MYLESAT.COM – Pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui penjualan 20 peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 ke Belanda.
Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DCSA) militer AS mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan hingga 20 peluncur M142 beserta rudal-rudalnya, yang bernilai hingga 670 juta dolar AS.
M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) adalah peluncur roket ganda ringan yang dikembangkan pada akhir 1990-an untuk Angkatan Darat Amerika Serikat. HIMARS dipasang pada kerangka truk Family of Medium Tactical Vehicles (FMTV) standar Angkatan Darat AS.
Paket tersebut termasuk peralatan pendukung dan komunikasi, dan pod rudal hulu ledak alternatif Sistem Roket Peluncur Ganda Berpemandu M30A2 dengan sistem pendorong amunisi yang tidak sensitif.
“Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan tujuan militer Belanda untuk memperbarui kemampuan sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya,” kata DSCA dalam pengumumannya.
Sistem HIMARS adalah artileri yang dapat bergerak sendiri dengan pod roket di bagian belakang. Sistem ini dapat menembakkan roket dan rudal. Sistem ini digunakan secara efisien, memungkinkan operasi yang cepat.
HIMARS adalah sistem peluncur rudal beroda yang dirancang untuk penyebaran cepat, mampu meluncurkan beberapa serangan artileri berpemandu pada target jarak jauh.
Sistem rudal ini dapat membawa satu pod berisi enam roket berpemandu atau satu pod berisi rudal jarak jauh.
Roket-roket tersebut dapat menembak hingga 70 km sementara peluru kendali dapat menembak hingga 270 km. Terkait konflik Rusia-Ukraina, AS mengirimkan empat peluncur HIMARS ke Ukraina pada tahun 2022.