Lettu Pnb I Putu Navian Yugasvara dan Letda Pnb Ari Dian Pratama Selesaikan Transisi Penerbang Tempur di Skadron 12

0

MYLESAT.COM – Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin mendapat tambahan dua penerbang muda setelah menjalani tahap transisi yang ketat. Mereka adalah Lettu Pnb I Putu Navian Yugasvara, S. Tr (Han) dan Letda Pnb Ari Dian Pratama, S.Tr (Han). Skadron 12 mengoperasikan pesawat Hawk 109/209.

Kehadiran penerbang tempur (muda) memiliki arti yang sangat strategis bagi TNI AU. Oleh karena itu, para penerbang harus terus mengembangkan potensi dan kemampuan dengan cara belajar dan berlatih.

Tentu sembari mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan terus berubah sesuai tuntutan zaman.

Foto bersama usai penutupan transisi ke-XXIII dan pembukaan transisi ke-XXIV Skadron Udara 12.  Foto: Pen Lanud Roesmin N

Demikian disampaikan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro pada upacara penutupan transisi ke-XXIII dan pembukaan transisi ke-XXIV penerbang Skadron Udara 12 di Shelter Skadud 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru (15/10/21).

Keberadaan dan jumlah penerbang tempur aktif menjadi masalah bagi hampir semua negara. Tidak terkecuali Angkatan udara Amerika Serikat.

Amerika sendiri mengalami kesulitan untuk mengisi barisan ini. Dikutip alaskapublic.org pada 2018, untuk Angkatan Udara AS sendiri masalah utamanya adalah mempertahankan pilot setelah menjalani pelatihan yang mahal selama bertahun-tahun. Masalah ini diduga akan bertambah buruk di tahun-tahun mendatang.

Angkatan Udara AS (USAF) disebutkan menghadapi kekurangan penerbang. Jajaran penerbang tempur adalah bagian yang paling terpukul.

Pada 2015, airforce-technology.com menuliskan bahwa USAF tengah berjuang untuk melawan kekurangan penerbang tempur.

Pada tahun 2014, Angkatan Udara AS menghadapi masalah dengan komunitas penerbang tempur yang mengalami kelelahan (deeply fatigued combat pilot).

Kelompok ini dinilai mengalami combat fatiqued setelah lebih dari dua dekade melaksanakan operasi tempur tiada henti di seluruh dunia. Situasi ini menyebabkan USAF kehilangan lebih banyak penerbang setiap tahun dibanding output dari sekolah penerbang.

Pada akhir tahun fiskal 2015, terjadi defisit 511 penerbang tempur di Angkatan Udara AS. Angka ini meningkat hampir 750 penerbang pada akhir 2016, mewakili kesenjangan 21% antara apa yang dimiliki USAF dan apa yang dibutuhkan.

Banyak pihak mempertanyakan, apakah daya pikat pahlawan Amerika yang hebat itu telah memudar?

Persoalan senada pun dialami TNI AU. Dengan semakin banyaknya pesawat tempur yang dioperasikan saat ini termasuk yang akan diakuisisi, menjadi pekerjaan rumah bagi Mabesau untuk mengimbanginya dengan program rekrutmen yang tepat.

Itu sebabnya setiap kali upacara Wingday Sekbang TNI AU, menjadi momen yang sangat penting sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan skadron udara dalam performa terbaiknya.

Senada dengan semangat untuk menambah jumlah penerbang dan meningkatkan profesionalisme, Marsma Andi Kustoro mengungkapkan bahwa sebagai penjaga kedaulatan negara di udara, TNI AU sangat membutuhkan penerbang yang andal, memiliki kemampuan dan keahlian yang mumpuni.

Perlu dipahami, keberhasilan tidak akan pernah pudar jika tekat untuk sukses cukup kuat. Setiap orang hanya berpikir dan berkeinginan untuk mengubah dunia, tetapi tidak pernah berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.

“Bagi penerbang tempur, pendidikan transisi pada hakekatnya sebagai upaya melahirkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang,” ujar Marsma Andi Kustoro.

Komandan Lanud mengucapkan selamat kepada Lettu Pnb I Putu Navian Yugasvara dan Letda Pnb Ari Dian Pratama atas keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan transisi ke- XXIII.

Ini adalah langkah awal dalam meraih kesuksesan sebagai penerbang pesawat tempur Hawk 100/200 Skadud 12.

Sebelumnya, kedua penerbang tempur Skadron Udara 12 “Black Panther” Lanud Roesmin Nurjadin ini berhasil melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur Hawk 109 pada 23 Februari 21.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro menutup transisi ke-XXIII dan membuka transisi ke-XXIV penerbang Skadron 12.Foto: Pen Lanud Roesmin N

Sementara kepada Letda Pnb Irfan Joko Prasetyo, S. Tr (Han), komandan Lanud mengucapkan selamat belajar dan berlatih dalam mengikuti pendidikan transisi ke-XXIV.

Laksanakan dengan kesungguhan, ketekunan dan disiplin agar dapat mengikuti pendidikan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ada.

Turut hadir Komandan Wing 6 Kolonel Pnb Jajang Setiawan, Kadisops Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, Kadispers Kolonel Adm Fauzan Zuhdi, Kadislog Kolonel Tek Dwi Wihananto, Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Putu Anggiro, Komandan Skadron 16 Letkol Pnb Andri Setyawan, Komandan Skatek 045 Letkol Tek Surat, Komandan Satpom Letkol Pom I Gede Eka Santika, Karumkit dr.Sukirman Letkol Kes Irwan Janu Sucipta serta pejabat lainya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply