MYLESAT.COM – Resmi sudah Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Tak lama kemudian, Jenderal TNI Dudung Abdurahman pun dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Sekaligus dua pejabat penting di tubuh TNI, dilantik Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (17/11/2021) di Istana Negara. Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI dan Jenderal TNI Dudung Abdurahman sebagai KSAD.
Jenderal Dudung yang alumni Akmil 1988, sebelumnya adalah Pangkostrad. Mantan Komandan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya, Kodam II Sriwijaya ini lahir pada 19 November 1965.
Pelantikan Panglima TNI dan KSAD secara simultan ini menyudahi “kegundahan” publik dalam beberapa hari ini. Beragam tanggapan berseliweran di media dan sosial media, dengan argumentasinya masing-masing.
Namun sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang, Presiden Jokowi lah yang memiliki hak prerogatif untuk memilih perwira terbaik TNI dan menentukan hari pelantikannya.
Pelantikan Jenderal Andika Perkasa dimulai pada pukul 13.30 WIB. Usai mengucapkan sumpah jabatan, Jenderal Andika dan Presiden Jokowi menandatangani berita acara pelantikan.
Bertindak sebagai saksi dalam upacara ini adalah Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto terlihat berdiri di samping Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Terlihat juga KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Jenderal Andika Perkasa yang lahir di korps baret merah Kopassus ini tentu akan melanjutkan pembangunan TNI yang sudah dilakukan oleh Marsekal Hadi. Selain pemenuhan alutsista sesuai MEF, juga melengkapi organisasi seiring validasi di tubuh TNI beberapa waktu lalu.
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa yang lahir pada 21 Desember 1964, akan pensiun pada akhir tahun depan. Ketentuan itu termaktub di dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.