MYLESAT.COM – Beberapa hari yang lalu, Boeing merilis video untuk memperlihatkan tampilan pesawat tempur F-15EX terbaru dengan corak (livery) Angkatan Udara AS (USAF).
Baca Juga:
- Buka Rapim TNI AU, KSAU Benarkan Rencana Pembelian F-15EX dan Rafale Namun Kebijakan Ada di Kemhan
- Demi Kesiapan Jet Tempur Lapis Depan, USAF Buru-Buru Minta 8 F-15EX Terbaru dari 144 Pesanan
- AU AS Berencana Akuisisi 8 Pesawat Tempur Baru F-15EX Tahun 2020
- Boeing Rilis Konsep Pesawat Tempur F-15EX Advanced Eagle, AU AS Butuh 8 Pesawat
Boeing F-15EX adalah pesawat tempur yang disebut Menhan Prabowo Subianto akan memperkuat TNI AU. Sebanyak 36 unit pesawat ini akan dibeli, dengan delapan pesawat akan dikirim pada tahap pertama.
Pesawat diterbangkan oleh pilot uji Angkatan Udara AS untuk pertama kalinya.
“Penerbangan baru-baru ini membuka jalan untuk pengiriman pesawat,” tulis Boeing.
Watch as @USAirForce test pilots take to the skies for the first time in the #F15EX, with its official U.S. Air Force livery. The recent flight paves the way for delivery. pic.twitter.com/smPvUXIiNf
— Boeing Defense (@BoeingDefense) March 3, 2021
F-15EX adalah pesawat baru yang sebelumnya dikenal sebagai Strike Eagle on Steroids. Boeing mengembangkan versi terbaru jet tempur F-15 Eagle yang sangat terkenal.
Pesawat tempur baru ini akan dilengkapi dengan avionik dan radar yang lebih baik dan akan membawa lebih dari dua lusin rudal udara ke udara.
F-15EX membawa lebih banyak senjata daripada pesawat tempur lain di kelasnya dan dapat meluncurkan senjata hipersonik dengan panjang 22 kaki dan berat hingga 7.000 pon.
Pilot dan mekanik yang saat ini mengoperasikan F-15 mengantisipasi transisi ke F-15EX hanya butuh hitungan hari, bukan tahun.
Angkatan Udara AS menempatkan pesanan pertamanya untuk F-15EX pada Juli 2020, memberikan kontrak untuk delapan jet pertama dengan nilai sekitar 1,2 miliar dolar AS. Keseluruhan program memiliki nilai 23 miliar dolar.
Boeing mengatakan bahwa pada masa depan Angkatan Udara AS (USAF) membutuhkan 144 F-15EX.