Kali Pertama Gempita Lakukan Uji Penembakan Ingwe di Malaysia

Angkatan Darat Malaysia dilaporkan melakukan uji coba penembakan sistem rudal antitank Denel Dynamics ZT35 Ingwe (Leopard) varian antitank berpemandu (ATGW) dari kendaraan tempur lapis baja 8×8 Deftech AV8 Gempita. Pengujian dilakukan pada 8 Maret 2018 seperti dikutip janes.com.

Penembakan yang dilakukan di lapangan tembak Asahan di Kamp Syed Sirajuddin, Gemas, ini diyakini sebagai ujicoba pertama di Malaysia dari sistem rudal Ingwe sejak pengiriman varian ATGW dimulai pada 2016 ke dua unit AD Malaysia yang mengoperasikan kendaraan tersebut.

Dua unit yang mengoperasikan Gempita adalah Batalyon ke-19 (Mekanis), Resimen Kerajaan Malaysia dan Resimen Pertama, Korps Lapis Baja Kerajaan, meskipun varian ATGW sudah dicoba rudal Afrika Selatan pada 2016.

Dilaporkan dua AV8 Gempita ATGW terlibat dalam persidangan, yang dipersenjatai Denel LCT-30 GI30 30mm dan dilengkapi peluncur kotak kembar di setiap sisi peluncur untuk Ingwe.

ZT3 Ingwe merupakan rudal antitank berpemandu yang dibuat pabrikan Denel Dynamics yang berbasis Afrika Selatan.

ZT3 dan sistem peluncurnya dikembangkan dalam program “Project Raleigh” tahun 1980-an sebagai rudal antitank jarak jauh jarak jauh”.

Februari 2013, Denel meluncurkan versi terbaru dari sistem rudal ini pada pameran International Defence Exhibition di Abu Dhabi.

Sistem baru yang disebut Portable Launch System (IPLS), adalah sistem peluncuran portabel ringan yang terdiri dari unit peluncur rudal yang dirancang digunakan pada kendaraan ringan atau tripod.

Rudal ini ini dapat ditembakkan dari kedua versi amunisi HEAT (High Explosive Anti-Tank) dan Multi-Purpose Penetrator dari Ingwe.

Malaysia membeli 216 rudal dan 54 turrets rudal untuk digunakan di ranpur Gempita.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: