Misi yang Tidak Mudah, Tim Tricakti Koopsgabsus TNI Evakuasi 2 Jenazah Teroris Poso di Daerah Operasi

0

MYLESAT.COM – Beberapa hari yang lalu, tepatnya Rabu (17/7/2021), tim combat SAR TNI berhasil mengevakuasi jenazah dua anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Kedua teroris ini tewas dalam penyergapaan yang dilakukan tim kecil Tricakti dari Koopsgabsus TNI di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) pada Minggu, 11 Juli 2021.

Baca Juga:

Misi penyelamatan atau penjemputan korban luka atau gugur di daerah operasi yang biasa disebut combat SAR, tidak lah mudah. Ancaman tembakan bisa terjadi di luar dugaan, selain tantangan alam yang tidak ringan.

Namun dengan perhitungan yang matang dan keberanian mengambil risiko, prajurit TNI berhasil mengevakuasi dua jenazah teroris Poso justru di daerah dengan potensi ancaman yang sangat tinggi.

Kedua teroris MIT yang ditembak mati Satgas Tricakti diketahui atas nama Rukli dan Ahmad Panjang. Meski musuh, namun atas nama kemanusiaan, prajurit TNI tetap mengevakuasi kedua jenazah dari medan yang cukup berat untuk diserahkan kepada keluarganya.

Panglima Koopsgabsus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon (baju hitam) memberikan briefing kepada pasukan penyergap. Foto: Puspen TNI

Kedua teroris ini ditembak mati dalam sebuah penyergapan yang sangat hening di sebuah lembah oleh tim kecil Tricakti beranggotakan lima orang, dipimpin Lettu Inf David Manurung dari Kopassus.

Evakuasi baru dilakukan dua hari kemudian pada Selasa, 13 Juli 2021 dipimpin Wadansatgassus Koopsgabsus Tricakti Letkol Inf Romel J. Wardhana. Evakuasi menggunakan helikopter EC-725 Caracal TNI AU.

Karena medan yang berat dan posisi jenazah di lembah, evakuasi ini tidah membuahkan hasil. Rencana evakuasi pun dimodifikasi. Tim combat SAR yang berada di lokasi korban, mengubah rencana evakuasi dengan membuat rakit menyusuri beberapa arus sungai deras dan rangkaian air terjun di sekitar Pegunungan Tokasa.

Baru pada pukul 14.30 WITA, tim combat SAR Koopsgabsus Tricakti berhasil membawa jenazah dua teroris Poso keluar dari Tempat Kejadian Perkara pada Rabu, 14 Juli 2021.

Kali ini tim evakuasi dipimpin Wapangkoopsgabsus Brigjen TNI Rafael Granada Baay.

Untuk misi ini, Koopsgabsus TNI menurunkan dua Tim Tricakti dan satu Tim Chandraca. Sejak Minggu, usai kontak tembak, tim sudah berupaya mengevakuasi jenazah. Namun tim hanya bisa bergerak sekitar 600 meter dari TKP menuju titik penjemputan landing zone darurat yang disiapkan.

“Kesulitan utama adalah beratnya medan karena vegetasi tumbuhan yang rapat serta banyaknya bebatuan besar di tebing sisi kiri dan kanan sungai, sehingga menyulitkan pasukan menembus rute yang dilewati,” jelas Brigjen Rafael.

Hari kedua (12 Juli), evakuasi dari pukul 06.00 WITA setelah pasukan beristirahat semalam penuh di tengah hutan.

Hari ketiga (13 Juli), tim evakuasi hampir berhasil mengangkat jenazah menggunakan helikopter Caracal TNI AU. Karena pertimbangan keamanan dan keselamatan, evakuasi dibatakan.

Hari keempat (14 Juli), evakuasi yang melibatkan masyarakat sekitar, kembali menemui kendala setelah sempat menggunakan rakit menyusuri sungai sepanjang hampir 500 meter dari posisi sebelumnya.

Di luar dugaan, di depan mereka menanti air terjun dengan ketinggian sekitar 75 meter, sehingga memaksa tim menurunkan jenazah menggunakan tali.

Evakuasi menggunakan helikopter EC-725 Caracal TNI AU gagal terkendala alam. Foto: Puspen TNI

Namun siang  itu juga, tim Koopsgabsus berhasil mencapai landing zone untuk dilakukan pengangkatan jenazah menggunakah hoist dan basket stretcher dari helikopter NAS-332 Super Puma dari Koopsau II. Heli diterbangkan Mayor Pnb Budiyono dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Setelah berhasil dibawa, kedua jenazah teroris Poso diberangkatkan dari Yonif 714 Sintuwu Maroso ke RS Bhayangkara Polda Sulteng dipimpin Brigjen TNI Rafael.

Menurut Brigjen TNI Rafael keberhasilan evakuasi jenazah teroris Poso tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah mencurahkan semua tenaga dan pemikiran pasca penyergapan serta penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Mereka pasti terdesak

Menurut Panglima Koopsgabsus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon, kedua teroris MIT berhasil ditembak mati prajurit TNI melalui sebuah operasi senyap yang sempurna.

“Lima prajurit Tricakti berhasil mendekati secara senyap dan kontak tembak dengan MIT, menewaskan 2 teroris,” jelas Mayjen Richard dalam wawancara dengan Kompas TV.

Menurut Richard, prajurit TNI terus bergerak untuk mempersempit ruang gerak MIT. Pasukan menyusup dengan melewati medan curam, terjal, dan hutan lebat. Cuaca gelap dan hujan membuat kamp teroris MIT terlihat samar-samar.

Namun Tim berhasil melacak jejak yang ditinggalkan anggota MIT sampai pada titik aman untuk melakukan penyergapan.

Tim bahkan harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 WITA sampai akhirnya dilakukan penyergapan pukul 03.00 WITA.

Sebelum penyergapan, Tim memantau dari kejauhan dan melihat lima teroris MIT Poso sedang beristirahat. Karena itulah, Komandan Tim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memerintahkan tembakan.

Kaget mendapat serangan, teroris yang lain lari kocar kacir. Di antara mereka dipastikan ada yang terluka, diketahui dari ceceran darah yang mengarah ke luar dari killing zone.

“Penyergapan ini dilakukan tim kecil, bergerak dalam senyap dan memperoleh hasil,” ungkap Richard.

Dijelaskan Richard, kekuatan teroris MIT yang tersisa saat ini sangat sedikit, berdasarkan data tinggal sembilan orang. Namun karena wilayah operasi yang begitu luas dan berat serta berada di tiga kabupaten, menjadi pertimbangan komando operasi untuk melakukan operasi.

Jenazah teroris MIT Poso setelah berhasil dievakuasi helikopter NAS-332 Super Puma TNI AU. Foto: Puspen TNI

“Kekuatan mereka sedikit namun kalau di hutan yang begitu luas, menjadi tantangan kita,” kata Mayjen Richard lagi.

Ditambahkan Richard, kelompok ini juga selalu berpindah-pindah sehingga sulit melakukan penjejakan. Diperkirakan teroris MIT masih menguasai beberapa pucuk senjata api dan bom molotov.

“Mereka pasti terdesak dengan operasi yang kita lakukan dan pembinaan teritorial, kita putus logistik mereka,” ucap Mayjen Richard Tampubolon tegas.

Keberhasilan misi combat SAR Tim Tricakti Koopsgabsus TNI di daerah operasi Poso ini menunjukkan profesionalisme prajurit TNI dalam menjalankan tugas. Baik awak udara dari TNI AU maupun personel lapangan dari Koopsgabsus TNI, berhasil melaksanakan sebuah misi tempur dengan risiko yang sangat tinggi.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply