MYLESAT.COM – Berbagai cara dilakukan Pemerintah untuk mempercepat pengiriman bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Salah satunya dengan teknik pengiriman bantuan dari udara menggunakan teknik Helibox.
Helibox drop adalah metode pengiriman logistik dari udara menggunakan pesawat atau helikopter, di mana kotak logistik (helibox) dijatuhkan langsung ke titik tertentu tanpa pesawat atau helikopter harus mendarat. Istilah ini banyak digunakan dalam operasi militer, SAR, atau bantuan kemanusiaan.
Helibox yang digunakan dalam misi ini merupakan kemasan khusus yang dirancang menyerupai bilah baling-baling.
Saat dijatuhkan dari pesawat, kotak akan berputar sehingga kecepatan jatuh melambat dan risiko benturan saat mendarat dapat diminimalkan. Teknologi ini memungkinkan distribusi bantuan dilakukan secara cepat, aman, dan efektif ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pesawat angkut CN-295 TNI AU dengan nomor registrasi A-2904 yang diterbangkan Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Ari Wicaksono, S.E. menerjunkan 90 helibox berisi bantuan darurat bagi warga terdampak banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025).
Pengiriman bantuan dilakukan dari Lanud Soewondo, Medan menuju drop zone Batuarimo, dengan memprioritaskan suplai pangan untuk masyarakat yang masih kesulitan memperoleh kebutuhan pokok. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan serta perlengkapan darurat lain yang diperlukan segera oleh warga di wilayah terdampak.
- Posisi helibox di dalam pesawat sebelum dijatuhkan. Foto: Dispenau
- Posisi helibox di dalam pesawat sebelum dijatuhkan. Foto: Dispenau
- Kru pesawat menyiapkan helibox di dalam pesawat sebelum dijatuhkan. Foto: Dispenau
- Menjatuhkan helibox dari pesawat. Foto: Dispenau
- Menjatuhkan helibox dari pesawat. Foto: Dispenau
- Helibox yang berisi bahan kebutuhan pokok sangat ditunggu pengungsi. Foto: Dispenau
- Helibox yang berisi bahan kebutuhan pokok sangat ditunggu pengungsi. Foto: Dispenau






