MYLESAT.COM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan Atase Pertahanan (Athan) Perancis Kolonel Sven Meic di Mabesau, Cilangkap Jakarta, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:
- Teken Pembelian 6 Jet Tempur Rafale, Menhan Prabowo Pastikan Total Akuisisi 42 Pesawat untuk TNI AU
- Misi Pegasus 2022 Kembali Singgah di Jakarta, Bawa Serta A400M, A330 MRTT, dan Rafale
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut, kedua pejabat membahas hubungan kerjasama kedua Angkatan Udara yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Atase Pertahanan Perancis Kolonel Sven Meic membicarakan hubungan kedua angkatan udara. Foto: Dispenau
Hubungan TNI AU dan AU Perancis (Armée de l’air) tentu semakin dekat terkait pembelian enam pesawat Dassault Rafale. Sejak lama TNI AU sudah menggunakan helikopter SA-330 Puma dan NAS-332 Super Puma dari Perancis.
Hadir mendampingi Kasau, Asintel Kasau Marsda TNI I Wayan Sulaba., S.Sos., M.Sc., Asops Kasau Marsda TNI M. Khairil Lubis, Aslog Kasau Marsda TNI M. Fadjar Sumarijadji, M.Sc., Kadisaeroau, dan Kadiskomlekau.
Sementara Athan Perancis didampingi oleh Wakil Athan Perancis Kolonel (Eng.) Olivier CAM, Sr. Exc. VP International & Public Affair Alexander Ziegler, Sr. VP International & Public Affair LtG (ret.) Martin Klotz, CEO & Regional SAFRAN Singapore Delegate Valerie Patuel, dan CEO & Gen Delegate SAFRAN China Plilippe Bardol.
Dari tamunya, KSAU menerima cinderamata berupa amunisi presisi udara ke darat AASM-250. AASM (Armement Air-Sol Modulaire) atau dikenal juga dengan HAMMER, adalah amunisi berpemandu presisi yang dikembangkan Safran Electronics & Defense, Perancis.
AASM terdiri dari frontal guidance kit dan rear-mounted range extension kit yang cocok dengan dumb bomb. Senjata itu modular karena dapat mengintegrasikan berbagai jenis unit pemandu dan berbagai jenis bom.
Versi dasar adalah bom seberat 250 kilogram (550 lb) plus panduan sistem navigasi inersia hybrid (INS)/ GPS (Global Positioning System). Varian lain menambahkan pemandu inframerah atau panduan laser untuk meningkatkan akurasi. Ada juga versi dengan bom 125 kilogram, 500 kilogram atau 1.000 kilogram.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima model amunisis AASM-250 dari perwakilan Safran. Foto: Dispenau
AASM mulai beroperasi pada 2007 dengan Angkatan Udara Perancis dan Penerbangan Angkatan Laut. Amunisi ini melengkapi Dassault Rafale dan Mirage 2000.
Pada 2011, AASM diberi nama HAMMER (highly agile modular munition extended range). Dipilih karena alasan komersial, akronim bahasa Inggris juga sering digunakan dalam bahasa Perancis. Pengucapan Perancis untuk AASM adalah Deux-A-S-M atau A-deux-S-M.