MYLESAT.COM – Peter Debbins yang mantan anggota US Army Special Forces “Green Berets”, ditangkap karena memasok data rahasia militer AS ke agen Rusia dan menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup.
Mantan anggota Angkatan Darat Amerika Serikat ini ditangkap pada Jumat (21/8) dengan tuduhan bersekongkol dengan agen intelijen Rusia untuk memberi mereka informasi seputar pertahanan Amerika Serikat.
Baca Juga:
- Begini Program Rahasia Soviet Memburu Intel Udara Dragon Lady
- Besar Jasanya, TNI AU Akan Muliakan Monumen Cureng Sebagai Bukti Perjuangan
Penangkapan itu disampaikan Departemen Kehakiman AS pada hari yang sama.
“Menurut dokumen pengadilan, dari Desember 1996 hingga Januari 2011, Peter Rafael Dzibinski Debbins (45) yang mantan anggota Angkatan Darat AS, diduga bersekongkol dengan agen dinas intelijen Rusia. Selama waktu itu, Debbins secara berkala mengunjungi Rusia dan bertemu dengan agen intelijen Rusia,” kata Departemen Kehakiman AS.
“Pada tahun 2008, setelah meninggalkan dinas aktif, Debbins mengungkapkan kepada agen intelijen Rusia informasi rahasia tentang kegiatan sebelumnya saat ditempatkan di Special Forces. Debbins juga memberi agen intelijen Rusia nama, dan informasi tentang, nama-nama mantan timnya saat di Special Forces sehingga agen Rusia dapat mengevaluasi apakah akan mendekati anggota tim itu untuk mengajak mereka bekerja sama dengan dinas intelijen Rusia,” menurut siaran pers.
Departemen Kehakiman AS mencatat bahwa jika terbukti bersalah, Debbins menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.
Debbins adalah mantan pejabat pemerintah kedua dalam beberapa hari terakhir yang dituduh melakukan aksi spionase.
Mantan anggota CIA yang kemudian bekerja dengan kontrak sebagai penerjemah di FBI, Alexander Yuk Ching Ma, ditangkap minggu lalu atas tuduhan memberikan informasi rahasia kepada pemerintah China.