Jika Pecah Kongsi dengan Turki, Pentagon Lirik Yunani sebagai Ganti Incirlik

0

MYLESAT.COM – Di saat hubungan Turki dan Amerika Serikat terus memburuk, komandan dan anggota parlemen AS mulai mencari opsi untuk memposisikan kembali aset militer substansial di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan. Satu pilihan, kata seorang senator AS baru-baru ini, adalah pangkalan Angkatan Laut di Teluk Souda, di pulau Kreta, Yunani.

Meskipun AS dan Turki telah menjadi sekutu sejak di aliansi NATO sejak 1952, ketegangan antara kedua negara telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena kepentingan Washington dan Ankara menjadi semakin kontradiktif.

Di Suriah, diberitakan bahwa pasukan Turki berlari melewati pos terdepan Amerika untuk menyerang milisi Kurdi yang merupakan sekutu AS pada Oktober lalu. Juga ketika Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia atas keberatan AS hingga dihapus dari program F-35.

Sejak itu mulai muncul kekhawatiran bahwa hubungan yang buruk ini bisa membahayakan Pangkalan Udara Incirlik, yang telah berfungsi sebagai pusat logistik militer untuk NATO di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada Incirlik,” Senator Ron Johnson (R-WI), yang mengetuai subkomite Komite Hubungan Luar Negeri Senat untuk Eropa, mengatakan kepada Washington Examiner pada Jumat (11/9).

“Kami berharap yang terbaik, tapi kami harus merencanakan yang terburuk.” Menurutnya, AS ingin mempertahankan kehadiran dan kerja sama penuh kami di Turki.

“Saya tidak berpikir kami ingin melakukan perubahan strategis itu, tetapi saya pikir, dari postur pertahanan, saya pikir kami harus melihat kenyataan dari situasi di mana jalan yang ditempuh Erdogan tidak baik. Kami sudah melihat Yunani sebagai alternatif,” tambah Johnson.

Pangkalan angkatan laut AS di Teluk Souda adalah satu-satunya pelabuhan laut dalam di Mediterania timur yang mampu menampung kapal induk AS. Jadi pangkalan di pantai utara Kreta sudah menjadi tempat yang sangat sibuk.

Berdekatan dengan fasilitas Teluk Souda adalah Bandara Internasional Chania, yang juga digunakan sebagai pangkalan udara oleh Angkatan Udara Yunani. Namun, mengingat Chania sudah menjadi bandara tersibuk keenam di Yunani, menangani beban kerja yang meningkat dalam menangani pesawat AS yang pernah terbang ke Incirlik bisa menjadi tugas yang menakutkan.

Johnson menyayangkan langkah yang diambil Erdogan.

“Ini mengganggu. Ini sangat memprihatinkan, yang merupakan salah satu alasan kami meningkatkan kerja sama militer dengan Yunani, memperkuat kehadiran kami di Teluk Souda, karena kehadiran kami, sejujurnya, di Turki pasti terancam.”

Meski menyadarinya, Johnson tidak mengatakan apa-apa tentang sekitar 150 senjata nuklir yang disimpan AS di Incirlik.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply