Hari Ini 45 Tahun Silam, Pasukan Nanggala V Kopassandha Diterjunkan sebagai Pembuka Operasi Seroja

0

MYLESAT.COM – Hari ini, 7 Desember 2020, redaksi mylesat.com menerima pesan singkat melalui aplikasi WA pada pukul 00.02 WIB. Sang pengirim adalah Mayor (Pur) Hermintoyo, purnawirawan anggota Nanggala V Kopassandha (Kopassus), pasukan baret merah yang diterjunkan untuk merebut Dili pada 7 Desember 1975.

Baca Juga: 

Berikut pesan yang dikirim dan dipublikasikan sebagaimana adanya.

Hari H minggu 7 desember 1975 jam 05.45, 263 anggota Grup 1 Kopassandha dg sandhi NANGGALA V dpp letkol inf Sugito diterjunkan dari pesawat C 130 B Hercules utk merebut kota Dili Tim Tim dari tangan Fretilin.

Ternyata dari 263 anggota Grup 1 Kopassandha yg terjun hanya 191 orang, 72 orang tdk jadi terjun karena pesawat Hercules T-1312 yg diterbangkan letkol Wello tertembak dan memakan korban jiwa load master Peltu Wardjijo terkena tembakan dari Fretilin dan gugur saat menerjunkan pasukan Nanggala V.

Pesawat yg tertembak mendarat di Kupang bersama 72 anggota dpp Dan Ki A lettu Luhut Binsar Panjaitan. Jam 12.30 kota Dili dapat dikuasai oleh pasukan Nanggala V Kopassandha dan Batalyon 501 Kostrad yg diterjunkan jam 08.00.

72 anggota Nanggala V Kopassandha tgl.10 desember 1975 dpp lettu Luhut Binsar Panjaitan diterjunkan utk merebut lapangan terbang Baucau.

Demikian kisah nyata tgl 7 desember 1975 Nanggala V Kopassandha dalam merebut kota Dili dg penuh pengorbanan.

Di hadapan saya, Koptu Rabuman dan Koptu Ramdoni mereka tertembak saat baru mendarat di kpg Bidau. Serda Omo Atmari Dan Ru 3 Ton 3, tertembak di pelabuhan Dili dibawah pohon beringin. Mereka gugur sebagai Kusuma Bangsa.

Semoga para pejuang SEROJA kita bersama-sama hari ini mengenang kembali perjuangan para prajurit PARA KOMANDO yg kita banggakan.

Operasi Seroja

Pada saat Operasi Seroja, Koptu Hermintoyo bertugas sebagai operator radio Peleton 2 Kompi B Nanggala V Kopassandha. Selepas berdinas di Kopassus, Hermintoyo pernah menjadi anggota Paspampres dengan tugas sebagai pengawal pribadi Presiden BJ. Habibie.

Operasi Seroja adalah salah satu operasi gabungan terbesar yang pernah dilaksanakan TNI.

Pada hari yang sama, sembilan pesawat C-130 Hercules TNI AU diterbangkan untuk menerjukan anggota Nanggala V Kopassandha dan Brigif 18 Linud Kostrad. Selain itu, TNI AU juga mengerahkan dua C-47 Dakota dan dua pembom B-26 Invader.

Di subuh yang hampir bersamaan itu, kapal perang TNI AL KRI Teluk Bone mendaratkan BTP-5/Infanteri Marinir.

Masih di sekitar waktu itu, KRI Ratulangi sempat dibayang-bayangi oleh dua kapal perang Portugal, yang ternyata menutup kanonnya dengan terpal. Alias tidak berniat untuk konflik.

Secara keseluruhan seperti dikutip Hendro Subroto, Saksi Mata Integrasi Timor Timur (1996), setidaknya enam kapal perang lego jangkar di pesisir utara Dili. Selain KRI Teluk Bone, juga ada KRI Ratulangi, KRI Barakuda, KRI Martadinata, KRI Jaya Wijaya, dan KRI Sorong.

Selain itu TNI AL juga memberangkatkan KRI Nuku, KRI Lambung Mangkurat, dan KRI Teluk Langsa.

Operasi Seroja meninggalkan kisah yang tidak akan pernah terlupakan bagi seluruh pelakunya, seperti halnya Hermintoyo.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply