F-35B Lightning II Inggris Jatuh di Laut Mediterania, Pilot Berhasil Ejected

0

MYLESAT.COM – Dilaporkan bahwa sebuah pesawat tempur tercanggih saat ini yaitu F-35B Lighting II milik Angkatan Laut Inggris, jatuh di Laut Mediterania. Kecelakaan yang baru diungkap ini terjadi saat F-35B mengikuti operasi rutin pada Rabu pagi, 17 Oktober 2021.

Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) mengatakan bahwa pilot Inggris yang menerbangkan pesawat dari kapal induk HMS Queen Elizabeth, berhasil melontarkan diri (ejected) dengan selamat.

Kemhan Inggris sudah memulai penyelidikan atas kecelakaan ini.

Inggris mengoperasikan F-35B, yaitu varian yang mampu melakukan pendaratan secara vertikal, yang satu unitnya dihargai sekitar 115 juta dolar AS.

Sebelumnya pada Juni 2021, F-35 yang beroperasi di HMS Queen Elizabeth menerbangkan misi tempur di Timur Tengah melawan ISIS. Ini adalah aksi tempur pertama untuk varian kapal induk Inggris dalam lebih dari satu dekade.

F-35 Inggris untuk pertama kali dikirim ke daerah pertempuran pada 2019. Ketika itu pesawat melakukan serangan terhadap ISIS di Irak dan Suriah dari pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Pulau Siprus.

Dengan rencana mengakuisisi 138 F-35, Inggris akan menjadi operator terbesar ketiga jet produksi Lockheed Martin setelah Amerika Serikat dan Jepang. Pesawat sejenis yang dioperasikan AS dan Jepang, pun telah mengalami kecelakaan.

Pada September 2018, sebuah F-35B Korps Marinir AS jatuh di South Carolina, menjadi kecelakaan pertama F-35.

Pada April 2019, sebuah F-35A Jepang jatuh ke Samudra Pasifik di lepas pantai utara Jepang, menewaskan pilotnya. Kementerian Pertahanan Jepang kemudian mengaitkan kecelakaan dengan disorientasi spasial, yang berarti pilot tidak dapat merasakan sekelilingnya secara memadai sehingga tanpa disadarinya menerbangkan pesawat langsung ke laut dalam misi latihan malam itu.

Pada Mei 2020, F-35A Angkatan Udara AS jatuh di Florida dan pilot berhasil melontarkan diri dengan selamat.

Setelah kecelakaan pada Rabu kemarin, produsen kursi pelontar F-35 yaitu perusahaan Inggris Martin-Baker, menggembargemborkan perangkat kerasnya.

“Kami telah menyelamatkan 7.662 nyawa penerbang dari seluruh dunia,” kata perusahaan di halaman Twitter. Kursi pelontar Martin-Baker digunakan di berbagai pesawat, bukan hanya F-35.

Kecelakaan F-35B Inggris terjadi pada leg terakhir perjalanan HMS Queen Elizabeth, memimpin satgas yang disebut Inggris Carrier Strike Group 21.

Inggris membeli 48 varian F-35B Lightning II senilai 6 miliar poundsterling. Sampai saat ini, Inggris sudah menerima 24 pesawat.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply