarkan jumlah item vendor dalam sistem on-board dan interior.

Pilihan lain, Ilyushin-96, adalah pepsawat yang haus bahan bakar dan membutuhkan banyak perawatan, membuatnya tidak populer di kalangan maskapai.

Tu-214 memiliki kinerja operasional sebanding dengan Airbus A321ceo, tetapi membawa kerugian pada rute pendek karena strukturnya yang lebih berat. Namun pesawat ini memiliki sedikit keuntungan pada penerbangan selama lima hingga enam jam berkat sayap yang lebih besar dan beraspek lebih tinggi.

Selama beberapa tahun, Tu-214 beroperasi secara menguntungkan dengan Dalavia (Far East Airlines) di rute utama dari Khabarovsk ke Moskow. Aeroflot menyewa dua pesawat dari maskapai pemerintah Rusia untuk melayani pejabat negara.

Masih belum diketahui maskapai mana yang akan menggunakan Tu-214 baru. Kandidat yang mungkin termasuk Aeroflot, S7, Ural Airlines, dan SmartAvia, yang bersama-sama mengoperasikan sekitar 50 A320neo.

Meskipun Tu-214 kurang hemat bahan bakar, Rostec mengharapkan biaya unitnya menjadi setengah dari produk Airbus.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply