Panglima TNI Puji Keberanian Anak-Anak Miangas, Banyak yang Ingin Jadi Tentara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku surprise melihat keberanian dan spontanitas anak-anak Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Setiap anak yang ditanya Panglima TNI kalau besar mau jadi apa, umumnya menjawab ingin jadi anggota TNI.

“Kalau besar mau jadi apa,” tanya Marsekal Hadi. Ada yang menjawab ingin jadi anggota TNI, Angkatan Laut, Brimob, Polwan, dan Marinir. Mereka terlihat begitu spontan, berani, dan tidak malu-malu menyampaikan pendapat.

Panglima TNI mengunjungi Pulau Miangas pada Jumat (13/4/2018) lalu, saat kunjungan kerjanya di wilayah Sulawesi Utara.

“Saya lihat anak-anak di sini begitu berani kalau saya tanya, mungkin karena setiap hari yang mereka makan adalah ikan, memberikan nutrisi yang dibutuhkan otak,” aku Marsekal Hadi.

Panglima TNI memuji spontanitas anak-anak Miangas. Foto: beny adrian

Begitu juga saat mengunjungi Pos Bea Cukai Miangas, Panglima TNI memuji satu-satunya karyawan Bea Cukai yang bertugas di Miangas. “Bapak luar biasa, kerja sendirian dan lapor sendiri,” kata Hadi kepada Gerson Pogo.

Menurut Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi yang mendampingi Panglima TNI, Pos Bea Cukai ini didirikan pada tahun 1975 setelah terjadi kesepakatan (MoU) antara Indonesia dan Filipina.

“Ini golongan berapa,” tanya Panglima sambil menunjuk pangkat tiga bar berwarna perak di pundak Gerson.

“Siap, 2C Panglima,” jawab Gerson. “Wah, sebentar lagi bisa 2D ini,” ujar Panglima sambil melirik Dirjen Bea Cukai.

Saat menerima Panglima TNI di rumah dinasnya yang bersebelahan dengan Pos Bea Cukai Miangas, Gerson ditemani anak bungsunya yang bernama Gabriel dan istrinya.

“Mau jadi apa nanti,” tanya Hadi lagi. “Jadi Marinir,” ucapnya Gabriel mantap.

Menurut Gerson, anaknya ini memang sangat ingin menjadi Marinir, beda dengan kakaknya yang memilih kuliah. Mungkin karena rumah mereka berada tidak jauh dari Pos AL, sehingga setiap hari Gabriel melihat anggota TNI khususnya Marinir.

Panglima TNI bersama Gabriel dan ayahnya Gerson Pogo di Pos Bea Cukai. Foto: beny adrian

Gerson juga mengatakan bahwa saat pendidikan dasar Bea Cukai, ia menjalani pendidikan kesamaptaan di Batalyon Paskhas di Makassar. Ditambahkan Heru Pambudi, untuk pendidikan kesamaptaan Bea Cukai Jakarta dilaksanakan di Kopassus.

Meski menjadi satu-satunya karyawan Bea Cukai di Miangas dan belum dilengkapi senjata api, Gerson Pogo sangat percaya diri menjalankan tugasnya.

“Walau Bea Cukai hanya satu orang, tapi temannya banyak, ada Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan polisi,” jelas Gerson.

“Selamat bertugas ya, kalau ada apa-apa tinggal panggil anggota TNI dan Polri,” ucap Marsekal Hadi sambil berlalu.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: