Komuniti

Pengaruh Militer Kuat dalam Fashion, Ini Buktinya

Tren fashion di Indonesia sering dipengaruhi oleh militer. Hari-hari ini kita masih digandrungi pemakaian jaket bomber atau  TAD (Triple Aught Design) Shark Skin itu yang kerap dikenakan pasukan militer.

Nah, menurut highsnobiety.com, dunia militer telah memberikan pengaruh besar terhadap fashion. Pengaruh itu bahkan puluhan tahun. Berikut sejumlah item militer yang melekat di dunia fashion.

The Necktie

Saat tentara bayaran Kroasi tiba di Paris dalam Perang 30 Tahun (1618-1648), mereka mengenakan seragam berupa selendang cerah yang diikat erat-erat di leher sehingga membuat mereka pingsan saat bermanuver. Tentara Perancis lalu meniru namun syal yang dipakai lebih longgar. Perancis menyebutnya La Croate dan kemudian La Cravate. Sekarang disebut necktie alias dasi.

Khakis

Warna khaki digunakan pertama kali oleh tentara Inggris. Tahun 1840-an saat Harry Lumsden, komandan di unit kavaleri Bengal, memperkenalkan bahwa tunik merah yang ketat dengan stok tinggi bukanlah pakaian yang sesuai untuk perang di dataran tinggi Punjab yang panas. Lumsden memberi anak buahnya katun kasar dan piyama, jaket katun semuanya dicat dengan mazari, tanaman lokal yang mengubah semuanya menjadi kecoklatan. Barang-barang kulit itu dicelup jus murbei, yang menghasilkan nada lebih kekuningan. Kedua warna itu dikenal sebagai khaki, dari kata Persia “khak,” yang berarti tanah, debu atau abu.

Trench Coats

Di antara baju panjang yang menjadi warisan Inggris adalah trench coat alias mantel parit. Potongannya jadi identik dengan merk Burberry atau merk lain Aquascutum. Untuk yang terakhir, sejarahnya kembali ke tahun 1853, ketika perusahaan memproduksi mantel praktis untuk petugas yang berperang dalam Perang Krimea menggunakan wol tahan air yang dipatenkan. Thomas Burberry memasukan sebuah rancangan ke Kantor Perang pada 1901 untuk jas hujan yang dibuat menggunakan kain gabonine katun yang dipatenkan dan menampilkan kerah besar, kerah dan epiulet konvertibel.

Cardigan Sweaters

Nama Cardigan tak lepas dari James Brudenell, seorang jenderal dari AD Ingris dan 7th Earl of Cardigan. Ia memimpin Charge of the Light Brigade dalam Battle of Balaclava selama Crimean War.

Dr. Martens

Sepatu boot yang terkenal ini didesain oleh Klaus Martens, doktor Jerman dalam Perang Dunia II untuk kenyamanan prajurit.

Camouflage

Kamuflase dikatakan berasal dari istilah slang Parisian (menyamarkan) setelah tentara Perancis mulai mempekerjakan seniman untuk melukis artileri dan pos pengamatan mereka dalam pola yang sekarang ada di mana-mana, alih-alih sarung tangan putih dan pantalons mereka yang lebih tradisional.

Bomber Jackets

Selama Perang Dunia I, pesawat yang digunakan tidak menggunakan kanopi penutup kokpit. Sehingga pilot dan penembak harus mengenakan mantel untuk menghadapi dingin. Royal Flying Corps – dari Inggris mengenakan mantel kulit, Amerika mulai membagikan jaket kulit penerbang setelah September 1917. Awal 1930, US Air Corp perkenalkan A2 Bomber Jacket. Jaket terbuta dari kulit anjing laut dan cotton lining.

Desert Boots

Clark Desert Boot dibuat 1949 oleh Nathan Clark dan diperkenalkan di Chicago Shoe Fair tahun berikutnya.

Cargo Pants

Celana kargo pertama kali diketahui dipakai pada 1938 oleh tentara Inggris. Kargo ini bagian dari seragam mereka (Battle Dress Uniforms, BDU). Celana kargo awalnya menggunakan 1 kantong di sisi paha dan satu di pinggul depan. Celana kargo pertama digunakan militer Amerika tahun 1940-an. Kantong samping awalnya hanya dipakai oleh pasukan payung untuk memudahkan mengambil amunisi dan radio.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close