MYLESAT.COM – Untuk kedua kalinya, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi Lanud Suryadarma di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Kedatangan KSAU kali ini adalah dalam rangka meresmikan FTD (Flight Training Device) untuk mendukung pendidikan penerbang helikopter EC-120B Colibri di Skadron Pendidikan 105.
FTD ini berada di dalam Gedung Simulator FTD EC-120B Colibri “Yudie SH Dotulung” yang diresmikan KSAU pada Sabtu, 22 Juli 2023. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh KSAU dan pemotongan pita oleh Ketua Umum Pia Ardhya Garini, Ny. Inong Fadjar Prasetyo.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Gedung Simulator FTD EC-120B Colibri “Yudie S.H. Dotulung”. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Nama Lettu Pnb Yudie S.H. Dotulung diabadikan sebagai nama gedung simulator Colibri, adalah untuk menghormati jasa dan dedikasi almarhum yang begitu tinggi dalam melaksanakan tugas semasa mengabdi di TNI AU.
Almarhum yang alumni AAU 98 dan merupakan penerbang Skadron Udara 7, gugur saat melaksanakan tugas pada tahun 2002. Peresmian Gedung Simulator FTD EC-120B Colibri “Yudie S.H. Dotulung” turut dihadiri orang tua almarhum serta pihak keluarga.
Gedung Simulator yang diresmikan ini merupakan fasilitas latihan bagi para penerbang dan siswa penerbang helikopter TNI AU. Di dalamnya dilengkapi dengan FTD buatan dalam negeri.
Selaku Kepala Staf Angkatan Udara, saya turut berbangga karena fasilitas simulator modern helikopter Colibri ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Serta juga hasil karya anak bangsa yang harus kita apresiasi,” ujar Fadjar.
KSAU berharap fasilitas simulator ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan profesionalisme para aircrew helikopter.
FTD ini akan bermanfaat dalam memberikan pelatihan yang berkualitas bagi siswa Sekolah Penerbang rotary wing maupun siswa Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Helikopter atau KPTPH.
Untuk mencetak penerbang helikopter, TNI AU sudah membentuk Skadron Pendidikan 105 Wingdik 100/Terbang. Skadik 105 merupakan skadron baru yang terbentuk dari pecahan fungsi Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma.
Semula, Skadron 7 melaksanakan tugas operasional dan juga pendidikan penerbang. Dengan terbentuknya Skadik 105, menjadikan proses pendidikan penerbang helikopter TNI AU menjadi lebih fokus.
Skadik 105 diresmikan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada 1 September 2022 bersamaan dengan Depohar 90 beserta Sathar 91, Sathar 92 dan Sathar 93, Wing Pendidikan (Wingdik) 200/Lek, dan Wingdik 400/Matukjur.

Flight Training Device EC-120B Colibri sangat membantu dalam mendidik penerbang helikopter Skadik 105. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Pendidikan penerbang di Skadik 105 dijalani siswa setelah mendapatkan 100 jam terbang dengan pesawat latih mula Grob G-120 TP-A di Lanud Adisucipto. Setelah itu mereka belajar menerbangkan rotary-wing di Lanud Suryadarma.
Saat ini total terdapat 11 helikopter EC-120B Colibri di Lanud Suryadarma yang merupakan gabungan Skadron 7 dan Skadik 105. Dari jumlah itu, Skadik 105 mendapatkan alokasi lima helikopter.
Menurut KSAU, sejatinya helikopter Colibri memang lebih ideal digunakan untuk fungsi pendidikan. “Kita maksimalkan helikopter yang ada untuk mencetak penerbang, karena Colibri memang lebih tepat digunakan untuk melatih penerbang,” ungkap Marsekal Fadjar.
“Saya berharap FTD ini bisa digunakan secara maksimal, dan saya titipkan untuk dirawat agar penggunaannya bisa berkelanjutan dalam mendidik penerbang helikopter,” tutur KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.