“Sinyalnya Setengah Mati Panglima”

Kondisi pulau terdepan yang dijaga prajurit TNI memang masih jauh dari kata cukup untuk urusan fasilitas.

Seperti saat meninjau Pos TNI AD di Pulau Miangas, Sulawesi Utara (13/4/2018), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menemui sejumlah fakta yang cukup memprihatinkan dan perlu segera ditindaklanjuti.

“Beginilah kondisi TNI di perbatasan,” ujar Panglima TNI kepada Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari yang diajak dalam kunjungan ini. Dalam kunjungannya ini, Panglima TNI juga mengajak KSAD Jenderal TNI Mulyono, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dan pejabat TNI lainnya.

Kemudian Hadi pun beranjak masuk untuk melihat ruang tidur prajurit. Di lantai terhampar delapan tempat tidur kayu. Ada yang hanya beralaskan tikar atau karpet, tapi juga ada yang pakai busa.

Foto bersama Panglima TNI dan KSAD bersama Satgas Yonif 713. “Jangan bikin malu KSAD,” ujar Panglima TNI. Jenderal Mulyono pernah bertugas di Yonif 713. Foto: beny adrian

Di ruangan ini hanya ada satu lemari untuk menyimpan pakaian. Beberapa kardus terlihat dijadikan lemari darurat, tempat menyimpan pakaian. Juga beberapa bagian loteng di ruangan itu, tripleknya sudah lepas.

Melihat kondisi ini, Ketua Komisi I DPR langsung berinisiatif merekamnya menggunakan telepon genggamnya sambil menjelaskan kondisi ruang istirahat prajurit ini dalam rekaman videonya.

“Saya akan share di grup Komisi I, biar teman-teman tahu kondisi di lapangan,” katanya.

Pos AD ini dijaga oleh Satgas yang berasal dari Batalyon Infanteri 713 Satyatama (Yonif 713) yang berada di bawah komando Korem 131 Santiago, Kodam XIII Merdeka.

Saat di ruangan ini, Panglima TNI menegur seorang anggota bagian Perhubungan yang bertanggung jawab mengoperasikan radio komunikasi. Peltu Amirullah namanya, berasal dari Bagian Perhubungan Kodam XIII Merdeka.

“Sudah berapa lama di sini,” tanya Panglima yang dijawab baru satu bulan. Amirullah mengoperasikan radio yang terhubung dengan Kodam XIII di Manado.

Kepada Marsekal Hadi, Amirullah mengatakan bahwa setiap hari ia memberikan dua kali laporan kepada pihak Kodam. Yaitu pagi pukul 06.00 dan sore pukul 18.00.

Ketika ditanya Panglima soal kekuatan sinyal di Pulau Miangas, Peltu Amirullah mengatakan bahwa sinyal hanya ada di beberapa lokasi yang di antaranya di Pos Angkatan Laut.

“Sinyal bagaimana,” ujar Panglima.

“Sinyalnya setengah mati Panglima,” jawab Amirullah yang berasal dari Palu.

Sinyalnya setengah mati Panglima. Peltu Amirullah berteriak lantang. Foto: beny adrian

Hadi dan para pejabat yang mendengar jawaban Spontan ini, sontak tertawa namun sekaligus prihatin. Tentu saja prihatin, karena sebagai pulau terdepan, Miangas sangat rawan terhadap penyelundupan karena jaraknya dari Filipina selatan hanya 48 mil.

Kepada Panglima TNI, Amirullah mengatakan bahwa ia sedang dalam masa MPP (masa persiapan pensiun), namun diperpanjang. Amirullah juga mengatakan ingin menyelesaikan masa pengabdiannya di TNI dengan tinggal di Miangas.

Panglima terlihat agak kaget saat mengetahui Amirullah dalam masa MPP. Karena itu Marsekal Hadi pun menanyakan kondisi keluarga dan pangkatnya yang dijawab pembantu letnan satu (Peltu).

Sambil becanda, Panglima mengatakan bahwa pangkat peltu dan jenderal itu hanya beda tipis. “Peltu itu kan bintara tinggi, dan jenderal itu perwira tinggi,” kata Hadi memberikan semangat kepada Amirullah.

Ketika ditanya Panglima apakah anak-anaknya ada yang menjadi anggota TNI, Amirullah mengatakan tidak.

Namun, katanya, “Pernah ikut tes namun tidak lulus,” ucapnya. Dengan rasa ingin tahu, Hadi kembali menanyakan alasan putranya tidak diterimanya. “Gagal di restok, Panglima,” akunya. “Hanya kurang restok aja kan, itu gampang, latihan ya,” ucap Panglima lagi.

Ruang tidur di Pos AD Miangas. Foto: beny adrian

Hadi meminta Amirullah untuk kembali mengikutkan putranya dalam seleksi calon tamtama TNI AD, dengan catatan mempersiapkan diri lebih baik khususnya dalam tes restok. Kepada mylesat.com, Amirullah yang mengaku bangga menjadi prajurit TNI itu saat ini berusia 52 tahun.

Masih di Pos AD, Panglima TNI juga meninjau bagian belakang bangunan dimana terdapat dapur dan kamar mandi. Terlihat sebuah tungku besar dengan kayu bakar yang digunakan untuk memasak.

Prajurit yang menerima kunjungan Panglima itu menjelaskan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka harus berbelanja di warung milik warga. Distribusi kebutuhan pokok yang mengandalkan angkutan laut dari Manado, menjadikan harga-harga kebutuhan pokok di Miangas melonjak tinggi.

Prajurit ini juga mengatakan bahwa di Pos AD ini mereka belum memiliki televisi, sehingga kalau ingin mendapatkan informasi, harus nonton di rumah warga. Untuk bisa nonton siaran televisi, harus menggunakan antena parabola.

“Jaga anak buahmu, jaga kesehatan, di sini juga banyak pasukan samping dari kepolisian jadi kamu harus sharing informasi dengan kepolisian. Kalau perlu makan sama-sama di sini, ya,” tutur Marsekala Hadi. Panglima TNI berjanji akan segera memperbaiki Pos AD ini.

Begitu juga ketika meninjau Koramil 1301 Miangas, Panglima TNI memberikan perhatian kepada fasilitas kedinasan prajurit. Dengan sembilan anggotanya, Koramil ini belum memiliki kendaraan dinas sepeda motor maupun mobil.

Panglima TNI meninjau dapur Pos AD. Foto: beny adrian

KSAD Jenderal Mulyono yang berdiri disamping Panglima, langsung memerintahkan Pangdam XIII Mayjen TNI Madsuni untuk segera mengirimkan kendaraan roda dua dan mobil guna mendukung kerja Koramil.

Di setiap Pos yang didatangi, baik Panglima TNI maupun KSAD selalu menitipkan dana kodal kepada komandan satuan sebagai bentuk perhatian pimpinan kepada anak buahnya.

Dengan kondisi seperti ini, sekali lagi Panglima TNI menitipkan harapan melalui ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari, agar kesejahteraan prajurit TNI khususnya yang bertugas di wilayah perbatasan benar-benar menjadi perhatian Pemerintah.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s