Kunker KSAU di Lanud Sultan Hasanuddin, Dari Rencana Akuisisi 25 Radar Hingga Optimalisasi Intelud

0

MYLESAT.COM – Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengakhiri kunjungan kerja (kunker) tiga harinya di Indonesia Tengah dengan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin (Rabu (11/5/2022). Tidak sekadar kunker, kedatangan Marsekal Fadjar dan Ibu Inong sekaligus bernostalgia dengan anggota Mako Koopsud (Komando Operasi Udara) II.

Sebelum menjabat KSAU, Fadjar sempat menduduki jabatan sebagai Panglima Koopsud (saat itu Koopsau) II periode 2018. Tak heran saat memasuki Mako Koopsud II, orang pertama yang ditegur KSAU adalah Serka Irawati. Setelah itu di antaranya ada Letkol Yane, PNS Hilda dan PNS Heryati.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo tiba di Kosek II didampingi Komandan Komando Sektor ll Marsma TNI Irwan Pramuda. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Meski tidak lama menjabat sebagai Pangkoopsud II, kiranya kenangan yang tertinggal tidak bisa dilupakan. “Seperti waktu Pak Fadjar ulang tahun, tidak bisa dilupakan. Beliau datang ke Mako, semua anggota bersembunyi termasuk pos jaga. Beliau marah-marah melihat kantor sepi, barulah kita keluar semua dan memberika surprise, beliau nangis loh,” urai seorang anggota intel Koopsud mengisahkan.

Betul kata orang bijak, kenangan adalah momen yang kita bagikan dan menjadi sesuatu yang kita simpan selamanya. Sepahit apapun kenangan itu, kata Jennifer L. Armentrout, lebih baik daripada tidak ada kenangan sama sekali.

Begitulah suasana kebatinan saat Marsekal Fadjar melaksanakan kunker di Lanud Sultan Hasanuddin. “Saya lahir dan besar di sini, banyak meninggalkan kenangan dalam perjalanan karier,” ujar Fadjar. Selain menjadi Pangkoopsud II, Letda Pnb Fadjar “Bobcat” Prasetyo mengawali karier sebagai penerbang A-4 Skyhawk di Skadron Udara 11.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melihat daftar komandan Kosek II. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Seperti halnya saat ketibaan di Manado, pesawat Boeing B737-400 A-7306 Skadron Udara 17 yang diterbangkan Mayor Pnb Irwanda Syafriandi disambut hujan gerimis saat mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin pada Selasa (10/5/2022). KSAU disambut Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Ina Kartika Sari serta pejabat Forkopimda dan TNI Polri.

Selama di Makassar, KSAU meninjau kesiapan Kosek (Komando Sektor) II Makassar dan Mako Koopsud II. Di kedua satuan strategis ini, KSAU melihat langsung ruang kendali operasi udara Kosek II dan pusat pengendalian operasi Koopsud II.

Di ruang kendali operasi udara Kosek II, KSAU meminta Asintel Koopsud II untuk memberikan update situasi terakhir ruang udara di Indonesia Tengah dan Timur. KSAU juga sempat berbicara langsung dengan penerbang Lanud Iswahjudi yang tengah melaksanakan latihan rutin di training area Magetan.

Dalam paparan komando Pangkoopsud II kepada KSAU, Marsda TNI Minggit Tribowo menyampaikan kesiapan satuan di jajaran Koopsud II. Koopsud II membawahi 13 pangkalan udara. Seperti Lanud Iswahjudi, Lanud Abdulrahman Saleh, Lanud Dhomber, Lanud Sam Ratulangi, dan Lanud El Tari.

Sedangkan skadron udara terdiri dari Skadron Udara 3, 4, 5, 11, 14, 15, 21, 32, 33. Termasuk tiga Skadron Teknik yaitu Skatek 022, 042, dan 044.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berbicara langsung dengan penerbang yang tengah latihan di training area Madiun. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Di hadapan 290 prajurit TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin, KSAU memberikan pengarahan singkat dan padat. KSAU menjelaskan bahwa tujuan kunker adalah untuk melihat kesiapan satuan yang ditinjau, termasuk fasilitas dan personel yang mengawakinya.

“Saya mengapresiasi pencapaian yang ada dan kegiatan berjalan lancar, khususnya dalam operasi penerbangan tidak ada yang menonjol, ini kebahagiaan saya pribadi dan seluruh pejabat di Mabesau,” ungkap Marsekal Fadjar.

KSAU meminta seluruh jajaran Koopsud II mulai dari Pangkoopsud, para Danlanud, Dankosek, Danwing Kopasgat dan semuanya untuk mempertahankan dan meningkatkannya. “Saya mengapresiasi karena tidak ada hal menonjol yang bisa mencemarkan nama baik TNI AU. Terima kasih atas kerja keras semuanya,” kata KSAU.

Terkait rencana pembangunan kekuatan TNI AU, KSAU menjelaskan secara singkat pengadaan alutsista yang selama ini ramai diberitakan. “Semua betul, ada pengadan pesawat baru karena Menhan Pak Prabowo Subianto sangat concern dengan kemampuan udara. Direncanakan pengadaan alutsista baru dan modernisais alutsista yang ada,” beber KSAU.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyimak pertanyaan seorang tamtama terkait sosial media. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dalam kaitan ini, menjadi penekanan KSAU adalah menyiapkan personel (SDM) yang akan mengawakinya. “Tidak akan ada artinya modenisasi alutsista kalau SDM tidak mumpuni dan tidak sanggup atau tergagap dengan perencana tersebut,” jelas Fadjar.

Mabesau bertanggung jawab dalam menyiapkan personel, berdasakrna potensi yang ada di setiap satuan kerja. “Saya tuntut kalian harus siap apabila terpilih dalam pengawakkannya,” kata KSAU.

Untuk itu, KSAU meminta para komandan satuan agar selalu turun ke bawah sebagai bentuk tanggung jawab pembinaan kepada anggotanya.

“Komandan harus lebih sering laksanakan Jamdan (jam komandan), itu waktu yang sangat penting, bagaimana hubungan atasan dan bawahan. Sehingga apa disampaikan atasan dan masukan bawahan dapat ditampung. Kalau ada masalah seperti terkait sosmed, bicarakan dengan kawan, atasan, komandan, dan senior. Jangan sampai ada anggota mengambil keputusan sendiri yang akan merugikan dirinya sendiri dan TNI AU,” tutur KSAU panjang lebar.

Fadjar mengingatkan kepada seluruh prajurit, bahwa mereka sudah dibentuk dalam lembaga pendidikan dengan pengorbanan waktu dan biaya. “Kalian sudah dididik mahal, sayang kalau hanya karena hal sepele, semua menjadi hancur,” kata KSAU.

Pengarahan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo kepada anggota Lanud Sultan Hasanuddin. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dalam sesi tanya jawab, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan kembali tentang rencana pengadaan radar. Menurut KSAU, TNI AU akan mendapatkan 25 unit radar GCI (Ground Control interception) baru. “Semoga bisa segera terwujud, meski 25 radar tapi belum cukup karena luasnya wilayah negara kita,” urai KSAU.

Guna lebih meningkatkan profesionalisme prajurit dan sebagai bagian dari konsepsi untuk menjadikan TNI AU sebagai angkatan udara yang disegani di Kawasan, think tank Mabesau juga tengah menggodok rencana optimalisasi satuan intelijen (Intelud). Kedepannya, lingkup tugas dan tanggung jawab intelijen akan dipisahkan antara intelijen udara dan intelijen teritorial.

“Untuk menuju ke arah itu, tentu kita butuh akuisisi teknologi baik teknologi pencitraan satelit atau dari pesawat,” jelas KSAU.

Ide-ide kreatif dan inovatif lainnya yang dimatangkan Mabesau adalah pemikiran pembentukan Wing di lingkungan operasi penerbangan. Seperti Wing 5 sebagai unsur pembinaan misi khusus seperti surveillance, command and control dan sebagainya. Wing 3 untuk air combat, Wing 2 untuk air mobility, dan Wing 4 untuk rotary wing. “Ini masih diskusi, kita membuka usulan dari semua pihak di TNI AU,” urai KSAU.

Dalam pengarahannya, Marsekal Fadjar secara implisit mengingatkan kembali tentang pembagian tugas dan tanggung jawab skadron operasional. Pembebanan itu menjadi kelaziman, baik untuk mengoptimalkan skadron udara maupun dalam rangka mengurangi beban penerbang khususnya penerbang tempur.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyapa prajurit Yonko 466 Kopasgat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Karena itu di lingkungan angkatan udara dibentuklah beberapa skadron dengan kemampuan berbeda. Seperti skadron tempur strategis, skadron tempur taktis, skadron angkut strategis, skadron angkut taktis, dan skadron latih (LIFT).

“Load penerbang penerbang tempur sangat berat, tidak bisa semua berbuat semua,” jelas KSAU.

Untuk skadron angkut berat di jajaran Koopsud II, KSAU telah memutuskan untuk merelokasi semua pesawat angkut C-130 Hercules hasil hibah Angkatan Udara Australia di Skadron 33. Saat ini, dari sembilan pesawat, delapan unit sudah berada di Skadron 33. sisa satu unit dalam penyiapan di Skatek.

Sebelum kembali ke Jakarta, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo membezuk Prada Reza Gilang Setya Pangestu yang dirawat di RSAU dr. Dody Sardjoto, Makassar. Anggota Satpom Lanud Sultan Hasanuddin ini terjatuh saat bekerja yang mengakibatkan patah tulang rahang.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply