Agar Lebih Paham, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tonny Hardjono Ajak Coffee Morning Awak Media

0

MYLESAT.COM – Peran media massa sangatlah besar dalam membantu menyebarluaskan informasi yang berkualitas dan terpercaya. Teori itulah yang dipakai Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsdya TNI M. Tonny Hardjono dengan menggelar coffee morning bersama wartawan ibukota, Kamis (19/02/2023).

Baca Juga:

Media dinilai mampu menggiring publik untuk lebih mengenal organisasi Koopsudnas yang baru diresmikan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada 28 Januari 2022, hampir setahun yang lalu.

“Beberapa hari lagi kami akan memperingati hari jadi yang pertama, momentum yang penting untuk Koopsudnas yang baru dibentuk,” ungkap Marsdya Tonny Hardjono.

Terkait rencana HUT pertama Koopsudnas, Tonny mengatakan akan dirayakan secara sederhana. Beberapa kegiatan dilaksanakan seperti donor darah, santunan anak yatim, pertandingan olahraga, upacara, dan syukuran.

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tonny Hardjono. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Penerbang pesawat Sukhoi Su-27/30 Flanker ini yakin bahwa media dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan berbagai program yang dilaksanakan Koopsudnas dan TNI AU secara umum, pun memberikan feedback.

Sesuai konsepsi yang ada, media memiliki empat fungsi yaitu untuk memberi informasi, fungsi edukasi (to educate), fungsi menghibur (to entertain) dan fungsi kontrol sosial.

Saat memberikan sambutan, Pangkoopsudnas Marsdya TNI M. Tonny Hardjono memberikan ilustrasi dibentuknya Koopsudnas, dengan dilikuidasinya Kohanudnas serta alih kodal Koopsud I, II, III, dan Kopasgat.

Embrio Koopsudnas sudah ada sejak era pasca Kemerdekaan seiring meningkatnya intensitas konfik di dalam negeri. Beberapa operasi udara dilaksanakan AURI (TNI AU) di Sumatera (PRRI) dan di Sulawesi (Permesta). Setelah itu dengan Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat tahun 1961, dibentuklah Komando Pertahanan Udara Gabungan (Kohanudgab) yang menjadi embrio Kohanudnas.

Kohanudgab dibentuk untuk melindungi pusat offensif Mandala Yudha yaitu Wilayah Indonesia Timur. Kohanudgab terdiri dari Kohanud Angkatan Darat, Kohanud Angkatan Laut, dan Kohanud Angkatan Udara.

Pada 1962, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden pada 9 Februari 1962 tentang dibentuknya Kohanudnas. Selanjutnya 9 Februani ditetapkan sebagai hari jadi Kohandunas.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meresmikan pergantian nama Kohanudnas menjadi Koopsudnas pada 21 Januari 2022.

Marsdya Tonny Harjono dilantik menjadi Pangkoopsudnas pada 6 Desember 2022. Alumni AAU 1993 ini lahir sebagai penerbang tempur dan memulai kariernya di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. “Sejak kedatangan Sukhoi tahun 2005, saya diboyong ke Makassar dan sejak itu menjadi penerbang Sukhoi,” ujar Tonny.

Dijelaskan Tonny, tugas Koopsudnas terdiri dari dua aspek yaitu Operasi (Kotamaops) dan Pembinaan (Kotamabin) TNI AU.

Tugas Koopsudnas sebagai Kotamaops, adalah menyelenggarakan operasi pertahanan matra udara dan penegakkan hukum sesuai kebijakan Panglima TNI, serta menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai peraturan perundang undangan.

Baca Juga: 

Tugas Koopsudnas sebagai Kotamabin menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kesiapan operasional satuan dalam jajarannya, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

“Semua kegiatan TNI AU bersifat operasional itu ada di sini, mudah-mudahan dengan sedikit penjelasan ini bisa menjadi gambaran tugas pokok Koopsudnas,” kata Tonny yang sempat terlibat program pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan di fase awal.

Dalam tugasnya menjaga wilayah udara nasional, Koopsudnas dilengkapi tidak hanya alutsista bersifat penindak seperti pesawat tempur, tapi juga puluhan satuan radar yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Jumlah radar akan terus ditambah sesuai rencana pembangunan TNI AU.

Pada beberapa wilayah yang belum terkaver radar militer, TNI AU bekerja sama dengan radar sipil milik Airnav di bawah program MCC (Military Civil Coordination). “TNI AU merencanakan yang terbaik untuk pertahanan udara nasional,” unggah mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini.

“Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita bisa terus bekerja sama,” kata Marsdya TNI Tonny Hardjono.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply