Sedang Musim Ikan Tuna, Panglima TNI Siagakan Kapal Perang untuk Lindungi Nelayan Talaud

Dengan jarak hanya 48 mil dari Pulau Miangas ke Filipina bagian selatan, wajar jika Pemerintah menetapkan Kepulauan Miangas sebagai pulau terdepan dengan tingkat kerawanan tinggi. Potensi penyelundupan dan terorisme menjadi kerawanan utama di Miangas.

Pulau ini berada di wilayah Desa Miangas yang berada di Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud berada di Melonguane, yang butuh waktu sekitar empat jam perjalanan laut dari Miangas.

Sementara dari Melonguane ke Manado, ditempuh antara 8-12 jam perjalanan laut. Sebaliknya menggunakan pesawat terbang, waktu tempuh penerbangan dari Manado ke Miangas seperti mylesat.com alami bersama pesawat C295 A-2901 TNI AU, hanya sekitar 1 jam 20 menit.

Sebaliknya dengan jarak hanya 48 mil dari Filipina, tidak sampai satu jam perjalanan laut menggunakan speedboat.

Kabupaten Kepulauan Talaud berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000.

Panglima TNI di ruang VIP bandara Miangas. Foto: beny adrian

Untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan sektor ekonomi di Miangas, Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Miangas pada 19 Oktober 2016. Penerbangan dilayani oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR-72.

Salah seorang anggota TNI yang ditemui di Miangas mengeluhkan tingginya harga tiket ke Manado. “Tiket Rp 1,2 juta ke Manado, kalau sama istri pulang pergi sudah Rp 4,8 juta. Padahal undangan rapat ke Manado bisa datang tak terduga,” ujar perwira ini.

Dalam sambutannya saat menerima Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan di balai pertemuan Desa Miangas, Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Petrus Tuange memang tidak mempersoalkan lagi masalah angkutan udara. Namun masalah lain seperti keterbatasan BBM (bahan bakar minyak), keterbatasan daya listrik, dan komunikasi, menjadi perhatian utama pemerintah daerah di wilayah Miangas.

Ikut dalam rombongan Panglima TNI adalah KSAD Jenderal TNI Mulyono, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto, Kapuspen TNI Mayjen TNI MS Fadhilah, Asops Kapolri Deden Juhara, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni, dan pejabat lainnya.

“Kami bangga, kami merasa tidak sendirian, kehadiran Panglima dan rombongan di sini, kami merasakan negara hadir di tanah porodisa (tanah surga),” tutur Petrus. Bahkan, jelasnya, Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang harus mereka pertahankan di perbatasan.

Kepada Panglima TNI, Petrus menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud yang berbatasan dengan Filipina, terdapat 17 pulau. Namun hanya tujuh pulau yang berpenghuni.

Panglima TNI memberikan bantuan alat-alat sekolah. Foto: beny adrian

Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud memang didominasi oleh perairan, dengan luas daratan hanya tiga persen dari total luas wilayah 39.051 km2. “Ini memerlukan penanganan khusus karena ada permasalahan tersendiri dari sisi keamanan dan pembangunan,” ujar Petrus lagi.

Secara keseluruhan Kabupaten Kepulauan Talaud dihuni oleh 104.512 jiwa dengan 19 kecamatan, 142 desa, dan 11 kelurahan. Khusus Pulau Miangas, memiliki luas 2,39 km2 dan dihuni oleh 879 jiwa dan 210 kepala keluarga.

Marsekal Hadi meminta suasana kondusif saat ini di Miangas yang juga melaksanakan pemilihan kepala daerah, tetap dipertahankan untuk kelancaran pembangunan. Hanya saja Panglima TNI memandang perlu memberikan perhatian khusus pada saat pengiriman kotak suara ke pulau-pulau di Talaud ini.

Kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, Marsekal Hadi menjanjikan akan berusaha mendukung penyaluran kotak suara ini. “Saya akan siapkan kapal untuk mengangkut kotak suara,” ujar Panglima TNI.

Petrus juga mengeluhkan soal keterbatasan pasokan BBM dari Pertamina untuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Menurutnya, kuota BBM yang diberikan Pertamina masih memakai acuan tahun 2010. Begitu juga untuk depot BBM, Pertamina tidak membangunnya di Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Kami sudah sampaikan ke Pertamina tapi belum ada tanggapan,” jelasnya.

“Seharusnya sudah delapan tahun (sejak pemekaran) harus ada peninjauan, karena ada perkembangan sektor usaha dan transportasi. Tapi kuota tetap sama dengan 2010. Kami minta ditambah,” ungkapnya lagi.

Begitu juga dengan pemenuhan daya listrik yang penangannya masih per pulau. Di Miangas terdapat dua diesel pembangkit listrik, dengan penggunaan secara bergantian.

Anak-anak sekolah menyambut kedatangan Panglima TNI di depan Pos AL. Foto: beny adrian

Di era digital sekarang, komunikasi seolah-olah sudah menjadi kebutuhan primer. Sehingga dimanapun seseorang berada, hal pertama yang diinginkannya adalah ketersambungan dengan orang lainnya.

Saat ini di Miangas sudah berdiri sebuah tower telekomunikasi. Panglima TNI berharap dalam waktu secepatnya akan dieksekusi dengan pembangunan BTS (Base Transceiver Station).

Seperti diketahui, BTS adalah infrastruktur telekomunikasi yang berfungsi memfasilitasi komunikasi nirkabel antara gadget dan operator.

Menanggapi persoalan yang diutarakan Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Petrus Tuange, hal pertama yang ditekankan Panglima TNI adalah, ingin melindungi para nelayan Kabupaten Kepulauan Talaud yang saat ini sedang menikmati musim ikan tuna.

Untuk itu, jelas Marsekal Hadi, ia sudah memerintahkan kapal perang TNI AL untuk lego jangkar di wilayah perbatasan.

“Hari ini musimnya tuna dan masyarakat Miangas mengharapkan tuna-tuna itu bisa ditangkap semua, syaratnya hanya satu, apabila KRI mendekat di wilayah perbatasan maka tidak ada nelayan asing masuk dan tuna bisa kita tangkap. Saya minta TNI AL untuk menempatkan KRI di sini guna memberikan rasa aman kepada nelayan Talaud menangkap tuna,” beber Hadi.

Karena keberadaan KRI sangat mutlak di wilayah Talaud, saat ini sudah disiapkan tiga KRI yang menjadi kekuatan organik Lanal Bitung. Hadi memberikan kesempatan kepada Bupati dan Gubernur Sulut untuk memanfaatkan alutsista TNI ini dalam mendukung kepentingan pembangunan daerah.

“Silakan dikoordinasikan dengan komandan lanal, semoga bisa membantu mengangkut kebutuhan pokok dan kendaraan dinas Pemda,” ucap Hadi. Keberadaan KRI ini diharapkan bisa menekan angka penyelundupan di perbatasan paling utara ini.

Bagi aparat TNI yang berdinas di Miangas, kendaraan operasional memang masih menjadi kendala. Meski luas pulau ini hanya 2,3 km2, tetap saja yang namanya kendaraan dibutuhkan untuk mempercepat mobilisasi.

Untuk itu Panglima TNI berkoordinasi dengan KSAD, akan segera mengirimkan kendaraan roda dua dan roda empat dalam mendukung operasional Koramil, Pos AL, dan Pos AD.

KSAD Jenderal Mulyono yang berdiri disamping Panglima, langsung memerintahkan Pangdam XIII Mayjen TNI Madsuni untuk mengirimkan kendaraan roda dua dan mobil untuk Koramil 1301.

Dijelaskan Hadi, TNI dan Polri sangat mendukung prioritas pembangunan pemerintah daerah. Untuk itu, TNI akan berusaha semaksimal mungkin memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Miangas.

Panglima TNI memberikann dana kodal kepada Kapolsek Miangas. Foto: beny adrian

“Terbukti sudah ada Pos AL, Pos AD, Polsek, Koramil, Pos Bea Cukai, semua aparat pemerintah sudah berjaga di sini untuk memberikan pelayanan terbaik,” kata Hadi.

Pulau Miangas memang salah satu daerah perbatasan yang menjadi perhatian Jakarta. Komitmen itu terbukti dengan dibangunnya bandara sebagai gerbang masuk Miangas. Baik untuk wisatawn maupun investor.

Kepada segenap komponen Forkompinda Kabupaten Kepulauan Talaud dan warga yang hadir di balai desa itu, Panglima TNI menyampaikan rasa bangganya, karena hampir 50 orang pemuda Talaud sudah menjadi anggota TNI dan Polri.

“Yang lain yang berminat, siapkan diri dengan baik, di sini ada Pos AL, Pos AD, dan Polsek, silakan konsultasi,” aku Hadi.

Kepada setiap prajurit TNI yang ditemuinya di lapangan, Panglima TNI selalu menanyakan kondisi keluarga mereka. Termasuk pendidikan anak-anak prajurit. Menurut Marsekal Hadi, pendidikan adalah pondasi dasar yang harus diwariskan dengan baik kepada anak-anak untuk menyongsong masa depan mereka.

“Saya lihat anak-anak di sini berani (berbicara) dan pintar-pintar, mungkin karena makannya ikan setiap hari,” ucap Panglima TNI lagi.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s