Simak Arahan KSAU dan Pendalaman dari Ridwan Kamil dan Emil Dardak, 200 Komandan Satuan TNI AU Kumpul di Seskoau 

0

MYLESAT.COM – Lebih 200 komandan satuan di lingkungan TNI AU, berkumpul di Seskoau (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara) Lembang, Bandung, Senin (12/12/2022). Pertemuan rutin tahunan ini dikemas dalam Apel Komandan Satuan TNI Angkatan Udara Tahun Anggaran 2022.

Dalam menjalakan tugas dan fungsinya, telah menjadi komitmen para komandan satuan TNI AU untuk bersinergi dengan pemerintah daerah hingga pusat.

“Komitmen ini adalah untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan negeri sekaligus untuk turut memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan sambutan saat membuka Apel Komandan Satuan TNI AU 2022 di Seskoau Lembang. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Penekanan itu disampaikan KSAU di hadapan seluruh peserta Apel Komandan Satuan TNI AU. Apel dihadiri juga oleh Wakil KSAU Marsdya TNI Gustaf Brugman, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tony Haryono, Dankodiklatau Marsda TNI Tedi Rizalihadi, Dansesko TNI Marsda TNI Kusworo, para Asisten KSAU, Dankopasgat, seluruh Pangkotama dan pejabat TNI AU.

Apel Komandan Satuan TN AU 2022 mengambil tema “Peran Komandan Satuan dalam mewujudkan sinergisitas dengan Forkopimda guna meningkatkan ketahanan wilayah di satuannya”.

Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang sinergitas ini, Apel menghadirkan dua pembicara yang memiliki reputasi tidak diragukan lagi sebagai kepala daerah. Yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Selain itu, Apel juga menghadirkan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan yang mengupas rencana pembangunan yang sudah dan akan dilakukan Kementerian Pertahanan saat ini. Seperti mengelaborasi soal Komponen Utama, Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan penghargaan kepada delapan komandan satuan yang berhasil mensertifikasi lahan TNI AU di lingkungan masing-masing. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Kepada seluruh komandan satuan di mana pun bertugas, KSAU menyampaikan apresiasinya atas pengabdian dan integritas yang telah diberikan dalam memimpin satuan masing-masing dalam upaya bersama untuk membangun dan memajukan TNI AU.

“Saya berharap agar semangat yang sama dapat terus dipertahankan dalam melaksanakan berbagai tugas di satuan hingga pengujung tahun 2022 ini, dan juga tahun-tahun selanjutnya,” ungkap KSAU.

Marsekal Fadjar memberikan refleksi dari perjalanan panjang bangsa Indonesia, bahwa jati diri TNI AU adalah tentara yang lahir dari rakyat. “Rakyat Indonesia dapat terus tegak berdiri dan maju menyongsong masa depan, sesungguhnya adalah berkat semangat gotong royong yang mengakar sebagai karakter generasi penerus bangsa semenjak dahulu hingga sekarang,” jelasnya.

Menurut KSAU, saat ini rakyat Indonesia masih terus berjuang dalam upaya pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19. Di tengah upaya untuk bangkit, Indonesia masih menghadapi berbagai ujian seperti gempa bumi di Cianjur dan erupsi Gunung Semeru.

Di lingkup global, bangsa Indonesia juga harus mengantisipasi berbagai ancaman. Mulai dari krisis pangan, resesi ekonomi, dinamika konflik dan ketegangan antar negara di Kawasan hingga beragam dinamika internasional.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memasangkan jaket penerbang untuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Secara khusus KSAU memandang bahwa sinergi antara satuan TNI AU dengan pemerintah daerah, akan membantu untuk terus melangkah maju dan meneruskan pembangunan nasional sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama.

“Kita perlu membekali diri, mengkaji lebih dalam dan menyamakan persepsi untuk mewujudkan sinergi dengan Forkopimda guna meningkatkan ketahanan wilayah yang berada dalam satuanTNI AU,” ungkap KSAU.

Sinergi ini menjadikan TNI AU dapat berjalan beriringan bersama seluruh komponen bangsa. Baik dalam rangka mendukung program pemerintah maupun dalam mewujudkan TNI AU sebagai Angkatan Udara yang disegani di Kawasan.

Saya berharap para Komandan dapat menyimak dengan baik, serta mengeksplorasi lebih dalam peran krusial yang dimainkan di satuan masing-masing dalam upaya untuk kemajuan TNI Angkatan Udara,” beber KSAU.

Dalam paparannya, Gubernur Ridwan Kamil maupun Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sama-sama memberikan pemahaman yang positif tentang tata kelola pemerintah daerah. Keberhasilan yang diraih Jawa Barat maupun Jawa Timur hingga menjadi dua provinsi dengan kontribusi terbesar untuk pemerintah pusat, tidak terlepas dari terbangunnya komunikasi yang kondusif dengan semua elemen termasuk TNI AU.

Seperti soal pengelolaan kemiskinan yang terjadi di sejumlah daerah, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, mengaku berhasil menghilangkan predikat tersebut.

Tercatat pada 2018, di Jawa Barat terdapat 48 desa dengan status Sangat Tertinggal. “Saat ini sudah nol, alias tidak ada lagi,” ungkap Emil. Kang Emil mengaku bahwa tidaklah mudah bagi seorang gubernur memimpin Jawa Barat dengan jumlah penduduk terdapat se-Indonesia, yaitu 50 juta jiwa.

Sementara Emil Dardak juga menyampaikan bahwa Jawa Timur berhasil mencapai prestasi sebagai provinsi penyumbang pendapat tertinggi secara nasional.

“Masih banyak peluang yang bisa kita kembangkan dengan bersinergi, khususnya dengan TNI AU, yang jelas-jelas selama masa pandemi, sudah sangat banyak membantu pemerintah daerah selama penanganan Covid-19, seperti membantu menyalurkan oksigen yang diproduksi di pabrik zat asam TNI AU,” beber Emil Dardak.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply