Kenali Apa Itu Tier One, Unit Spesial Paling Rahasia di Militer Amerika Serikat

0

MYLESAT.COM – Tier one atau Special Mission Unit (SMU) adalah sebuah terminologi militer yang mungkin jarang didengar. Kata tier one sendiri jamak dipakai dalam militer Amerika atau NATO. Walaupun dalam dunia bisnis atau marketing kata tier one juga sering digunakan. Dalam istiliah militer, tier one adalah beberapa unit spesial yang digunakan dalam misi sangat sensitif dan rahasia. Kontributor mylesat.com, Dwiputra, menyajikan untuk Anda.

Baca Juga: 

Di organisasi militer Amerika, terdapat tingkatan atau level yang membagi unit atau pasukan. Terdiri dari tier three, tier two dan tier one.

Tier three atau white element, umumnya terdiri dari beberapa unit yang mendapat “gelar” elite. Contohnya 82nd Airborne, 101st Airborne, USMC Force Recon, Navy Riverine, 142nd Fighter Wing.

Tier one berisikan unit superelite seperti SEAL Team Six (DEVGRU). Foto: net

Tier Two atau gray element, berisikan Navy SEAL, Navy SWICC, Marines Raider, USAF CCT, USAF PJ, US Army Rangers, USSF, dan 160th SOAR.

Sedangkan tier one atau black element, berisikan unit yang superelite seperti SEAL Team Six (DEVGRU), Delta Forces (CAG), USAF 24th Special Tactics Squadron, US Army Intelligence Activity (Gray Fox), dan Regimental Reconnaissance Company.

Pengelompokan ini berpengaruh pada aspek-aspek lainnya seperti pelatihan, kapabilitas pasukan, dan pembiayaan peralatan. Semakin tinggi klasifikasi tier, unit tersebut akan semakin spesial.

Tier one berada di bawah Joint Special Operation Command (JSOC). Artinya, pasukan tier one adalah operator terbaik dari yang terbaik. Seluruh operator yang berada dalam kategori tier one, umumnya berasal dari unit tier two. Hampir sebagian besar misi dari unit tier one tidak terpublikasi.

USAF 24th Special Tactics Squadron merupakan salah satu unit black element yang sangat terselubung. Foto: bent

Unit tier one sangat jarang mengeksekusi misi-misi yang dapat dilakukan oleh unit yang berasal dari tier two. Sebagai contoh, Operation Neptune Spear.

Operasi ini sangat sensitif dan dapat dibilang sangat kompleks, sehingga tugas ini dibebankan pada DEVGRU. DEVGRU mempunyai kapabilitas dalam mengeksekusi target terpilih.

Namun tidak diharamkan jika sering kali tier one unit bekerja sama dengan tier two. Seperti dalam kisah penyerbuan untuk menangkap Fathi Bin Awn Bin Jildi Murad al-Tunisi atau Abu Sayyaf, kepala operasi pertambangan ISIS di Suriah.

Dalam operasi ini, Combat Application Group (Delta Forces) bekerja sama dengan 75th US Army Rangers.

CAG dan 75th Rangers bahu membahu bersama SAS dalam misi High Value Target (HVT). Misi ini dilaksanakan pada Mei 2015.

Tugas ini sangat berbahaya karena kondisi ISIS masih sangat kuat, ditambah kehadiran pasukan Rusia di negara ini.

Rusia kerap melakukan patroli bersenjata yang melibatkan pasukan khusus SSO. Pasukan SSO adalah tier one dari militer Rusia, para operatornya sebagian besar berasal dari 45th VDV Regiment dan GRU.

Kehadiran tier one di negara Suriah dapat mengakibatkan bentrok dengan pasukan Rusia yang sering berpatroli.

Tier one yang satu ini sangat populer, yaitu Delta Forces (CAG). Namun tidak banyak informasi tersedia mengenai pasukan siluman ini. Foto: net

Namun, tugas menangkap Abu Sayyaf pantang untuk tidak dilaksanakan.

Apakah CAG dan SAS sanggup menyusup dan menangkap Abu Sayyaf di wilayah Suriah? Seberapa pentingkah misi ini sehingga para lads dari Hereford harus ikut serta?

Ataukah pasukan Rusia dapat menghentikan langkah tier one?

Bagaimana cara tier one mengelabui deteksi militer Suriah dan pasukan khusus Rusia? Tunggu di artikel berikutnya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply