MYLESAT.COM – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Eko Margiyono, memimpin acara laporan korps serah terima jabatan Irkostrad dan pelepasan Wair Kostrad di ruang Mandala Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/12).
Mayjen TNI Achmad Marzuki menyerahkan jabatan Irkostrad kepada Mayjen TNI Raden Tjahja Komara. Selain itu Pangkostrad melepas Wakil Inspektur Kostrad Brigjen TNI Sidhi Purnomo yang akan memasuki masa pensiun.
Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono mengatakan, serah terima jabatan merupakan dinamika organisasi yang bertujuan sebagai kaderisasi dan pembinaan karier serta peningkatan kinerja dalam rangka menjawab tantangan tugas mendatang.
Karena pembinaan personel ke depan harus betul-betul selektif utamanya dalam menentukan kader-kader pimpinan satuan, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan benar secara obyektif serta melaksanakan Reward And Punishment secara tepat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mayjen TNI Achmad Marzuki serahkan jabatan Irkostrad kepada Mayjen TNI Raden Tjahja Komara. Wakil Inspektur Kostrad (kanan) Brigjen TNI Sidhi Purnomo akan memasuki masa pensiun. Foto: Kostrad
Pangkostrad menyampaikan terima kasih dan penghargaan besarnya kepada Mayjen TNI Achmad Marzuki atas kinerja, dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya. Sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Pangkostrad juga mengucapkan ”selamat datang” dan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan pimpinan TNI AD kepada Mayjen TNI Raden Tjahja Komara.
“Jadikan jabatan sebagai wahana pengembangan karier serta pengaplikasian kepemimpinan dan manajerial yang efektif,” kata Pangkostrad.
Pangkostrad mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan yang kita miliki saat ini merupakan kepercayaan pimpinan dan amanah yang harus kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan organisasi, oleh karena itu laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.
Pangkostrad mengajak para perwira untuk menumbuhkembangkan semangat jiwa korsa melalui sikap teladan dan pola kepemimpinan yang dikembangkan di satuan masing-masing. Sehingga jiwa korsa yang terbentuk dapat bermanfaat bagi satuan dan menjadi kekuatan moral dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas.