Berikan Pelayanan Terbaik untuk Senior dan Mantan KSAU: “Ini Perintah Langsung Jatayu, Pak!”

0

MYLESAT.COM – Rangkaian kegiatan Hari Bakti TNI AU sudah selesai dengan puncak acara pada Jumat, 29 Juli 2022 di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara. Semua berucap syukur. Karena acara yang sedemikian padat dan pasti melelahkan bisa terlaksana dengan baik. Tidak terkecuali bagi KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Bagaimana tidak bersyukur. Setidaknya sepuluh mantan Kepala Staf Angkatan Udara menghadiri rangkaian acara ini. Sejak Rabu hingga Jumat.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo bersama para mantan KSAU menyaksikan defile pasukan upacara Hari Bakti TNI AU ke-75. Foto: Dispenau

Mulai dari Marsekal (Pur) Rilo Pambudi, Marsekal (Pur) Hanafie Asnan, Marsekal (Pur) Chappy Hakim, Marsekal (Pur) Djoko Suyanto, Marsekal (Pur) Herman Prayitno, Marsekal (Pur) Imam Sufaat, Marsekal (Pur) Ida Bagus Putu Dunia, Marsekal (Pur) Agus Supriatna, Marsekal (Pur) Hadi Tjahjanto, dan Marsekal (Pur) Yuyu Sutisna.

Memang kesepuluh mantan KSAU ini tidak bisa selalu hadir berbarengan. Di setiap rangkaian acara yang padat dan menyita tenaga itu, satu-tiga di antaranya tidak bisa hadir.

Di antara kesepuluh mantan KSAU ini, Rilo Pambudi yang lahir pada 29 Desember 1942 adalah yang tertua. Tidak hanya itu, KSAU ke-11 ini juga tercatat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara paling senior yang masih hidup.

Keakraban KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan para mantan KSAU saat golf bersama di AAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Karena alasan usia itu pula oleh Marsekal (Pur) Djoko Suyanto, Pak Rilo disebut sebagai Ketua Dewan Syuro-nya para Jatayu. Jatayu adalah callsign untuk seorang KSAU.

Pengakuan itu disampaikan mantan Panglima TNI dan Menkopolhukam ini saat didaulat memberikan sambutan pada malam sambung rasa di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada Kamis (28/7/2022).

“Sebenarnya saya tidak pas memberikan sambutan ini, karena ada yang lebih tepat yaitu Pak Rilo ….., beliau adalah Ketua Dewan Syuro-nya para Jatayu,” aku Djoko Suyanto yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sejak hari pertama acara yaitu olah raga golf bersama KSAU di Lapangan Golf AAU, Marsekal Fadjar Prasetyo sudah menunjukkan perhatian yang demikian besar kepada para seniornya.

Tidak sekali dua kali Fadjar memberikan respek dan perhatian kepada seniornya. Baik dalam bentuk perbuatan, ucapan maupun sikap yang ditunjukkan.

KSAU dan para wisudawan purnawira usai mengikuti upacara ziarah di Monumen Perjuangan Ngoto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Selain diikuti oleh para mantan KSAU, golf bersama ini juga melibatkan puluhan perwira tinggi dari masa ke masa. Terlihat para mantan wakil KSAU, mantan Pangkoopsud, mantan Asisten KSAU, mantan Dankopasgat dan purnawirawan perwira tinggi lainnya. Semua berbaur menjadi satu.

Jika boleh disebut, sedikit ‘kemewahan’ diberikan kepada para mantan KSAU oleh Marsekal Fadjar sebagai bentuk sikap hormat yunior kepada seniornya.

Mulai dari pelayanan akomodasi sejak pemberangkatan dari Lanud Halim Perdanakusuma, ketibaan di Lanud Adisutjipto yang segera diikuti oleh rangkaian acara yang padat merayap.

Setiap mantan KSAU dan istri diberikan pendamping (LO) guna memudahkan dan melancarkan dalam mengikuti kegiatan. Secara khusus KSAU bahkan berpesan kepada panitia untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para senior.

“Jangan sampai ada di antara beliau yang kecewa atau merasa dibedakan,” ungkap seorang bintara berpangkat sersan satu kepada mylesat.com.¬†“Ini perintah langsung Jatayu, Pak,” tambahnya sambil menyeruput kopi.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan mantan KSAU Marsekal (Pur) Chappy Hakim. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pada saat golf bersama, setiap mantan KSAU didampingi oleh seorang purnawirawan yang memiliki riwayat kedekatan dengan para Jatayu. Seperti Marsekal (Pur) Rilo Pambudi, didampingi oleh Marsma (Pur) Nanok Soeratno yang dikenal dekat dengan Pak Rilo dan menjadi Komandan Detasemen Markas Mabesau di era kepemimpinan Rilo.

Sebelum meninggalkan lapangan golf, KSAU tidak lupa menghampiri para seniornya untuk sekadar menyapa, bersalaman, dan foto bersama.

Acara demi acara terus mengalir dan bisa disiapkan panitia berkat koordinasi yang apik. Pastinya tidak mudah, karena melibatkan banyak sekali purnawirawan TNI AU.

Namun dengan kesiapan prima yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, semuanya bisa berjalan on the track hingga hari terakhir.

Sekali lagi KSAU menunjukkan sikap hormatnya saat pelaksanaan Wisuda Purnawira terhadap 60 perwira tinggi TNI AU di Gedung Handrawina, AAU.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo bersama para mantan KSAU di ruang Dono Indarto, Mako Akademi Angkatan Udara. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Prosesi acara ini cukup menyita waktu karena KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo harus menemui para wisudawan satu demi satu. KSAU memberikan ucapan selamat dan menyerahkan Pisau Bhuwana Sakti, dilanjutkan oleh Ibu Inong yang menyerahkan hand bouquet kepada pendamping. Acara ini berlangsung satu jam lebih.

Tradisi ini diawali dengan ucapan selamat dan penyerahan cinderamata kepada Marsekal (Pur) Hadi Tjahjanto dan Marsekal (Pur) Yuyu Sutisna. Selanjutnya dimulai dari sisi kiri aula Handrawina, KSAU dan Ibu Inong mulai memberikan ucapan selamat yang diawali kepada Marsdya (Pur) Fahru Zaini Isnanto.

Baru memberikan ucapan selamat kepada dua wisudawan, Marsekal Fadjar rupanya cepat membaca situasi. Tidak terbayang penat yang ditanggung wisudawan karena harus berdiri menunggu giliran didatangi KSAU.

Memandang ke sekeliling ruangan yang luas saat para wisudawan berdiri menunggu giliran dalam lingkaran besar, Marsekal Fadjar langsung memanggil panitia untuk menyampaikan kepada para wisudawan agar dipersilahkan untuk duduk saja.

Foto bersama KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan para mantan KSAU beserta istri lobi utama Muspusdirla. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Fadjar Prasetyo akhirnya melepas para senior yang memasuki masa purnabakti dan siap memasuki dunia sipil tanpa ada lagi atribut militer yang selama sekitar 35 tahun melekat pada diri mereka.

“Saat nanti para wisudawan melangkah melewati jajar kehormatan, saat itu pulalah terukir tinta emas kebanggaan dan kehormatan, atas pengabdian tanpa batas yang menjadi tonggak sejarah TNI Angkatan
Udara dan bangsa Indonesia,” ucap KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebelum melepas wisudawan melewati jajar kehormatan Taruna AAU.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply