MYLESAT.COM – Banyak cara untuk memaknai hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November. Selain upacara yang sudah rutin, cara lain adalah dengan bersilaturahim kepada keluarga pahlawan. Upaya ini dipilih Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau).
Setidaknya dalam tiga hari terakhir, akun instagram @militer.udara mengunggah foto-foto silaturahim Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dengan keluarga pahlawan.

Kadispenau menyerahkan menyerahkan cenderamata dari KSAU berupa buku Plan Bobcat, Indonesia Air Force In Picture dan buku-buku yang diterbitkan Dispenau kepada Sarjono Sigit. Foto: Dispenau
Tepat di hari Pahlawan, Kadispenau dan Kasubdis Sejarah Dispenau Kolonel Sus Maylina Saragih dan staf, mengunjungi keluarga Bapak AURI Marsekal (Pur) R. Suryadi Suryadarma di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca Juga:
- Erlangga Suryadarma, Sejarah AURI di Mata Putra KSAU Pertama Surjadi Surjadarma
- Selamat Jalan Pak Erlangga, Maafkan Saya Tidak Pernah Bisa Datang ke Rumah
Kedatangan Kadispenau disambut Adityawarman Suryadarma yang merupakan putra ketiga Suryadarma. Kadispenau menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasa tokoh perintis, pejuang, dan pahlawan TNI AU.
Sebelumnya Kadispenau juga mendatangi dua keluarga tokoh TNI AU yaitu Sarjono Sigit yang merupakan adik dari almarhum Mayor Udara Soetardjo Sigit. Serta Triawan Saleh yang merupakan anak dari Marsekal Muda (Anumerta) Prof. dr. Abdurrahman Saleh.
Sehari kemudian, giliran putra tunggal Marsda (Anumerta) Halim Perdanakusuma yang disambangi. Marsdya (Pur) Ian Santoso Perdanakusuma yang pernah menjadi Kepala Bais TNI, tinggal di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Silaturahim Kadispenau dengan Marsdya (Pur) Ian Santoso Perdanakusuma. Saat Halim Perdanakusuma gugur, Ian masih digendongan ibunya. Foto: Dispenau
Lantas pada 12 November 2021, Kadispenau dan rombongan tiba di kediaman Serka (Pur) Abeng Suprapto di Kampung Ciledug Desa Bendungan Jonggol, Bogor.
Abeng adalah putra ketujuh Letda (Pur) Kaput yang merupakan teknisi merangkap air gunner, saat surprise attack kadet AURI pada Juli 1947 di Ambarawa. Saat itu, Kaput terbang bersama Kadet Suharnoko Harbani menggunakan pesawat Curen.
Kadet 1947
Selain silaturahim untuk menghormati para pahlawan, dalam kunjungannya ini Kadispenau sengaja mengajak Produser Temata Studios Celerina Judisari yang segera meluncurkan Film “Kadet 1947”.
Kadet 1947 menceritakan perjuangan heroik tujuh pemuda yang terdiri dari empat Kadet TNI AU dan tiga air gunner, menyerang markas Belanda pada tahun 1947. Film ini dikemas dengan alur cerita kekinian, dengan harapan dapat lebih mudah dimengerti oleh generasi muda saat ini dan semakin memupuk semangat cinta tanah air.
“Film Kadet 1947 ini diharapkan mampu menginspirasi para pemuda untuk lebih berkontribusi kepada negara dan bangsa,” ujar Marsma Indan.

Pertemuan dengan keluarga Triawan Saleh yang merupakan putra Marsda (Anumerta) Prof. dr. Abdurrahman Saleh. Foto: Dispenau
Kadispenau menyampaikan bahwa silaturahmi harus selalu dibangun. Apalagi sosok para pahlawan sebagai pendiri TNI AU ini juga berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa perlu mengenal sosok pahlawan yang telah berjasa sehingga kita bisa seperti saat ini,” ungkap Indan.
Ian Santoso sangat mengapresiasi pembuatan film Kadet 1947. “Saya setuju, bangga dan berterimakasih, ayah saya Halim Perdanakusuma diceritakan di dalam film Kadet 1947. Banyak masyarakat yang mungkin kurang mengenal sosok Halim Perdanakusuma,” ucap penerbang C-130 Hercules ini.
Ian menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui bahwa saat Perang Dunia II berakhir, Halim Perdanakusuma masih berada di Inggris karena menjadi bagian dari Angkatan Udara Inggris. Halim sangat ingin segera pulang ke tanah air untuk membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Pada saat kunjungan ini, Produser Temata Celerina sempat melontarkan ajakan kepada seluruh keluarga Letda (Pur) Kaput untuk menyaksikan peluncuran film Kadet 1947 pada 25 November 2021.
Kadispenau menyampaikan bahwa Kaput menjadi salah satu tokoh dalam film Kadet 1947. Kaput merupakan sosok yang memiliki keberanian luar biasa, karena berani memangku bom-bom api untuk dilemparkan dari pesawat ke markas Belanda.

Serka (Pur) Abeng Suprapto merupakan putra ketujuh Letda (Pur) Kaput yang merupakan air gunner dalam serangan ke Ambarawa. Kadispenau didampingi Celerina Judisari. Foto: Dispenau
“Heroisme ini harus diketahui anak-anak muda sekarang, agar tumbuh semangat nasionalisme dan heroisme,” ujar Indan.
Kepada seluruh keluarga pahlawan yang dikunjunginya, Kadispenau menyerahkan cenderamata dari KSAU berupa buku Plan Bobcat, Indonesia Air Force In Pictures dan buku-buku yang diterbitkan Dispenau.
Sementara Producers Temata Studios memberikan jaket spesial yang menjadi merchandise Film “Kadet 1947”.
Jangan pernah melupakan jasa pahlawan, mereka berjuang bukan untuk dirinya tapi untuk generasi selanjutnya.