Hanya beberapa bulan sejak diaktifkan sebagai pasukan elite Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) untuk pertama kali sejak berakhirnya Perang Dunia II, Jepang berencana mengirim Marinir mengikuti latihan maritim pertama sebelum akhir tahun ini.
Jepang mengakui bahwa ARDB mengambil model dari US Marine Corps (USMC), pasukan marinir yang dijadikan rujukan. Jepang secara resmi menerima saran dari penasihat militer AS untuk formasi ARDB.
Baca:Â Setelah Vakum Lebih 70 Tahun, Jepang Aktifkan Kembali Pasukan Marinir
Jepang membekukan militer setelah PD II. Namun dalam beberapa tahun terakhir, militer Jepang kembali menguat dan membesar secara skala seiring ancaman konflik terbuka dengan China di Laut China Selatan.

Marinir Jepang menggunakan senapan Howa Type 89 kaliber 5,56x45mm. Terlihat senapan ini model solid stock.
Jepang mengaktifkan ARDB pada akhir Maret. ARDB melaksanakan latihan pertama pada April lalu.
Tokyo tidak menyebutkan dimana ARDB akan ditempatkan. Namun sejumlah pengamat mengatakan bahwa Pulau Senkaku yang juga diklaim China sebagai Pulau Diaoyu Islands dan Taiwan sebagai Pulau Diaoyutai, mungkin menjadi area operasi ARDB.
Pasukan marinir Jepang ini berkekuatan 2.100 personel. Selain untuk kebutuhan perang, seperti halnya USMC, ARDB juga siap digerakkan untuk menanggulangi bencana dimanapun.
Sejumlah pengamat menilai, Jepang akan menjadi kekuatan militer paling menentukan di Asia Timur pada tahun 2040.
Teks: beny adrian