Dengan Tulus, Warga Skofro Hibahkan 21 Hektar Tanah Adat kepada Satgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad

0

MYLESAT.COM – Luar biasa, itulah ungkapan yang bisa mewakili niat baik Warga Kampung Skofro Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua yang menghibahkan tanah adat seluas 21 Hektar kepada TNI melalui Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro Kostrad.

Upacara ini menjadi bukti berhasilnya pembinaan teritorial dalam bentuk kedekatan anggota Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro dengan warga setempat.

Yonif MR 413 Bremoro Kostrad bertugas sebagai penjaga perbatasan Indonesia – Papua New Guinea. Selain tugas wajibnya, anggota Yonif MR 413 rutin melakukan berbagai kegiatan guna merebut hati rakyat, meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat dan membantu kesulitan rakyat serta meningkatkan SDM masyarakat.

Salah satu Pos yang melakukan pembinaan teritorial adalah Pos Skofro Lama. Dengan mempedomani petunjuk dan arahan Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han.

Komandan Pos Skofro Lama Sersan Kepala Adhi Susilo dianggap telah berhasil merebut hati masyarakat Kampung Skofro.

Berbagai kegiatan dilakukan Pos Skofro Lama. Mulai dari anjangsana, pengobatan keliling, karya bhakti bersama masyarakat, patroli keamanan bersama masyarakat, perbantuan tenaga pendidik, pembagian bahan pokok makanan, dan puncaknya membina pemuda Kampung Skofro hingga menjadi prajurit TNI.

Ketulusan prajurit Satgas Yonif MR 413 Bremoro Pos Skofro Lama akhirnya menyentuh hati warga, khususnya Kepala Adat atau Ondoafi Kampung Skofro, Jacob Kamar.

“Saya sangat tersentuh dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pos Skofro Lama yang telah berbuat baik kepada masyarakat,” ucapnya.

“Disaat kami sakit, diobati gratis, mereka juga seringkali membantu anak cucu kami belajar, membantu pembersihan kampung bahkan membina anak kami hingga lulus seleksi menjadi prajurit TNI. Banyak sekali yang telah mereka perbuat untuk membantu kesulitan kami selama ini,” aku Ondoafi.

Saat berkunjung di Pos Skofro Lama beberapa minggu lalu, Ondoafi menyampaikan bahwa atas kebaikan Satgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad, ia memutuskan untuk menyerahkan Tanah Adat kepada TNI melalui Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Bremoro Kostrad.

Di lokasi ini sekarang berdiri Pos Skofro Lama, Pos Skofro Baru, dan Pos Bewan Lama.

Dari pernyataan Ondoafi, Satgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad menindaklanjuti dengan memastikan luas tanah adat yang akan diterima dari Ondoafi. Mereka mengukur ulang tanah di ketiga Pos yang sebelumnya telah dipinjamkan kepada TNI sebagai Pos Satgas Pamtas sejak tahun 1990-an.

Didapatkan hasil pengukuran tanah masing-masing Pos Skofro Lama seluas 5,4 hektar, Pos Skofro Baru seluas 7,155 hektar, dan Pos Bewan Lama seluas 9 hektar. Sehingga total 21,555 hektar.

Penyerahan Tanah Adat kepada TNI secara resmi dihadiri oleh Dankolakopsrem 172/PWY yang diwakilkan Kasiter Kolakopsrem 172/PWY Letkol Inf Fitriana Nur Heru.

Penyerahan diupacarakan secara adat pada 19 Desember 2020 di Pos Skofro Lama disaksikan seluruh warga Kampung Skofro.

Upacara pelepasan Tanah Adat diawali dengan pemotongan ayam putih yang dikuburkan beserta rokok, pinang dan sirih yang merupakan bagian dari tradisi Kampung Skofro.

Setelah penguburan ayam putih, dilanjutkan dengan pemberian berkat kepada masyarakat oleh pendeta dengan cara mencipratkan air dengan daun pada kepala masyarakat yang hadir menyaksikan penguburan ayam putih.

Setelah penguburan ayam putih, acara dilanjutkan dengan Kedua marga besar di Kampung Skofro yaitu marga Kroom dan Kamar yang diwakilkan oleh Solaeman Kroom dan Patrix Kamar, menjadi saksi dan menyerahkan langsung surat pelepasan tanah adat kepada Kasiter Kolakopsrem 172/PWY dan Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad.

“Kami telah sepakat menyerahkan Tanah Adat ini kepada TNI melalui Satgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad. Semoga TNI yang hadir di tengah kami selalu dapat menjaga keamanan, mencegah kegiatan ilegal dan juga selalu dapat membantu kami dalam kesulitan,” ujar Patrix Kamar sesaat setelah menyerahkan surat pelepasan Tanah Adat.

Patrix Kamar atas nama masyarakat dengan sepenuh hati menyerahkan tanah kepada TNI disaksikan oleh alam dan nenek moyang mereka.

“Saya selaku Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami akan menjaga kepercayaan sebaik-baiknya dalam rangka menjaga keamanan dan Kedaulatan NKTI di wilayah Perbatasan RI-PNG khususnya di wilayah Kampung Skofro,” tutur Dansatgas Yonif MR 413 Bremoro Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply