MYLESAT.COM – Sedikit kenangan yang tercecer terungkap saat KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo meresmikan Hanggar Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hassanuddin, Makassar, Selasa (10/8/2021). “Di sini dulu skadron yang menjadi tempat awal pengabdian saya di TNI AU,” aku Marsekal Fadjar dalam pidato sambutannya.
Marsekal Fadjar memang bukan penerbang C-130 Hercules yang menjadi kekuatan Skadron 33 yang memiliki callsign “Unicorn”. Letda Pnb Fadjar “Bobcat” Prasetyo memulai kariernya di TNI AU sebagai penerbang pesawat tempur A-4 Skyhawk di Skadron Udara 11 pada tahun 1990.
Baca Juga:
Seiring berakhirnya pengabdian pesawat Skyhawk di TNI AU, lokasi Skadron 11 direlokasi ke tempat lain di Lanud Sultan Hasanuddin yang bersebelahan dengan Skadron Udara 5. Saat ini Skadron 11 diperkuat pesawat Sukhoi Su-27/30 Flanker.

Dalam sambutannya, KSAU Marsekal Fadjar menyebutkan bahwa hanggar Skadron 33 di bangun di atas lahan bekas hanggar Skadron 11. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Hanggar yang mampu menampung dua Hercules ini dibangun di atas lokasi bekas hanggar pesawat A-4 Skyhawk,” tambah KSAU lagi.
Skadron 33 diresmikan pada 14 Juni 2019 untuk memperkuat armada pesawat angkut strategis TNI AU di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, Skadron 33 yang dipimpin Letkol Pnb Ari Susiono diperkuat empat pesawat C-130H Hercules.
Wilayah operasi Skadron 33 Unicorn mencangkup seluruh wilayah Indonesia, namun desain awal Skadron ini adalah untuk meningkatkan interoperability dengan matra lain.
Peresmian Skadron 33 ditandai penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti bersama oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo didampingi Komandna Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Danet Hendriyanto.

KSAU menandatangani prasasti peresmian hanggar Skadron 33 didampingi Komandan Skadron Letkol Pnb Ari Susiono dan Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Usai peresmian, KSAU melakukan peninjauan hanggar dan menyerahkan dua kendaraan operasional kepada Komandan Lanud Hasanuddin dan Komandan Wing 5.
Dalam sambutannya KSAU mengatakan bahwa keberadaan Skadron 33 adalah untuk memperkuat kekuatan udara di Indonesia Timur.
“Dua tahun yang lalu seiring pengembangan dan validasi organisasi TNI AU, kita sudah meresmikan Skadron Udara 33 sebagai salah satu skadron angkut yang memiliki peran penting di wilayah Timur Indonesia,” tegas KSAU.
KSAU mengingatkan bahwa pada saat pembentukannya, kondisi Skadron 33 sangat jauh dari memadai. Keterbatasan dalam semua hal. Namun mengingat nilai strategisnya, skadron tetap diresmikan dengan fasilitas yang masih sederhana.
“Sebagai pimpinan TNI AU saya sangat bangga dengan pengabdian Skadron 33, meski di usia pengabdian masih sangat muda,” puji KSAU. Karena sejak kehadirannya, Skadron 33 Unicorn sudah banyak mengukir prestasi dengan berhasil menjawab berbagai tantangan tugas.

KSAU memberikan beberapa masukan saat meninjau hanggar Skadron Udara 33. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Baik dalam mendukung misi TNI maupun operasi militer selain perang. Skadron 33 telah berhasil menjawab berbagai tantangan tugas yang diamanahkan dengan baik.
Ditambahkan KSAU, tugas yang dilaksanakan Skadron 33 adalah tugas mulia. Tidak sedikit dari misi yang telah dilaksanakan berkaitan langsung dengan keselamatan warga negara Indonesia.
“Karena itu pimpinan menaruh perhatian kepada kesiapan skadron udara ini termasuk kesiapaan personel serta sarana, prasarana dan fasilitas pendukung,” ungkap KSAU.
Dengan selesainya pembangunan hanggar dan fasilitas ini, KSAU berharap bisa meningkatkan moril segenap personel Skadron 33. Sekaligus meningkatan kontribusi skadron dalam melaksanakan berbagai misi yang diamanahkan dengan hasil optimal.
Hanggar Skadron 33 dibangun selama dua tahun. Untuk membangun hanggar baru ini, hanggar sebelumnya yang digunakan oleh Skadron 11 telah dirubuhkan. KSAU yakin, pemilihan lokasi ini adalah yang terbaik sesuai kondisi yang ada.
“Untuk itu saya meminta personel Skadron 33 untuk merawat dan menjaga hanggar ini beserta seluruh fasilitas yang ada di dalamnya dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” kata Marsekal Fadjar.
KSAU mengakui bahwa fasilitas yang dimiliki Skadron 33 belum lengkap. Masih perlu membangun beberapa fasilitas lainnya untuk melengkapi Skadron. Semua itu menjadi komitmen pimpinan TN I AU dalam memenuhi berbagai kebutuhan Skadron secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dan skala priorotas yang sudah direncanakaan.

Foto bersama KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan pejabat TNI AU lainnya di depan hanggar Skadron Udara 33. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Usai meresmikan, Marsekal Fadjar berkeliling untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di dalam hanggar. Seperti gudang spare parts, ruang briefing, dan ruang komandan.
KSAU sempat memberikan beberapa masukan seperti memperbanyak penanaman pohon dan memperhatikan lokasi engine wash yang terlalu dekat dengan bangunan lainnya.
Sebelum meresmikan hanggar Skadron Udara 33 Unicorn, KSAU meninjau pembangunan baseops Lanud Sultan Hasanuddin yang sudah mencapai 49 persen. Termasuk memeriksa kondisi taxiway.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Selasa tanggal 10 Agustus 2021 pukul 12.00 WITA, hanggar Skadron Udara 33 saya nyatakan dengan resmi digunakan,” ucap KSAU menutup sambutannya.