Typhoon atau F-35, Pemerintah Jerman yang Baru Tinjau Ulang Opsi Penggantian Tornado

0

MYLESAT.COM – Jerman sekali lagi mempertimbangkan pilihannya untuk mengganti armada pesawat tempur Tornado yang menua. Langkah ini jadi kesempatan bagi F-35 Lightning II JSF untuk kembali digelar di meja diskusi.

Rencana yang pertama kali dilaporkan kantor berita Jerman DPA pada akhir pekan, mengikuti perjanjian pemerintah koalisi akhir tahun lalu.

Tinjauan tersebut akan membuka kembali rekomendasi yang dibuat Menteri Pertahanan saat itu, Ursula von der Leyen, pada awal 2019 untuk menghapus hampir 90 Tornado Jerman pada akhir dekade ini.

Langkah ini menjadi kabar buruk bagi opsi F-35. Sementara bagi Jerman, pilihan ini akan mengganggu aliansi pertahanan Perancis-Jerman dengan Future Combat Air System (FCAS) sebagai intinya.

Pejabat Jerman dilaporkan lebih suka membeli Eurofighter Typhoon atau Boeing F/A-18 Super Hornet generasi baru dalam jumlah yang kira-kira sama. Pesawat pilihan terakhir akan menerbangkan misi serang elektronik dan berfungsi sebagai pembawa bom di bawah komitmen berbagi nuklir NATO Jerman.

Kementerian Pertahanan Jerman pada Senin (10/1/2022) menolak untuk mengatakan, apakah F-35 sekarang secara tegas kembali dalam pertimbangan.

Percakapan antara Menhan Christine Lambrecht dan Kanselir Olaf Scholz tentang opsi penggantian Tornado, yang dilaporkan DPA telah terjadi Kamis lalu, dianggap “internal,” kata seorang juru bicara kepada media.

Para pejabat menunjuk pada wawancara Lambrecht pada 19 Desember 2021 di surat kabar Bild am Sonntag. Dia dikutip lebih menyukai pesawat “Eropa” untuk misi berbagi nuklir, sementara pada saat yang sama membuka kemungkinan bahwa sertifikasi AS yang diperlukan mungkin tidak terjadi tepat waktu.

“Saya akan mempertimbangkan semua opsi,” kata Lambrecht.

Untuk misi nuklir, diyakini bahwa Washington kemungkinan hanya akan mengizinkan pesawat AS yang melakukannya. Meskipun tingkat kesiapan atom di antara F-35 dan F-18 masih diperdebatkan.

Untuk misi serang elektronik, industri pertahanan Jerman dipimpin Airbus Defense and Space, telah melobi terhadap pilihan F-18 Growler sejak rekomendasi Von der Leyen, dengan alasan Eurofighter dapat dikembangkan setidaknya pada tingkat kemampuan yang sama (similar level of capability).

Sementara itu, memperkenalkan F-35 kembali ke dalam pertimbangan Jerman, dapat membuat pejabat Perancis mempertanyakan komitmen Berlin terhadap Future Combat Air System. Pada gilirannya, berisiko tidak hanya menggulingkan program pesawat generasi keenam tetapi juga ambisi industri pertahanan Uni Eropa secara keseluruhan.

Pertanyaannya adalah, apakah FCAS dapat berdampingan dengan akuisisi F-35 Jerman.

“Kerja sama Perancis-Jerman di FCAS masih jauh dari berjalan lancar,” Reinhard Brandl, anggota oposisi Christian Social Union dan komite pertahanan parlemen. Ia menyalahkan Dassault Perancis karena menolak menandatangani kontrak industri untuk bagian pesawat dari program tersebut.

Industri Jerman seharusnya tidak diharapkan untuk secara aktif mendukung pesawat AS dalam keputusan penggantian Tornado. Pada saat yang sama, dia mencatat bahwa terutama portofolio serang elektronik yang paling dijaga oleh perusahaan Jerman dari produk Amerika.

“Dassault tidak siap menerima Airbus sebagai mitra dengan syarat yang setara,” kata Brandl.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply