UNAMID Police Commissioner: Saya Happy Malam Ini, Terimakasih Indonesia

Sebelum pelaksanaan UN Medal Parade untuk memberikan Medali Kehormatan Tertinggi PBB yang biasa dikenal dengan UN Medal Parade, malam 3 Desember 2017, Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 9 menggelar Cultural Night dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika for Respect to Diversity”.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan basic principle bangsa Indonesia yang sudah lama tertanam dalam setiap insan Bhayangkara FPU 9 Indonesia.

“Kita ingin sampaikan sebuah pesan kepada dunia internasional melalui acara ini, bahwa bangsa Indonesia yang merupakan negara besar dengan keberagaman suku, budaya dan agama, namun selalu bersatu membangun negara kesatuan yang dikagumi bangsa-bangsa di dunia,” ujar AKBP Ahmad Arif Sopiyan.

Police Commisioner didampingi Kadivhubinter Polri, mengaku menikmati malam yang luar biasa bersama FPU 9 Indonesia. Foto: Satgas FPU 9

Salah satu nilai dasar dalam diri setiap personel yang tergabung dalam misi PBB adalah, “menghargai setiap perbedaan”. Prinsip ini yang selalu ditekankan pimpinan di PBB kepada seluruh jajarannya.

Hal inilah yang ingin ditunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah memiliki nilai dasar ini jauh sebelum PBB menerapkan aturan yang sama, yang disebut Bhineka Tunggal Ika.

Acara yang digelar di Lapangan Garuda Camp ini dihadiri tidak kurang dari 300 penonton dari personel UNAMID.

Turut hadir pada malam itu Police Commissioner dan seluruh senior staf UNAMID serta tim delegasi dari Indonesia yang dipimpin Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Drs. H.S Maltha.

Didahului pemutaran film pendek tentang FPU Indonesia yang mulai mengundang decak kagum penonton, kemudian dilanjutkan dengan suguhan medley tarian nusantara. Dimulai dari tari Gandrang Bulo dari Makassar yang ditampilkan personel Charlie Peleton, disusul tarian Ja’i dari Nusa Tenggara Timur dan reog  oleh personel Alpha Peleton.

Para Polwan dari IPO pun tidak ketinggalan melanjutkan membawakan tarian nusantara.

Gemuruh sorak sorai, tepuk tangan dan kekaguman penonton yang menyaksikan tak terhenti di situ.

Penampilan tari Membre dari Papua yang dibawakan personel Delta Peleton dengan kostum dan gerakan all out, membuat suasana semakin panas di tengah cuaca dingin menusuk tulang.

Bravo Peleton tidak kalah memukau dengan membawakan seni beladiri Pencak Silat diiringi musik pencak modern ditambah gerakan jurus-jurus yang elegan. Aksi mereka diakhiri dengan pemecahan kendi yang dipegang kurang lebih lima meter dari tanah menggunakan tendangan tinggi.

Dipengujung acara, seluruh personel Satgas Garuda Bhangkara II FPU 9 mengajak seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menari Mogiye asal Nusa Tenggara Timur.

Meski dingin menusuk, undangan dan penonton mengaku happy dan merasakan suasana yang berbeda. Foto: Satgas FPU 9

UNAMID Police Commissioner dan Kadiv Hubinter Polri serta undangan, larut dalam kegembiraan menarikan tarian Mogiye bersama seluruh personel Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Indonesia.

Police Commissioner menyampaikan ucapan terimakasihnya berkali kali kepada seluruh personel FPU yang telah menyelenggarakan acara ini dan membuat suasana menjadi gembira.

“Baru sekali ini saya menyaksikan penyelenggaraan event di UNAMID yang sangat sempurna, mulai dari penyiapan tempat, pemilihan tema, dan paling utama adalah kemampuan dan penguasan setiap anggota dalam memainkan perannya masing-masing. Sungguh luar biasa, saya sangat happy malam ini, terimakasih Indonesia,” ujarnya.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s