MYLESAT.COM – Hari ini, Selasa (29/9), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyaksikan manuver lapangan (Manlap) Sikatan Daya 2020 dalam rangka Latihan Puncak Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II di AWR Pandan Wangi. Gelegar 130 amunisi bom dan roket yang dimuntahkan dari belasan pesawat tempur TNI AU, seluruhnya menghantam tepat di sasaran. Well done.
Marsekal Fadjar memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel jajaran Koopsau II yang telah menunjukkan profesionalisme sebagai awak udara. “Seluruh bom dan roket yang dirilis, tepat menghantam sasaran,” ujar Marsekal Fadjar bangga di sela-sela latihan.
Manuver lapangan di AWR Pandan Wangi dilaksanakan pukul 10 Wita tak lama setelah KSAU tiba di daerah latihan.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Wartawan mylesat.com yang melihat langsung di AWR Pandan Wangi, mengakui bahwa semua sasaran yang disiapkan di pinggir pantai itu hancur oleh serangan udara.
Air Weapon Range (AWR) Pandan Wangi sendiri berada di pesisir pantai Selatan Lumajang dan tepatnya di Desa Pandanwangi, Tempeh, Lumajang, Jawa Timur. Daerah latihan ini berada persis di pinggir pantai. Warga sekitar antusias menyaksikan latihan puncak Koopsau II ini.
Latihan Sikatan Daya 2020 berlangsung selama tiga hari dari 28-30 September 2020. Bertindak sebagai Direktur Latihan Kolonel Pnb Eko Sudjatmiko, yang sehari-harinya menjabat Asops Kas Koopsau II.
Sebelumnya Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo, S.IP mengatakan bahwa latihan bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh satuan yang berada di jajaran Koopsau II.
Latihan kali ini yang digelar di tengah pandemi Covid-19, melibatkan 706 personel dan 39 pesawat dari berbagai jenis.
Sesuai skenario yang disiapkan, Manlap sudah dimulai pada Senin malam dengan pelaksanaan penerjun tim Dalpur dan Opssus dari Korpaskhas TNI AU. Penerjunan dilaksanakan menggunakan pesawat C-130 Hercules.
Koopsau II memiliki 12 pangkalan udara yang di dalamnya terdapat tiga Lanud tipe A dengan kekuatan skadron udara.

Pesawat F-16 membuat manuver menghindar. Foto: beny adrian/mylesat.com
Dalam pelaksanaan latihan Sikatan Daya 2020, pergerakan pasukan dan pesawat dilaksanakan dari tiga pangkalan operasi. Yaitu Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, Lanud Iswahjudi di Madiun, dan Lanud Mulyono di Surabaya.
Sejumlah kemampuan operasi udara diuji dalam latihan. Terdiri dari operasi intelijen udara, operasi udara serangan strategis, operasi udara perlawanan baik udara maupun darat, pengisian bahan bakar di udara dan penerjunan satuan tempur dari Yonko 463 dan 464 Paskhas.
Operasi udara melibatkan berbagai jenis pesawat. Mulai dari jet tempur F-16 Fighting Falcon, T-50i Golden Eagle, Su-27/30 Flanker, dan EMB-314 Super Tucano, pesawat intai B737-200 Surveillance, pesawat angkut C-130 Hercules, Cassa NC-212 dan helikopter.
Beberapa jenis bom digunakan dalam latihan. Yaitu MK 12, P250L, MK 81, dan roket RD 702.
Di antara operasi udara yang dilaksanakan adalah OCA (offensive counter air), yaitu menyerang dan menghancurkan aset udara musuh dan DCS (defensive counter air) berupa pertempuran udara ke udara.
Misi OCA melibatkan masing-masing dua pesawat F-16 dan T-50i. Setelah itu empat pesawat F-16 melaksanakan Operasi Udara Serangan Strategis (OUSS) dan Operasi Udara Perlawanan (OUP).
Manuver lapangan diawali dengan aksi dog fight 2 lawan 2 yang diperankan pesawat F-16 dari Skadron Udara 3. Aksi empat pesawat tempur TNI AU ini cukup membuat penonton terkesima, karena beberapa manuver yang dilakukan sangat menegangkan.

Dropping hely box dari pesawat NC-212. Foto: beny adrian/mylesat.com
Diceritakan dua pesawat TNI AU yang tengah patroli tempur, dibuntuti dua pesawat musuh. Saat berusaha menghindar sambil membuat gerakan spiral, tiba-tiba satu pesawat TNI AU membuat gerakan menanjak secara ekstrem sehingga menjadikannya lepas dari incaran musuh.
Posisi jadi berbalik menguntungkan pesawat TNI AU, yang berada di belakang musuh. Tally ho, musuh masuk dalam bidikan dan penerbang meneriakkan Fox-2 disusul melesatnya rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder.
Manuver-manuver pertempuran udara juga diperlihatkan pesawat T-50i. Di akhir operasi, baik F-16 maupun T-50i, melakukan pemboman di target masing-masing sebagai bagian dari misi OULD (Operasi Udara Lawan Darat).
Kedua pesawat menggunakan dua jenis bom yang sama yaitu MK 12 yang memiliki bobot sekitar 350 kg. Bom yang satu ini memang battle proven di sejumlah pertempuran. Jika anda pernah nonton pemboman massif pesawat B-52 Stratofortress Angkatan Udara AS, dipastikan bom inilah yang dimuntahkan.
Kalau boleh menggunakan istilah carpet bombing, peran inilah yang dimainkan dua pesawat Su-27/30 yang merilis puluhan bom P250L. Seperti diketahui, bom P250 dirancang dan dibuat oleh Dislitbang TNI AU bekerja sama dengan pihak ketiga. Pemboman dilakukan dalam dua run.
Kemampuan penerbang EMB-314 Super Tucano melaksanakan misi CAS (close air support), menjadi bagian dari pelaksanaan Latihan Sikatan Daya 2020. Empat pesawat buatan Brasil ini melakukan dua misi sekaligus.
Pertama, melaksanakan OULD dengan melepas bom MK 81 untuk mendukung manuver lawan permukaan yang dilaksanakan T-50i. Setelah melakukan putaran kedua, Super Tucano melakukan penembakan menggunakan roket RD 702 MOD.4 buatan PT Dirgantara Indonesia. Penembakan juga dilakukan dalam dua run.

Penerjunan 140 prajurit Paskhas. Foto: beny adrian/mylesat.com
Roket ini disebut setara dengan roket khusus MK-66 Motor Roket MOD.4, yang juga sejenis dengan roket 2,75“.
Roket ini dirancang khusus untuk ditembakkan dari helikopter atau pesawat tempur dengan kecepatan rendah seperti Super Tucano yang banyak digunakan dalam misi serangan darat.
Dengan kemampuannya yang unik, dua Super Tucano sebagai penerus OV-10 Bronco di TNI AU berhasil menjalankan misi CAS dengan gemilang.
Di dalam pertempuran, kehadiran pasukan sangat dibutuhkan untuk menduduki kedudukan musuh yang sudah dihancurkan. Untuk itu diterjunkan 140 prajurit Korpaskhas menggunakan pesawat lima pesawat Hercules.
Formasi lima pesawat Hercules dengab callsign Unicorn ini, dipimpin oleh Letkol Pnb Ari Susiono yang merupakan Komandan Skadron Udara 33, Makassar.
Setelah itu dilaksanakan bekal ulang (resupply) pasukan dengan teknik dropping hely box yang dilaksanakan oleh dua pesawat Cassa NC-212.
Di akhir latihan, penerbang tempur TNI AU yang berada di bawah Koopsau II menunjukkan kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Latihan ini dilakukan oleh dua pesawat Su-27/30 yang mendapat pasokan bahan bakar dari pesawat KC-130BT dari Skadron Udara 32.
Semua jalannya latihan ini, yang disimulasikan di medan pertempuran sesungguhnya, didukung oleh pesawat intai B737 Surveillance yang mengorbit pada ketinggian 15.000 kaki.
Dari layar besar yang disiapkan di depan KSAU, bisa dilihat laporan real time dari B737 terhadap lima target yang disiapkan di AWR Pandan Wangi.

Simulasi pengisian bahan bakar di udara dua Su-27/30 dan C-130BT. Foto: beny adrian/mylesat.com
Sejatinya pesawat jenis ini bertindak sebagai posko terbang seperti diperankan oleh pesawat berkemampuan AWACS (Airborne Warning And Control System).
Dengan selesainya Manlap Latihan Sikatan Daya 2020, TNI AU masih akan melaksanakan satu lagi latihan puncak di kawasan Timur. Rencananya bulan Oktober, Koopsau III akan menggelar latihan puncak dengan sandi Kasuari Perkasa 2020 di Morotai.
Pada akhirnya setelah ketiga Komando Operasi TNI AU ini selesai melaksanakan latihan, akan disusul dengan latihan terakhir berupa latihan puncak TNI AU dengan sandi Angkasa Yudha.