Menhan Israel: Jangan Uji Kami!

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman memperingatkan tetangga utaranya untuk tidak menguji kesabaran negeri Yahudi itu menyusul banyaknya kasus “peluru nyasar” dari Suriah.

Pada Sabtu kemarin, dua mortir mendarat di dekat pagar keamanan di Dataran Tinggi Golan Israel dalam insiden terakhir dalam satu minggu. 

Proyektil ini diyakini berasal dari pertempuran antara rezim Bashar Assad dan kelompok pemberontak di dekat kota Quneitra. Tidak korban luka dalam insiden itu.

Saat itu, Israel merespon dengan serangan balasan yang menargetkan sebuah pos militer Suriah di dekat markas Naba Fawar.

Menteri pertahanan Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa sementara Israel mempertahankan sebuah kebijakan untuk menghindari Perang Saudara Suriah yang mengamuk, pelanggaran terhadap kedaulatan teritorial negara tersebut tidak akan dapat ditolerir.

“Kami tidak memiliki niat untuk memasuki konflik, tapi saya menyarankan tetangga kami untuk tidak menguji kami,” ujar Lieberman kepada wartawan dalam sebuah briefing di markas militer Kirya di Tel Aviv, seperti dikutip Jerusalem Post.

“Kami tidak akan mentolerir spillover ke wilayah kami.”

Dia menambahkan bahwa Suriah dan Lebanon sudah tahu bahwa bukan ide bagus untuk menguji kekuatan militer Israel.

Selain itu, Lieberman menunjukkan bahwa Israel siap untuk mendukung proses perdamaian di Suriah – kecuali jika melibatkan Iran, Hizbullah atau Assad.

“Menjaga Assad tetap berkuasa bukan untuk kepentingan keamanan kita,” katanya kepada wartawan.

Meskipun Israel mengatakan bahwa mereka ingin tetap berada di luar perang sipil Suriah tujuh tahun, Lieberman mengatakan bahwa ada garis merah yang telah ditetapkan Yerusalem, termasuk penyelundupan persenjataan canggih ke Hizbullah dan kehadiran Iran di perbatasannya.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: