Petasan Sambut Panglima TNI di Pos Pamtas RI-Malaysia Entikong, Perlu Diperkuat Gaungnya

Menjadi prajurit TNI adalah pilihan, tapi menjadi prajurit yang ditugaskan di wilayah perbatasan adalah yang terpilih.

Itulah makna dari ungkapan yang berkali-kali disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada prajurit yang tengah melaksanakan tugas di wilayah perbatasan Indonesia.

“Tidak semua prajurit berkesempatan bertugas di daerah perbatasan, kalian adalah yang terpilih, yang terbaik untuk melaksanakan tugas negara,'” ujar Panglima TNI kepada prajurit TNI dan Polri di Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Baca: Jalan Mulus dan Lebar Sambut Kunjungan Panglima TNI di PLBN Entikong dan Aruk

Suasana di perbatasan yang jauh dari keramaian, tentu harus disiasati prajurit agar tidak menimbulkan kejenuhan. Karena itulah Komandan Korem 121/ Alambhana Wanawai Brigjen TNI Bambang Ismawan, mencetuskan program Petasan yang resmi diluncurkan pada 11 April lalu.

Danrem 121 Brigjen TNI Bambang Ismawan. Foto: beny adrian/mylesat.com

Saat launching Petasan, turut hadir Dirut Mandiri Cabang Kalimantan, Dirut Jasindo dari Jakarta, Bupati Sambas, dan pihak swasta lainnya yang berkomitmen membantu program Petasan.

“Ini bukan seperti mainan Panglima, Petasan adalah singkatan dari Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan,” jelas Brigjen Bambang kepada Marsekal Hadi saat memberikan laporan kondisi di perbatasan.

Hari itu, Jumat (27/4/2018), Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang tengah berkunjung ke Satgas Pamtas di Entikong.

Dalam penjelasannya, perwira tinggi yang lahir di Kopassus ini menjelaskan bahwa sebagai Danrem, ia juga memegang tanggung jawab sebagai komandan pemandu pengamanan perbatasan di wilayah Kalbar.

“Korem dibebaskan melaksanakan tugas di perbatasan, disamping mengamanakan perbatasan juga membina generasi muda perbatasan untuk mencintai NKRI,” akunya. Dengan kebebasan berkreasi itulah, aku Bambang, melahirkan program Petasan.

Petasan diciptakan Korem 121 untuk meningkatkan nasionalisme dan rasa cinta tanah air generasi muda di perbatasan. Program ini pada awalnya mengambil contoh di 20 sekolah perbatasan yang nantinya akan diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya.

Selain melibatkan prajurit TNI, Petasan juga didukung oleh para istri prajurit TNI AD (Persit) yang melaksanakan berbagai kegiatan sosial di perbatasan.

Salah satu program di perbatasan adalah bidang pendidikan. Para prajurit bahu membahu membantu anak-anak dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di perbatasan. “Walaupun dalam keterbatasan, mereka tetap harus semangat dan memiliki motivasi dalam belajar untuk meraih masa depannya,” kata Bambang.

Dijelaskan Brigjen Bambang, Petasan melibatkan 3.766 murid sekolah dasar serta 15 Danramil dan 40 Babinsa di wilayah perbatasan Kalbar

Menurut Bambang, prajurit TNI ini bertugas membantu 135 guru yang ada di perbatasan. Karena dari 135 guru, hanya 48 orang berstatus guru tetap dan sisanya honorer.

Panglima TNI memberikan dana pembinaan kepada Babinsa Entikong. Foto: beny adrian/mylesat.com

“Jadi Babinsa membantu kegiatan sehari-hari karena keterbatasan tenaga pengajar,” ucap Bambang lagi.

Selain membantu kegiatan belajar mengajar, Petasan juga menyasar bangunan fisik sekolah. Sekolah yang bangunanya sudah memprihatinkan, lewat inisiatif Korem 121 bersama para sponsor, secara bersma-sama memperbaiki sekolah yang ada.

Program edukasi lainnya untuk anak-anak adalah wisata matematika, bela negara, Babinsa mengajar hingga menjahit bendera Merah Putih.

“Kami harapkan anak-anak sekolah perbatasan, di dada kiri mereka ada bendera Merah Putih untuk menimbulkan rasa cinta tanah air,” tutur Bambang.

“Di sini di perbatasan, kami menyiapkan generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Sepertinya Petasan perlu ditambah mesiunya supaya suaranya lebih menggema.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: