Tanpa Lantai, Cat, dan Jauh dari Sehat, Prajurit TNI Renovasi Penjara Wanita di Sudan

“Renovasi Penjara Wanita dikerjakan selama kurang lebih 35 hari oleh Pasukan Garuda, ini merupakan kegiatan Cimic (Civil Military Coordination) Satgas Indobatt-03 Konga XXXV-C/Unamid dalam kegiatan Qips (Quick Impact Projects) untuk membantu menciptakan lingkungan yang layak terhadap penghuninya,” tutur Letkol Inf Syamsul Alam.

Hal ini disampaikan Letkol Syamsul Alam saat peresmian Rumah Tahanan/ Penjara (Ardamata Prison) bagi wanita, Sabtu (8/7). Rumah tahanan ini diresmikan oleh Unamid Sector West Head of Office (HoO) Mr. Omar Kane.

Istimewanya, rumah tahanan yang berada di di El Geneina, Darfur-Sudan, Afrika, ini direnovasi oleh Pasukan Garuda Satgas Batalion Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt-03).

Foto bersama Satgas TNI dan pejabat Unamid. Foto: Penerangan Konga XXXV-C/Unamid.

Mengawali sambutannya, Letkol Syamsul Alam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Unamid Rule of Law kepada Pasukan Garuda Konga XXXV-C/Unamid dalam merenovasi rumah tahanan wanita ini.

Sebelum direnovasi, bangunan rutan wanita ini tidak kokoh, tidak memiliki lantai dan jauh dari sehat. “Sekarang dinding ini telah ditambahkan, diplester dengan baik dan dicat, lantai dikeramik serta diberikan saluran pembuangan air sebagai sarana sanitasinya,” ucapnya.

Kepercayaan ini merupakan bukti bahwa keberadaan prajurit TNI dalam misi PBB tidak hanya melakukan tugas pokok misi perdamaian, akan tetapi mampu menghadirkan kegiatan Qips (Quick Impact Projects) yang memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sudan.

Mr. Omar Kane dan kepala penjara Letkol Mamoun Adam Hamid Mohammed menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: