“Hari ini adalah hari ditandainya Bandara Wiriadinata sebagai enclave sipil. Dengan demikian, bandara di Tasik ini dapat dioperasikan untuk penerbangan sipil komersial,” ujar Agus, usai penandatanganan itu.
Menurut Agus, Presiden Jokowi menginstruksikan agar Bandara Wiriadinata bisa beroperasi dalam sebulan ke depan. Kemenhub memang sudah menyiapkan pengoperasian bandara tersebut.

Maskapai penerbangan Lion Air Group, Wings Air, memang sudah berencana untuk menerbangi rute Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma)-Tasikmalaya itu. Sejak beberapa tahun lalu wacana ini sudah disampaikan oleh Direktur Utama Wings Air, Achmad Hasan.
Bukan cuma Wings Air, Susi Air juga pernah berminat untuk terbang Jakarta-Tasikmalaya dengan Cessna Caravan berkapasitas 12 penumpang. Waktu itu, tiga-empat tahun lalu, pengusaha bus protes takut penumpangnya berkurang. Namun sekarang dengan kondisi jalan yang padat dan macet, sudah saatnya tranaportasi udara ikut berperan.
Agus menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar bandara milik TNI AU ini bisa operasi komersial. Sementara itu, terkait navigasi penerbangan, hanya dari satu sisi saja untuk lepas landas dan mendarat.
“Pepohonan dan semak di sisi utara runway itu perlu dipangkas agar sudut pendaratan pesawat lebih clear,” kata Agus, seraya mencontohkan, “Tadi lihat C295 yang dinaiki Pak Jokowi landing-nya agak di tengah karena ada semak-semak yang masih tinggi itu.”

Menurut Budi, masih ada 600 meter lahan di sisi selatan landasan pacu milik TNI AU yang bisa untuk perpanjangan landasan. Dia pun menyambut antusias dijadikannya Wiriadinata sebagai bandara komersial.
“Sejak tahun 2005 sudah ada usulan itu,” kata Budi. Bahkan sejak menjabat sebagai walikota tahun 2012, ia terus berupaya agar Tasikmalaya memiliki bandara komersial. Alasannya, potensi ekonomi kota dan sekitarnya sangat besar.
Dirjen Perhubungan Udara pun mengakui, perekonomian Tasikmalaya cukup maju dengan potensi yang besar. “Dengan adanya penerbangan ke sini, diharapkan perekonomiannya makin lebih baik lagi,” ucap Agus.
Terminal bandara pun akan dibenahi, terutama akses menuju teminal yang saat ini masih masuk ke sisi udara (air side). “Untuk sekarang akan dipagar dulu dan aksesnya di luar pagar. Nanti akan dibangun akses yang tidak melewati air side; di bagian barat daya,” jelas Agus.
Siapa yang akan membangun semua fasilitas untuk bandara komersial itu dan bagaimana pembagiannya, belum dibahas secara terinci. Namun, kata Agus, untuk pembangunan Bandara Wiriadinata akan maauk dalam rencana anggaran tahun 2018.
Untuk awalnya, rute penerbangan di Bandara Wiriadinata baru Jakarta-Tasikmalaya pp. Ke depan, kata Agus, bisa ada penerbangan ke/dari Solo dan Surabaya.
Dibukanya Bandara Wiriadinata sebagai enclave sipil, kata Agus, merupakan milestone atau tonggak dibukanya penerbangan jalur selatan Pulau Jawa. Sesuai pula dengan Nawa Cita ketujuh, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Teks: reni rohmawati