Dennis Rodman Tawarkan Diri ke Trump untuk Jadi Juru Damai AS-Korut

Kemarin, Senin (11/12/2017), pensiunan bintang basket Amerika Serikat, Dennis Rodman, mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mengirimnya ke Korea Utara guna membantu meredakan ketegangan antara AS dan negara Kim Jong-un itu.

Rodman baru-baru ini merencanakan perjalanan ke Pyongyang, yang menjadi kunjungan keenamnya ke negara, setelah menyelesaikan sebuah wawancara di Beijing. Namun dia mengklaim bahwa pejabat AS melarangnya ke Korea Utara.

Sebuah larangan dari Deplu AS untuk warga AS yang mengunjungi Korea Utara diberlakukan pada September 2017 setelah kematian Otto Warmbier, pelajar Amerika yang ditahan di Korea Utara selama lebih dari satu tahun karena berusaha mencuri poster propaganda dari hotelnya.

Bintang basket nyentrik ini pertama kali mengunjungi Korea Utara pada 2013. Ia diterima Kim Jong-un dengan baik dan mengikuti sejumlah kegiatan santai bersama pemimpin Korut itu. Sejak itu Rodman membuat persahabatan khusus dengan Kim Jong-un.

Dennis Rodman dikenal sebagai pemain basket NBA yang nyentrik. Foto: 21st Century Wire

“Jika saya bisa kembali ke sana, Anda akan lihat saya berbicara dengannya, duduk dan makan malam, segelas anggur, dan tertawa. Saya kira segalanya akan sedikit tenang dan semua orang dapat beristirahat dengan nyaman,” ujar mantan pemain NBA berusia 56 tahun itu.

Rodman mengatakan telah mencoba berbicara dengan Trump soal Korut.

“Saya sudah berusaha memberi tahu Donald sejak hari pertama. Ayo bicara dengan saya, saya akan memberi tahu Anda apa yang ‘the Marshal’ (julukan Rodman untuk pemimpin Korut) inginkan lebih dari apapun.”

“Dennis adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu, karena dia tidak terlihat seperti kartun Amerika yang dilukis di dinding sekolah,” ujar Simon Cockerell, general manager Koryo Tours berbasis di Beijing dan sering bepergian ke Korut.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: