MYLESAT.COM – Lanud Leo Wattimena yang berada di Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, adalah pangkalan udara TNI AU paling utara. Posisinya hampir sejajar dengan Lanud Raden Sadjad di Natuna, Kepulauan Riau jika ditarik garis lurus.
Pulau Morotai sendiri menyimpan cerita yang tak akan habis dikisahkan. Pulau ini berhasil direbut Jenderal Douglas MacArthur saat Perang Pasifik dari tentara Jepang untuk dijadikan tumpuan guna membebaskan Filipina dan selanjutnya menyerang Jepang.

KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo mengunjungi Museum Perang Duni II dan Trikora di Morotai. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Di Pulau Morotai inilah Jenderal MacArthur menyusun strategi menyerang Jepang. Lama dia bermukim di Morotai sehingga meninggalkan banyak kenanangan seperti gua kecil tempat mandi MacArthur. Ia kemudian membangun pangkalan militer dan tujuh landasan di Morotai serta rumah sakit besar dengan kapasitas 1.900 tempat tidur.
Karena letaknya yang strategis itulah, Lanud Leo Wattimena sering disebut-sebut akan dikembangkan sebagai pangkalan induk TNI di pulau terluar seperti halnya Pulau Natuna dan Saumlaki.
Di pulau yang penuh kenangan perang inilah KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo beserta Ketua Umum PIA Ardhya Garini Inong Fadjar Prasetyo mengakhiri kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Sejak Minggu, 3 Juli hingga Rabur, 6 juli 2022, KSAU melakukan kunjungan kerja di kedua provinsi ini. Selain untuk meninjau pelaksanaan Karya Bakti dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU 2022, KSAU juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menemui prajurit di daerah.
Bertempat di Balai Prajurit Lanud Leo Wattimena, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit yang berdinas di pulau terluar ini.
KSAU memuji para prajurit dengan mengatakan, meskipun berada di pulau terluar dan terdepan wilayah utara Indonesia, para prajurit Lanud Leo Wattimena telah menunjukkan kinerja yang baik.

Personel Lanud Leo Wattimena menyampaikan aspirasi kepada KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Salah satu indikasinya adalah saya tidak melihat ada kesalahan atau laporan pelanggaran,” ungkap KSAU memberi pujian.
Sebelum menemui prajurit, KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo menyempat sejenak melihat “Museum Perang Dunia II dan Trikora” yang berada tidak jauh dari Lanud Leo Wattimena. KSAU dan Ibu Inong juga meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Angkasa, Lanud Morotai.
Menurut Ibu Inong Fadjar Prasetyo, MTs Angkasa merupakan sekolah madrasah pertama dan satu-satunya yang dikelola oleh Yayasan Ardhya Garini (Yasarini). Peresmian MTs Angkasa dihadiri Gubernur Maluku Utara H. Gani Kasuba, Lc., Bupati Morotai Muhammad Umar Ali, S.E., Forkompimda Morotai dan para guru MTs Angkasa.
“Pertama kali ke Morotai, kesan saya luar biasa, saya sangat mengapresiasi kinerja semua prajurit, lanjutkan pengawakan Lanud Leo Watimena dengan baik,” ujar KSAU saat tatap muka dengan prajurit di Aula Leo Wattimena, Rabu (6/7/2022).
Lanud Leo Wattimena dipimpin oleh Komandan Lanud Kolonel Pnb Erick Taufiq Nurdin.
KSAU mengingatkan kepada seluruh personel agar selalu menjaga hubungan baik dengan Pemda dan masyarakat. “Hal ini menjadi tanggung jawab semua prajurit dan PNS Lanud Leo Wattimena dalam rangka menjaga nama baik TNI AU,” KSAU memberi penekanan.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi TK Angkasa Lanud Leo Wattimena. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Dalam forum tanya jawab dengan personel Lanud Leo Wattimena, KSAU memberikan perhatian kepada putra-putri Morotai untuk bisa menjadi anggota TNI AU. Baik pada level tamtama, bintara, dan perwira.
KSAU menekankan peran Lanud dalam membina putra-putri Morotai agar bisa lolos dalam seleksi masuk prajurit TNI AU. Meski demikian, Marsekal Fadjar menegaskan bahwa siapapun yang akan menjadi prajurit TNI, yang penting adalah harus bisa melewati semua bentuk seleksi sesuai persyaratan yang ada.